Back to Kompasiana
Artikel

Raket

Sam Leinad

Urban Labor. Twitter: @samLeinad

Piala Sudirman 2013: Menyoal Aturan Drawing Babak Perempat Final

OPINI | 22 May 2013 | 22:31 Dibaca: 1104   Komentar: 2   3

Hasil drawing perempat final Piala Sudirman yang dilakukan Selasa 21 Mei 2013 malam membuat banyak pecinta bulutangkis Indonesia pesimis. Pasalnya Indonesia harus berjumpa dengan tim kuat China pada babak perempat final yang akan berlangsung pada hari Kamis, 23 Mei. Namun ada hal lain yang menjadi pertanyaan bagi sebagian besar pecinta olahraga tepok bulu di tanah air: mengapa Indonesia dan China yang sebelumnya berada satu group bisa langsung kembali bertemu di babak knockout?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melihat regulasi yang mengatur drawing atau undian babak knockout tersebut. Berikut saya kutip regulasi yang dikeluarkan oleh BWF (Badminton World Federation) terkait drawing babak knockout Piala Sudirman 2013, yaitu pada point 5.5 dan 5.6 :

5.5 The top teams of each sub-group will be ranked in order of their strength in the manner described in Regulation 3.4 based on the most recently published World Ranking immediately preceding the date of the draw. These teams will be considered as Seed No. 1 to 4 for the draw.

5.6 The 4 seeded teams will be placed in the draw as per General Competition Regulation 12. Remaining teams will be placed in the draw by lot

Pada dua poin tersebut dijelaskan bahwa empat tim teratas dari masing-masing group, yaitu group A- D, akan diberikan ranking dan ditempatkan dalam seed 1-4 untuk drawing. Empat tim sisanya, yaitu runner-up group A-D, kemudian diundi untuk menentukan lawan mana yang akan dihadapi. Regulasi ini memungkinkan dua tim yang sebelumnya berada pada satu group yang sama pada babak penyisihan akan bertemu kembali di babak knockout (perempat final).

Dan akhirnya terjadilah dalam drawing Selasa malam yang mempertemukan kembali Indonesia dengan China. Saya pribadi sebenarnya merasa tidak terlalu sreg dengan regulasi BWF tersebut. Memang benar jika juara group akan bertemu dengan runner up group yang ditentukan melalui undian. Namun dua tim atau negara yang sebelumnya berada di group yang sama seharusnya tidak langsung bertemu. Harus ada poin-poin tambahan yang perlu dimasukkan ke dalam regulasi BWF tersebut.

Saya mencoba membandingkan regulasi BWF tersebut dengan regulasi yang diterapkan di sepakbola, misalnya pada drawing fase knockout pertama di Liga Champions dan Liga Europa yang dikeluarkan oleh UEFA yang saya pikir ‘lebih berbobot’ untuk menghindarkan dua klub dari satu group langsung bertemu kembali di fase knockout pertama.

Regulasi untuk drawing fase knockout pertama di Liga Champions (babak 16 besar) sebagai berikut:

Round of 16

7.09 The round of 16 pairings are determined by means of a draw. The round of 16 is played under the knockout system, on a home-and-away basis (two legs). The UEFA administration ensures that the following principles are respected.

a) Clubs from the same association cannot be drawn against each other.

b) The winners and runners-up of the same group cannot be drawn against each other.

c) The group-winners cannot be drawn against each other.

d) The runners-up cannot be drawn against each other.

e) The runners-up must play the first leg at home

Regulasi yang diterapkan oleh UEFA bahkan lebih detil lagi. Klub-klub yang berasal dari asosiasi yang sama tidak bisa bertemu satu dengan lain (misalnya klub dari Inggris tidak akan bertemu dengan klub Inggris lainnya) serta juara dan runner-up dari group yang sama tidak bisa bertemu di fase knock-out pertama ini (babak 16 besar).

Demikian juga dengan regulasi babak knockout Liga Europa:

Round of 32

7.07 The 24 clubs qualified from the group stage will be joined by the 8 clubs that finish the group stage of the UEFA Champions League in third position (see paragraph 2.05d)).

7.08 The round of 32 pairings are determined by means of a draw. This round is played under the knockout system, on a home and away basis (two legs). The UEFA administration ensures that the following principles are respected.

a) Clubs from the same association cannot be drawn against each other.

b) The 12 UEFA Europa League group-winners and the 4 best third-ranked teams in the UEFA Champions League group stage are drawn against the 12 UEFA Europa League group runners-up and the remaining third-ranked teams in the UEFA Champions League group stage.

c) The winners and runners-up of the same group cannot be drawn against each other.

d) The UEFA Europa League group-winners and the four best third-ranked in the UEFA Champions League group stage play the return leg at home

Liga Europa lebih rumit lagi, karena pada fase knockout pertama (babak 32 besar) akan diikuti oleh 24 tim juara dan runner-up pada fase penyisihan group Liga Europa, ditambah dengan 8 negara yang berada di peringkat ketiga penyisihan group Liga Champions. Namun regulasi yang diterapkan untuk melakukan drawing babak 32 besar tetap mengatur dua klub dari asosiasi yang sama dan juga yang sebelumnya berada pada satu group yang sama untuk tidak bertemu langsung .

Nah,dua contoh regulasi yang sudah dipakai pada Liga Champions dan Liga Europa tersebut saya pikir perlu dipertimbangkan oleh BWF. Alangkah lebih baik jika BWF meniru regulasi tersebut untuk even-even bulutangkis beregu seperti Piala Sudirman atau Piala Thomas dan Uber di kemudian hari.

Salam olahraga

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 7 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 9 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 13 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 15 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: