Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Wahyu Triasmara

Seorang manusia biasa kebetulan berprofesi dokter yang ingin berbagi cerita dalam keterbatasan & kesederhanaan.

Kualifikasi Piala Asia: Bedak Luntur, Sebab Korsel Kalah dari Indonesia?

REP | 13 October 2013 | 07:11 Dibaca: 14743   Komentar: 29   21

1381623056975017973

Doc: viva.co.id

Kemenangan luar biasa pemain Garuda Indonesia malam ini, boleh jadi menjadi kemenangan bagi seluruh rakyat indonesia atas dominasi Korea Selatan. Korsel sebagai 12 kali juara piala Asia, sekaligus juara bertahan nyata bisa tak berdaya dan takluk melawan skuad timnas U19 Indonesia. kemenangan ini sekaligus membuka peluang Timnas muda Indonesia untuk berlaga di putaran final piala Asia di Myanmar tahun 2014 mendatang.

Cerita lain diluar kemenangan yang dramatis Timnas muda Garuda jaya, ada hal lain yang cukup menarik perhatian saya. Ketika hujan mengguyur Stadion utama GBK tampak beberapa pemain korea terlihat mukanya tampak pucat pasi. Bisa dilihat putihnya kulit tangan dan wajah mereka mengalami perbedaan warna yang cukup signifikan sesaat setelah guyuran hujan melanda.

1381622852504276537

Tampak antara wajah dan leher berbeda warna karena lunturnya bedak. Doc: Screenshoot Youtube.

Orang korsel pada dasarnya memang memiliki kulit putih kekuningan, namun tampak pada beberapa pemain mereka mereka terlihat putih pucat akibat bedak yang luntur karena terguyur hujan. Entah itu bedak atau berupa sunblok, tapi yang jelas tampak dari beberapa sorot kamera bintik-bintik putih bekas lunturnya bedak menghiasai wajah beberapa pemain korsel.

Sekedar informasi, bahwa negara korsel memanglah negara yang begitu memperhatikan penampilan fisik yang luar biasa. Berbagai produk kecantikan dan perawatan kelas dunia dihasilkan dinegeri ini. Bahkan tak hanya kosmetik, untuk tindakan bedah plastik guna mempercantik diripun korsel menjadi negara paling besar didunia yang melakukan tindakan bedah plastik untuk memancungkan hidung, meniruskan pipi, melebarkan kelopak mata, dll.

Korsel sebagai kiblat fashion di Asia sepertinya tak hanya  aktor dan aktrisnya saja yang perlu memperhatikan penampilan mereka dilayar kaca.  Itulah sebabnya barangkali penampilan para sepakbola pun juga dibuat sedemikian rupa, sehingga mereka pikir akan banyak juga para penggila bola perempuan akan ikut mengadrungi mereka. Sama halnya dengan banyak remaja Indonesia yang saat nini sedang menggandrungi boy band-boy band dan aktor-aktor asal korea selatan. Tapi yang terjadi malam ini justru sebaliknya,  korsel sebagai juara bertahan berhasil dipecundangi Timnas Indonesia.

Mungkinkah lunturnya bedak para pemain korea selatan juga ikut andil sebagai penyebab kekalahan mereka? benarkah lunturnya bedak sampai menurunkan kualitas bermain dan kepercayaan diri para pemain korsel sehingga berhasil ditaklukkan timnas kita. Menyedihkan sekali ya kalau hanya karena bedak luntur semangat juang para pemain korea sebagai juara bertahan juga ikut luntur. Terlepas dari itu semua, semoga timnas kita akan terus berjaya dimasa yang akan datang. Setelah mereka berhasil mengalahkan juara bertahan korsel, semoga kepercayaan diri anak asuh Coach Indra Sjafri makin meningkat.

Yang tak kalah penting adalah jangan sampai konsentrasi mereka terpecah dengan bujuk rayuan bermain iklan sosis, minuman berenergi, apalagi tertarik menjadi boy band dan iklan kosmetik seperti pemain korea :) Bukan tidak mustahil suatu saat indonesia bisa ikut berpartisipasi dalam ajang piala dunia, jika permainan Timnas muda kita bisa terus konsisten dan apik seperti yang mereka pertontonkan pada malam hari ini. Jadikan momentum kemenagan hari ini sebagai motivasi agar kita terus bersatu dan memberikan dukungan penuh bagi Timnas Indonesia.

Salam semangat Timnas Garuda,

dr. Wahyu Triasmara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Olahraga Sebagai Industri dan Sarana …

Erwin Ricardo Silal... | | 31 July 2014 | 08:46

Espresso, Tradisi Baru Lebaran di Gayo …

Syukri Muhammad Syu... | | 31 July 2014 | 07:05

Rasa Takut, Cinta, Naluri dan Obsesi …

Ryu Kiseki | | 31 July 2014 | 03:42

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 13 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 15 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 17 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 19 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: