Back to Kompasiana
Artikel

Raket

Alberto Ruyattman

Seorang yang senang mengamati, beropini, dan menuangkan pemikiran-pemikiran melalui tulisan.

Menakar Peluang Indonesia di Sudirman Cup 2013

HL | 18 May 2013 | 18:53 Dibaca: 1360   Komentar: 8   2

13688791551162497304

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Pagelaran akbar Sudirman tinggal 1 hari lagi. Pesta ajang bulutangkis bergengsi ini layak ditunggu dan dinanti penggemar bulutangkis. Sekadar Info, Sudirman Cup ialah kejuaraan beregu campuran dalam bulutangkis yang mewakili negara masing-masing. Sebagai contoh, partai tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran dimainkan masing-masing sekali. Sehingga total ada 5 partai yang dipertandingkan. Apalagi, kalau bukan nama bangsa yang dipertaruhkan di sini? Negara-negara yang berpartisipasi tentu mempersiapkan komposisi pemain yang terbaik untuk turnamen seakbar ini.  Tak terkecuali Indonesia.

Indonesia sendiri, bila kita menilik ke belakang, memang merupakan salah satu poros utama kekuatan bulutangkis dunia. Akan tetapi, di ajang Sudirman Cup,pencapaian  Indonesia tidak terlalu baik, atau buruk bahkan. Indonesia hanya mampu menjuarai  ajang ini, ketika pertama kali Sudirman Cup digelar, tahun 1989, ketika itu Indonesia mengalahkan Korsel di final yang berlangsung di Jakarta. Setelah itu berturut-turut 11 kejuaraan berlalu, Indonesia masih sulit untuk meraih gelar kedua yang ditunggu. Cina begitu mendominasi dengan 8 gelar, disusul Korsel dengan 3 gelar. Selain Cina, Korsel dan Indonesia, tiada negara lain yang mampu merih titel juara Sudirman Cup hingga 2011.

Memang, akhir akhir ini, sekitar 5 tahun belakangan mernurut saya, kondisi bulutangkis Indonesia kurang baik. Terjadi penurunan dan keseretan prestasi para pebulutangkis Indonesia. Salah satu bukti nyatanya, kegagalan meraih medali satupun di Olimpiade London 2012. Prestasi bulutangkis Indonesia seketika berada di titik nadir. Banyak orang terkaget dan sadar. Tetapi untungnya, setelah itu, setelah ada pergantian ketua PBSI, pula ke Bapak Gita sekarang. Semangat untuk memperbaiki prestasi pebulutangkis mulai kelihatan. Meski belum bisa diharapkan muluk (Axiata Cup 2013 menjadi catatan penting). Tetapi kemauan ke arah sana, sudah lebih bisa dilihat. Berbagai kejuaraan berhasil  dijuarai pebulutangkis Indonesia, meski kebanyakan hanya even-even kecil seperti GP, GPG, IC, dll. Optimisme pun menguak, apalagi mendekati turnamen Sudirman Cup tahun ini.

Peluang Indonesia di Sudirman Cup kali ini, bisa dibilang cukup berat. Indonesia berada di grup 1A dengan Cina dan India. Melihat level grup saja, saya rasa Indonesia harus berjuang keras agar dapat lolos ke babak berikutnya. Why? Karena lawan yang dihadapi sangat menyulitkan. Cina, tidak usah banyak dikata, tim satu ini bisa dibilang rajanya bulutangkis. Tim Cina merupakan unggulan pertama, juara bertahan, yang dipenuhi pemain-pemain papan atas perbulutangkisan. Cina, sekarang ini merupakan poros utama bulutangkis dunia. Peluang Indonesia , melawan Cina  menjadi sangat berat. Dapat mencuri 1 match lawan Cina saja sudah merupakan prestasi tersendiri menurut saya.

Sedangkan India, memang relatif lebih mudah . Tetapi saya lihat Indonesia masih mampu mengatasi India dengan sedikit bekerja lebih keras. Dengan catatan tidak meremehkan. Misalkan, Indonesia lolos dari babak grup pun, perjuangan di perempat final pun terbilang berat. Asumsikan, Indonesia lolos sebagai runner up, kemungkinan Indonesia akan bertemu Korea yang kemungkinan juara grup/Thailand (kejutan), Malaysia, Denmark/Jepang di babak perempat final.

Melawan Korea, peluang Indonesia juga amat berat di perempat final. Korea diperkuat banyak pemain berkualitas seperti Lee Yong Dae, Sung Ji Hyun, dll. Secara akumulasi pemain dalam tim, Korea lebih baik dari rata-rata pemain Indonesia. Peluangnya masih ada, namun saya prediksi pertandingan berlangsung alot. Peluangnya menurut saya 45:55. Kemungkinan lain melawan Thailand. Thailand yang dulu di bawah Indonesia, kali ini menunjukkan perkembangan bulu tangkis yang mengesankan. Meski relatif lebih mudah dibanding Korea. Bila melawan Thailand pun, saya prediksi juga berlangsung sengit. Apalagi Thailand sukses mempecundangi Indonesia di Axiata Cup dengan skor yang meyakinkan 3-0. Kemungkinan menang bisa lewat ganda putera, campuran, sedangkan sektor lain masih sulit diprediksi. Peluang optimis bagi saya 55:45. Melawan Malaysia bisa juga menjadi opsi di perempat final. Pertarungan dengan Malaysia selalu berlangsung ketat dan sarat gengsi kedua kubu. Tetapi peluang menang cukup besar jika berjumpa Malaysia. Peluangnya 60:40 bagi saya, Malaysia kuat pada tunggal puteranya.

Kemungkinan lainnya bertemu Denmark. Denmark juga salah satu negara tradisi bulutangkis.  Indonesia akhir-akhir ini sering sekali kesulitan menghadapi Denmark. Denmark juga memiliki pemain–pemain yang cukup merata. Peluangnya cukup berat, bagi saya 45:55. Sedangkan kemungkinan lainnya lagi melawan Jepang. Perkembangan Jepang di bulutangkis sebagaimana kita tahu saat ini, bikin geleng-geleng kepala. Banyak pebulutangkis Jepang yang menghuni papan atas, padahal sebelumnya Jepang tidak punya tradisi bulutangkis yang kuat. Pertemuan terakhir dengan Jepang Indonesia menang susah payah 3-2. Peluang menang menghadapi jepang 55:45(lagi-lagi…., peluang optimis)

Bila kita perhatikan tim-tim yang ada kali ini, dari babak grup hingga perempat, ataupun semi, saya rasa tidak ada pertandingan yang mudah. Semua partai/pertandingan berasa final. Ini dikarenakan semakin meratanya kekuatan peserta-peserta di Sudirman Cup ini. Indonesia mesti all out dan tidak boleh lengah sedikitpun untuk melangkah lebih jauh di Sudirman Cup 2013 ini.

Melihat target yang dicanangkan PBSI sebagai semifinalis, bisa dikata berat. Meski ’hanya’ semifinal, melihat kondisi saat ini, hasil semifinal pun bagi saya sudah amat baik. Tentu tak menutup kemungkinan juara, meski kecil.  Penantian panjang Indonesia juara di SC saya rasa masih harus diperlama lagi. Melihat skuad dan kondisi Indonesia dan pesaing sangat sulit untuk meraih piala itu lagi. Terutama Cina, sang juara bertahan yang masih terlalu kuat dan terlampau sulit dikalahkan Indonesia. Sedangkan tim-tim negara lain, meski kuat, masih ada kemungkinan yang optimis untuk mengalahkannya.

Untuk mencapai target ini, sebetulnya banyak hal yang mesti dipersiapkan. Kedisiplinan, ketahanan fisik, suasana kondusif ,kekompakkan dalam tim, dan mental. Dua hal terakhir wajib dijunjung dan digarisbawahi tim pelatih maupun atlet-atlet itu sendiri. Faktor ini tak kalah penting, dalam ajang seakbar ini. Acapkali pemain secara teknis bagus, menguasai pertandingan. Namun saat-saat terakhir, pertandingan yang terasa dimenangi tersebut buyar, dan akhirnya kalah. Dalam hal tersebut mental, dan ketenangan dibutuhkan. Pemain tak boleh terpancing/terganggu perilaku ’kotor’ lawan yang seringkali sengaja mengganggu konsentrasi pemain-pemain Indonesia.

Akhir kata, ulasan saya di atas bukanlah suatu ke’pasti’an. Itu hanyalah merupakan prakiraan tentang Tim Indonesia di SC 2013. Hal-hal yang saya jabarkan di atas tentu dapat sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan nanti. Tentunya, kejutan-kejutan bisa saja terjadi. Yang penting, kita dukung perjuangan Tim Indonesia dengan doa, dll. Tim Indonesia, selamat berjuang, berikan yang terbaik bagi bangsa ini…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Registrasi Online Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 15 September 2014 | 01:36

Pelaut dan Makanan …

Gunawan Setyono | | 15 September 2014 | 05:20

Sebaiknya Minum Obat Penunda Haid atau Tidak …

Rumahkayu | | 14 September 2014 | 23:57

Cara Mudah Pantau Smartphone Android dari …

Fahmi Kompas | | 13 September 2014 | 09:09

Beri Nama untuk Maskot Kompasiana, yuk! …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Budaya Bali Tak Pernah Minder …

Pradhany Widityan | 6 jam lalu

Bangga Menjadi WNI …

Alfarizi | 9 jam lalu

Ahok Sebut Nachrowi Jadi Wagub, Nara Girang …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Kerennya Taman Film Bandung …

Fajr Muchtar | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Menelisik Peredaran Dana dalam Pilkada …

Andi Chairil Furqan | 7 jam lalu

DPR RI Masuk Guiness Book of Record …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 8 jam lalu

Fenomena One-Hit Wonders dalam Sepak Bola …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: