Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Dewi Maqnuah

Menggapai semua mimpi di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga selengkapnya

Timnas U-19 Indonesia vs Timnas U-19 Korea

REP | 13 October 2013 | 07:12 Dibaca: 584   Komentar: 6   3

Lebih dari sembilan puluh menit pertandingan yang berlangsung antara Indonesia melawan Korea telah berlalu, meskipun pada awal pertandingan itu hujan yang cukup deras melanda Gelora Bung Karno Senayan Jakarta stadion tempat di mana pertandingan itu diadakan. Karena begitu derasnya sehingga pertandingan babak pertama harus di break atas keputusan wasit demi kebaikan pemain. Pertandingan yang diadakan pada hari Sabtu tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2013 itu telah berhasil membuat para suporter Tim Garuda Indonesia puas dan bangga akan usaha serta kerja keras yang dipersembahkan oleh Tim Garuda.

Pertandingan Final Prakualifikasi itu dimulai kurang lebih pada pukul 20:00 WIB Sabtu malam. Pada menit ke 10:10, Tim Korea hampir dapat membobol gawang Indonesia untuk pertama kalinya namun, kiper Tim Indonesia berhasil menggagalkannya. Sorak-sorak ketegangan terdengar begitu keras dari sudut kursi para suporter.

Jumlah suporter yang begitu banyak dan ramai semakin memeriahkan serunya acara pertandingan Sabtu malam itu. Teriakkan dan sorakan yang mereka lontarkan membuat bertambanhnya semangat Tim Garuda Indonesia yang terdiri dari anggota U 19. Kapten dari Tim Garuda dipercayakan kepada Evan Dimas yang bernomor punggung 26. Sementara Tim Korea kepercayaan kapten disandang oleh Lim.

Pada menit ke 14:15 terjadi situasi yang menegangkan di mana Tim Korea dengan mudahnya menyerang Garuda dan mengharuskan kiper untuk maju mendenati penyerang. Namun kiper tidak berhasil menangkap si bundar justru bola masih dikuasai oleh pihak korea. Moment itu tidaklah berlangsung lama karena kemudia M.Saul Kurniawan berhasil mengamankan bola sehingga mencegah terjadinya kebobolan gawang.

Hujan semakin bertambah lebat, namun semangat Garuda U 19 tidak menurun. Bahkan Pelatih Garuda juga merelakan hujan-hujanan demi menyemangati anak asuhnya yang berjuang. Tim Korea mengenakan kostum berwarna putih, sementara Garuda dengan kostum merah. Keserasian warna antara keduanya menambah indahnya warna rumput lapangan yang segar karena tersiram hujan.

Akhirnya pada menit ke 29:52 goal untuk yang pertama kalinya telah didapat oleh Tim Garuda yang berhasil dilakukan oleh Evan Dimas Darmono yang tak lain adalah kapten Indonesia itu sendiri. Sorakan dan tepuk tangan suporter semakin mengeras, hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan kegembiraan yang baru didapatnya itu. Pelatih Tim Garuda juga terlihat gembira menyambut moment itu. Tak begitu berbeda dengan Tim U 19 sendiri yang terlihat bangga dengan apa yang telah diberikan untuk Indonesia.

Moment bahagia di Gelora Bungkarno Sabtu malam itu tak berlangsung lama. Pasalkan setelah Garuda berhasil membobol gawang Tim Korea, Korea juga membalas membobol gawang Tim Garuda yang berhasil dilakukan oleh Seol Taesu yaitu pada menit ke 32:07. Goal itu menjadikan Pertandinagn antara Indonesia melawan Korea itu berskor seri, yaitu 1:1.

Pertandingan semakin memanas, terjadi serang-menyerang antara kedua tim. Saling berusaha mencetak goal untuk meraih kemenangan pertandingan itu. Tak jarang pula Tim Garuda Indonesia hampir mendapatkan goal namun tertunda karena bola meleset mengenai gawang. Moment serupa membuat geregetan semua pihak. Misalkan seperti Pelatih tim, suporter dan juga anggota tim tentunya.

Menit terus berjalan ke menit berikutnya. Serang-serangan dalam pertandingan itu juga semakin keras. Beberapa pemain sudah terlihat lelah, dan tentunya terjadi pergantian dengan pemain lain. Goal demi goal telah tercetak dalam serunya pertandinagn itu. Sampai akhirnya goal yang dicapai oleh Tim Garuda adalah 3 sementara Tim Korea berskor 2.

Pertandingan berakhir dan berhasil dimenangkan oleh Tim Garuda Indonesia dengan skore 3:2.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Live Streaming dan Selfie Berhadiah di …

Yayat | | 21 November 2014 | 20:43

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 13 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 13 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 15 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Review “Supernova: Gelombang” : Kisah …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Guru Destiani, Menulis dan Menginspirasi …

Adian Saputra | 8 jam lalu

Karya Arek ITATS: Game Tooth Kid “Sang …

Xserver Indonesia | 8 jam lalu

Dua Ribu Rasa …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Guru Menulis Berdiri, Siswa Menulis Berlari …

Muhammad Irsani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: