Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Semundel

hidup itu sebenarnya simple… lakukan apa yg lo mau lakuin, dan katakan apa yg mau selengkapnya

Inilah Alasan Mengapa ISL 2014 Diacak

REP | 06 February 2014 | 15:46 Dibaca: 1563   Komentar: 5   1

139167614589184645

image : bola.net

Seperti yang sudah kita ketahui jika hak siar atau hak tayangan ISL atau Indonesia Super Lige Musim 2012 sampai 2013 dipegang oleh stasiun tv ANTV dan TV One 2 stasiun tv yang dimiliki oleh bakrie. Namun untuk tahun ini yakni 2014 pemegang hak siar ISL menjadi milik MNC Group yang disokong tiga televisi nasional seperti RCTI, Global TV dan MNCTV.

MNC Group lewat MNCTV sendiri, seolah membuktikan komitmennya untuk mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia. salah satu Bukti keseriusan itu adalah saat MNCTV menayangkan secara langsung gelaran Piala AFF U-19 di Surabaya, Jawa Timur, 9-22 September tahun lalu. MNCTV pun kini seolah semakin ingin membuktikan mengenai komitmenya untuk selalu menyiarkan laga timnas dan liga2 lainya yang ada di Indonesia.

Namun setelah MNC group mendapatkan hak siar ISL musim 2014, konflik mulai bermunculan. Kali ini konflik tersebut bukan dari pihak PSSI atau dualisme atau tim peserta ISL. namun konflik mulai muncul karena adanya pengacakan siaran yang dilakukan oleh pihak MNC. Hal inilah yang menjadi pemicu utama banyaknya pecinta bola tanah air yang merasa dirugikan dengan banyaknya tayangan yang tidak ditayangkan oleh MNC.

Usut punya usut, setelah saya mencoba mencari tahu apa yang terjadi rupanya banyak masyarakat yang tidak mendapatkan informasi mengenai hak siar laga ini. Dalam ISL 2014 ini ada 22 klub yang ikut berlaga, dan jika kalian tahu dari ke 22 klub tersebut mempunyai nilai jual hak siar yang berbeda-beda. Itulah sebabnya mengapa di RCTI maupun MNC TV hanya menyiarkan laga-laga utama yang mempunya hak siar tinggi yang mana nilai hak siar tinggi ini didapat dari para pemain bintang, nama klub, jumlah suporter dan juga jumlah iklan yang mensponsori klub tersebut.

1391676171296014365

image : https://www.facebook.com/pages/RCTI-Official/174762939206703

Hal inilah yang nantinya akan menguntukan pihak TV yang menyiarkan laga yang mana tim tersebut memiliki nilai atau hak siar tinggi. Karna dari pihak stasiun TV sendiri hanya bisa mengandalkan rating dari setiap laga yang ditayangkan. Kita ketahui bersama jika sebuah tayangan memiliki rating bagus maka pemasukan iklan juga akan mengalir bagus.

Lihat saja bagaimana tim-tim besar yang sudah cukup ternama dan bakalan mengundang banyak penonton baik itu penonton secara live maupun iklan yang akan mengisi selama tayangan laga tersebut. Misalkan saja Persib bandung. Persib sangat terkenal akan laga yang cukup menarik banyak penonton baik penonton langsung maupun penonbton dirumah. Setiap laga persib enath itu dengan sesama papan klub atas maupun tim promosi sekalipun akan mendulang rating yang cukup tinggi.

Inilah mengapa pihak MNC selalu menayangkan laga-laga persib maupun tim-tim yang bernilai tinggi dan berpotensi menggaet penonton seperti Persija,  Arema, Sriwijaya FC, Persipura dll. Saat ini TV Berbayar Indovision tak lagi mengacak siaran langsung ISL 2014. Setidaknya hal ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 2 Februari 2014.

Langkah ini diambil pihak MNC Grup setelah mendapatkan banyak protes dari penikmat sepak bola dalam negeri tentang keinginan mereka menyaksikan laga ISL 2014 melalui televisi dengan antena parabola mereka. Pihak MNC Gruop, melalui akun Twitter resmi RCTI memberikan keterangan bahwa pemegang hak siar, untuk pertandingan ISL 2014 adalah BVsport. Sementara itu, pihak MNC sendiri hanya membeli hak siar untuk siaran Fre To Air saja atau FTA.

Itulah sebabnya mengapa pihak MNC sendiri tidak bisa menampilkan laga ISL 2014 melalui antena parabola, dengan kata lain pihaknya hanya akan menampilkan pertandingan melalui antena rumah saja. Pada dasarnya MNC media sendiri memiliki tiga buah operator yang menyedikan televisi berbayar, yaitu Indovision, TopTV dan juga Okevision. Akan tetapi, sebelumnya para pengguna ketiga operator tv berbayar tersebut tidak bisa menyaksikan siaran langsung ISL 2014. Karena persoalan hak siar tersebut, oleh sebabnya siaran langsung ISL 2014 sendiri hanya disiarkan melalui K-Vision. Televisi berbayar ini yang memiliki hak siar ISL untukTV berbayar.

Hemmmm belibet ya.. heee sama saya juga ….(”gaya uya kuya”). Oh ya buat penonton dirumah yang belum tahu apa itu “Free To Air” adalah dimana penonton dapat menyaksikan melalui antena rumah secara gratis. Namun kabarnya mulai tgl 2 kemarin para penggemar sepakbola Indonesia, baik yang menggunakan antena UHF maupun parabola, dapat menyaksikan pertandingan demi pertandingan ISL. Termasuk Persib Bandung kontra Sriwijaya FC yang ditayangkan pada Minggu (2/2) pukul 15.30 WIB. Saya sendiri belum bis amemastikan kebenarnya berhubung saya tidak memakai indovision.

Pernyaan senada juga diungkapkan oleh CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono beberapa waktu yang lalu mengatakan jika kompetisi kasta tertinggi liga sepak bola di Indonesia ini akan mengalami jangkauan perluasan. Ia juga memastikan jika hampir 100% laga ISL akan disiarkan live.
Ini berarti untuk laga di lokasi yang sukar dijangkau tetap akan dihadirkan secara langsung. Sebut saja wilayah Papua yang selama ini seakan tidak tersentuh siaran langsung di layar kaca. Dalam pada itu, seluruh proses produksi siaran langsung akan dipegang oleh BV Sport.

Sedangkan untuk hak siar dipegang oleh dua televisi dari MNC Group yakni RCTI dan MNC TV. Kemudian untuk tv berbayar dipegang oleh K-Vision, ‘saudara’ Kompas TV. Keduanya adalah selaku pemegang lisensi resmi penyiaran ISL 2014. Sebagai bukti betapa tingginya rating laga klub-klub ternama jika disiarkan secara langsung dilihat dari rating tayanganh laga ISL: Persib Vs Persita, yang tayang di Rcti  ini mendapatkan TVR 2.4 dan share sebesar 17.7. Yang lebih tinggi lagi adalah saat liga Persib Vs Sriwijaya di RCTI ini bahkan mampu meraup TVR 3.3 dan sahre sebesar 19.4 menjadikan acara no 3 paling banyak ditonton di RCTI.

Bayangkan saja jika Persib kontra Persija atau Arema … betapa tingginya rating yang akan didapatkan, ini akan berimbas pada klub yang ditayangkan juga selain mendapatkan uang dari penayanganya klub tersebut juga mendapat banyak sponsor juga. Berbalik dengan halnya tim tim yang masih promosi maupun berada di level menengah kebawah pertandinganya hanya akan bisa disaksikan ditv berbayar.

soooo Buat penonton dirumahh semoga penjelasan saya berguna bagi kalian yang sering mebgutuk2 tv yang menayangkan…… masih dikasih gratis masih juga ngomel hemmm itulan kita…..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 5 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: