Back to Kompasiana
Artikel

Sport

Mbah Mupeang

belum sempat minum obat

Duet Jokowi-Rhoma Irama Batal?

OPINI | 25 December 2013 | 23:41 Dibaca: 331   Komentar: 64   6

Entahlah…yang namanya gosip, rumor, isu dan sejenisnya bisa saja berhembus kapan saja dan dihembuskan oleh siapa saja.

Duet Jokowi-Rhoma Irama atau Rhoma Irama-Jokowi batal?. Apakah karena desakan seseorang atau sekelompok kecil masyarakat yang tidak setuju Rhoma Irama ikut merayakan malam tahun baru dengan alasan tertentu, atau alasan yang gak jelas?.

Benarkah Rhoma pun memilih batal duet dengan Jokowi dengan pertimbangan tertentu pula untuk menyanyikan lagu Darah Muda pada malam tahun baru?.

Gosip, rumor, isu dan sejenisnya bisa berhembus kapan saja, dan dihembuskan oleh siapa saja. Kebenaran dan ketidakbenarannya diragukan.

Termasuk isu yang mengatakan seseorang atau sekelompok kecil masyarakat yang tidak setuju Rhoma berduet dengan Jokowi lambat laun alasannya yang tadinya tidak jelas mulai terungkap. Sepele saja masalahnya, yaitu tersinggung karena duet Jokowi-Rhoma Irama, atau Rhoma Irama-Jokowi akan menyanyikan lagu Darah Muda.

Sementara darah mereka sudah tua, pahit pula dagingnya.

Yasudlah, daripada bergosip yang gak jelas, lebih baik kita lanjutkan kembali latihan trik dan problem catur yang sederhana, wokeh?.

Wokeh beib.

13879870581551126160

  • Hitam giliran melangkah.
  • Cem mana ya langkah hitam selanjutnya?.
  • Supaya hitam bisa menang?.
  • Mudah saja, tidak sulit dan rumit.
  • Ma3-a5

1387987100770259682

  • Nodong ni ye…
  • Catur membolehkan todong menodong, tapi tidak boleh nyopet. Maksudnya lawan lagi meleng, buah caturnya diambil. “Pecatur Naga Bonar” namanya.
  • Putih terpaksa melindungi Kudanya, Mb1-b2
  • Berat nian beban hidupmu, Menput (Menteri putih, bukan Menteri kamput).
  • (Mosok Menteri minumnya kamput?).
  • Gb4xKd2+
  • Mb2xGd2

1387987159371898621

  • Lha, Gajah putih siapa yang jaga?.
  • Hitam menang, yak?.
  • Lha iyak.
  • Mudah, bukan?.
  • Begitupun trik dan problem catur di bawah ini.

13879879711960809462

  • Putih giliran melangkah dan menang.
  • Caranya?.
  • Mudah, beib.

Gens Una Sumus.

*****

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 11:15

Si Gagah yang Terlelap …

Findraw | | 03 September 2014 | 09:17

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | | 03 September 2014 | 08:39

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | | 03 September 2014 | 08:10

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 3 jam lalu

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 5 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 8 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Transparansi Pengadaan Alutsista di TNI …

Putra Perkasa | 8 jam lalu

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ala Backpacker menuju Negri di Atas Awan …

Wilda Hikmalia | 8 jam lalu

Krisis Kesetiaan …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hadiah Istimewa Dari Pepih Nugraha …

Tur Muzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: