Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Anak Medan

Puja Kesuma (Putra Jawa Kececer di Sumatera

Timnas U19, Berprestasi Tanpa Pemain ISL; Alarm Bahaya Sepakbola Indonesia

OPINI | 16 October 2013 | 20:47 Dibaca: 505   Komentar: 19   3

Keberhasilan Timnas U19 lolos ke Putaran Final Piala Asia U19 di Myanmar pada tahun 2014 mendatang disambut dengan suka cita. Keberhasilan ini semakin spesial karena dilakukan dengan cara mengalahkan Korsel yang merupakan juara 12 kali. Bahkan, di salah satu liputannya, TV One membuat judul yang cukup bombastis : Bangkitnya Sang Macan Asia.

Sebagian besar masyarakat juga akan berfikir sama. Bahwa keberhasilan Timnas U19 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan Sepakbola Indonesia yang sudah puluhan tahun kering prestasi. Sayangnya, jika kita mau berpikir jernih dan melihatnya Timnas U19 saat ini, maka sesungguhnya Sepakbola Indonesia sedang dalam bahaya. Bahkan alarm bahaya sedang berbunyi dengan sangat keras untuk mengingatkan masyarakat Indonesia.

  1. Dari skuad Timnas U19 saat ini ternyata tidak satupun pemain yang berasal dari Klub ISL. Baik ISL Senior maupun ISL U21. Skuad U19 diisi oleh pemain - pemain dari IPL, Divisi Utama, Diklat, SAD dan klub amatir yang juga berafiliasi ke liga LPIS dan PSSI Reformasi.
  2. Pasca KLB dan “kekalahan” kubu Reformasi, semua produk PSSI reformasi seperti liga dan pembinaan pemain muda dibredel habis oleh Lanyala & the gang. Beruntung Indra Sjafri tidak berhasil digusur sehingga tim yang sudah dibentuk oleh Coach Indra sejak 2 tahun lalu bisa dipertahankan. Hal ini berbeda dengan U14 dan U16 yang sudah dihabisi dan diganti dengan tim bentukan Mundari Golongan Karya dan Sutan Harhara yang hasilnya, You Know lah…
  3. Adakah prestasi yang dihasilkan oleh kubu status status Quo yang selama 10 tahun mengangkangi PSSI? nyaris tidak ada. Baik level Junior maupun level senior. Fakta yang tidak bisa dibantah dimana Timnas bisa berprestasi justru di saat tidak diperkuat oleh pemain - pemain dari dari liga jeger, baik jeger senior maupun juniornya.
  4. Masih ingat keluhan RD tentang pemain - pemain U23 yang tidak punya karakter, bermain longpass, yang merupakan bawaan dari klub dan kompetisi jeger ISL. Pertanyaannya, akan main di mana para pemain U19 kelak kalau tidak di ISL? Maka jang heran, kelak jika mereka sudah berada di U23 atau senior, mereka akan bermain seperti kebanyakan para pemain ISL.
  5. 2 tahun ke depan, Timnas U19 sudah harus bergeser ke level di atasnya. Dan sebagai gantinya tentu adalah timnas U16 yang saat ini diasuh oleh Mundari Karya dan Sutan Harhara. Bagaimana kualitas mereka? Hopelesss.. alias tidak ada harapan. Dengan pemilihan pemain yang penuh titipan dan cara bermain yang acak adut ala ISL, jangan harap kita akan mendapatkan Timnas Junior sekelas Timnya Indra Sjafri.

So, RIP IPL dan turunannya, RIP juga sepak bola Indonesia..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: