Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Sam Leinad

Urban Labor. Twitter: @samLeinad

Utak-atik Peluang Indonesia di Kualifikasi Piala AFC U-19

REP | 10 October 2013 | 22:38 Dibaca: 3720   Komentar: 19   4

Pertandingan kualifikasi Piala AFC U-19 group G antara Indonesia melawan Filipina berkesudahan dengan kemenangan 2-0. Sepasang gol Indonesia diciptakan oleh Muhammad Hargianto (menit 27) dan Yabes Roni Malaifani (menit 83). Sementara pada partai sebelumnya di group G ini, tim kuat Korea Selatan berhasil menekuk Laos dengan skor mencolok 5-1. Hasil ini menempatkan Indonesia berada pada peringkat ke-2 klasemen group G dengan perolehan 6 poin. Korea Selatan berada di puncak klasemen dengan poin yang sama, namun memiliki selisih gol yang lebih baik daripada Indonesia.

Sampai saat ini, dua tim ASEAN sudah memastikan diri lolos ke putaran final Piala AFC U-19 tahun 2014 yaitu Myanmar dan Vietnam. Myanmar lolos secara otomatis sebagai tuan rumah, sementara Vietnam lolos setelah menjadi juara di kualifikasi group F yang terlebih dahulu sudah menyelesaikan seluruh pertandingan pada 7 Oktober lalu. Ada 16 tim yang akan berlaga di final nanti yaitu Myanmar sebagai tuan rumah, 9 tim juara group di babak kualifikasi, dan 6 tim runner-up terbaik.

Sebelumnya pada April 2013 lalu, hasil drawing untuk babak kualifikasi Piala AFC U-19 sebagai berikut:

Group A: Uzbekistan, Qatar, India, Turkmenistan, Nepal
Group B: Yordania, UEA, Yaman, Maladewa, Afganistan
Group C: Irak, Kuwait, Pakistan, Bangladesh
Group D: Iran, Arab Saudi, Libanon, Tajikistan
Group E: Syria, Oman, Bahrain, Palestina
Group F: Australia, Vietnam, Taipei, Mongolia, Hong Kong
Group G: Korea Selatan, Indonesia, Laos, Guam, Filipina
Group H: Korea Utara, Thailand, Singapura, Brunei
Group I: Jepang, China, Malaysia, Makau

Tiga tim yakni Syria (group E), Mongolia (F) dan Guam (G) mundur dari babak kualifikasi. Mundurnya 3 tim tersebut, membuat masing-masing group yang semula berisi 4 atau 5 tim pada akhirnya menjadi sangat bervariasi yakni berisi 3, 4 dan 5 tim.

Mengingat variasi jumlah tim dari 9 group tersebut, maka hasil pertandingan antara runner-up group dan peringkat terbawah akan diabaikan (berlaku untuk group yang terdiri dari 4 tim) serta hasil pertandingan antara runner-up group dengan dua tim peringkat terbawah akan diabaikan (berlaku untuk group yang terdiri dari 5 tim). Ketentuan tersebut diberlakukan mengingat di group E hanya terdiri dari 3 tim saja yang berlaga yaitu Oman, Bahrain dan Palestina.

Setelah dilakukan hal tersebut di atas, maka penentuan 6 tim runner-up terbaik dengan memerhatikan hal-hal berikut sebagai urutan penilaiannya: perolehan poin terbanyak; selisih gol terbaik; jumlah memasukkan gol terbaik; jumlah kartu kuning dan merah paling sedikit yang diterima.

Bagaimana peluang Indonesia di group G?

Indonesia bisa lolos ke Myanmar 2014 jika berhasil mengalahkan Korea Selatan pada pertandingan terakhir di Gelora Bung Karno pada Sabtu besok pukul 19.30 WIB. Dalam hal ini Indonesia lolos sebagai juara group G. Jika kalah atau seri, maka Indonesia akan menjadi runner-up group. Indonesia masih bisa lolos sebagai salah satu dari 6 runner-up terbaik dengan catatan-catatan seperti yang telah disebutkan di atas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | | 22 October 2014 | 11:28

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 5 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 5 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 6 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 6 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Penyelamatan Sang Ayah Terhadap Anaknya yang …

Saepullah Abu Zaza | 8 jam lalu

Jokowi dalam Perspektif Filsuf Sosialis …

Ari Dwi Kasiyanto | 8 jam lalu

Geliat Predator Seks di Medsos …

Muhammad Armand | 8 jam lalu

Doa dan Air Mata Seorang Ibu Menyelamatkan …

Roy Soselisa | 8 jam lalu

Akankah Aku Menang? …

Aisditaniar Rahmawa... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: