Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Arkilaus Baho

Duluan ada manusia daripada agama. Dalam kajian teori alam, bahwa alam semesta ini usianya 14.000 selengkapnya

Persipura Bungkus Santos FC di Maguwoharjo Jogja

HL | 03 October 2013 | 23:58 Dibaca: 6581   Komentar: 12   6

Suporter Persipura

Suporter Persipura (bola Kompas)

Hiruk pikuk kasus suap hakim MK bikin (elus dada) saja, lebih baik sejenak menyaksikan laga para bintang dari dua klub yang memiliki taktik bermain sama. Samba Brasil bertemu Mutiara Hitam di Jawa Tengah Indonesia. Salah satu tim Samba asal negara Brasil, Santos FC akhirnya merasakan permainan tiki taka dari Persipura Jayapura di Stadion Internasional Maguwoharjo Yogyakarta, 19.00 WIB, 3 Oktober 2013. Boas Salossa cs menjamu klub yang mencetak pemain berkelas dunia seperti Robinho, Pele dan Neimar. Para pemain gabungan U-20 campur Senior, Santos dijamu juara Liga Indonesia, penuh hikmat dan kenangan berharga bagi insan sepak bola dunia.

Sebelum pertandingan, kedua pelatih pun tak luput dari penilaian mereka. Pelatih Persipura mengikatkan anak asuhnya tentang kelebihan individu yang melekat pada pemin Santos. Sementara Pelatih Santos U-23 bilang, Saya berusaha mencari banyak informasi tentang mereka dari internet. Saya pun menonton pertandingan mereka,” kata pelatih U-23 Santos FC-Emerson yang menunjukkan keseriusannya menghadapi Persipura. Bahkan dia memuji penampilan Persipura yang dilihatnya melalui tayangan video. Menurut saya, organisasi permainan mereka (Persipura) sangat bagus. Permainan mereka berbeda dengan yang dimainkan Santos. Persipura memiliki kecepatan. Mereka berbahaya saat melakukan serangan balik. Tapi kami akan menyulitkan mereka.

Disaat menonton, menyimak irama permaian kedua klub ini terlalu mengasyikan. Taktik permainan kedua tim begitu luar biasa. Persipura yang berperagakan gaya sepak bola Samba asal Brasil, menunjukkan kebolehan. Bahwa teknik oper, pasing, umpan silang dan tentunya kerjasama tim, tak hanya ada di daerah Brasil, tetapi di Indonesia juga ada. Saling serang, jual beli serangan, teknik individu yang brilian, malam ini saya puas nonton.

Tempo pertandingan menurun menjelang ujung laga. Kemenangan Persipura tak terkejar lagi oleh Santos yang kebingungan membongkar pertahanan Mutiara Hitam. Skor akhir 2-1, dan Boaz Solossa dkk. lah yang menjadi pemenang Battle of The League. Skor 2-1 menjadi hasil pertandingan Persipura vs Santos yang digelar pada Kamis, 3 Oktober 2013 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sempat tertinggal 0-1, Persipura tampil menekan pertahanan tim Brazil, sehingga Boaz Solossa dan Ian Louis Kabes membalikkan kedudukan. Mutiara Hitam meraih kemenangan dalam laga bertajuk MNCTV Battle of The League ini

Pertandingan tersebut sekaligus sebagai ajang tidak saja promosi klub dan pemain, tetapi juga ajang perpisahan pelatih Persipura dan gelandang serang, Zahrahan. Seluruh komponen Persipura dari Suporter, Official, memberikan satu “suprice” tersendiri bagi perpisahan pelatih dan pemain tengah, yang musim kompetisi berikutnya tak lagi bersama kawan kawanya di Persipura. Jacksen F. Thiago, pelatih asal Brasil mengakhiri kebersamaanya di Papua dengan manis.

Pertandingan ini jadi yang sempurna bagi saya sebagai penggemar, pegiat sepak bola tanah air dan tentunya apreasi dari kami kepada Jacksen.

Pertandingan ini berkelas, karena kami disajikan taktik individu dari anak anak Papua maupun Santos FC dari Brasil. Fernando Pahabol yang enjoi pada pertandingan ini, begitu juga Boas Salossa yang tidak habis napasnya naik turun disegala lini untuk menjemput bola. Pemain dari Santos FC pun mampu mengimbangi serangan cepat yang dipergakan Mutiara Hitam.

Pedro De Castro, Victor Andrade, Seuvanio Santos pemain yang begitu bersemangat pada pertandingan di Indonesia. Menggiring bola dengan kualitas individunya, cukup baik. Walaupun kalah 2-1 dalam laga persahabatan ini, tetapi bagi Santos FC, bahwa klub klub asal Indonesia sudah bisa diperhitungkan. Sebagai pemain sepak bola dari negara yang langganan juara dunia, kehadirannya di stadion Maguwo Harjo pengalaman berharga.

Kemeriahan pada pertandingan Persipura vs Santos FC tak saja mendapat dukungan dari persipuramania di pulau Jawa, tetapi sahabat supporter dari Slemania, PSIM Joga, PERSIBA Bantul dan para pegiat sepak bola, ditambah mereka yang cukup tau dengan ketangguhan Santos, ikut bergabung.

Penulis sendiri seperti biasanya, seketika laga Persipura kali ini, dimanapun, termasuk yang ini, sudah wajib seharian pakai baju Persipura. Ini kebiasaan saya bila ada pertandingan Persipura dimanapun. Entah disiarkan langsung atau tidak, wajib kostum Merah Hitam melekat di badan hingga seharian.

“Merah Hitam”, tutup lapangan internasional yang cantik nan menawan di Jawa Tengah. Persipura main disini sama dengan main di Markas sendiri. Inilah kelebihan Persipura, disambut dimana mana. Anak anak Papua yang menimba ilmu diluar Papua, mereka otomomatis suporter persipura. 12 ribu Mahasiswa, Mahasiswi dan pelajar asal Tanah Papua yang berada di Jogja, belum lagi ditambah dari daerah lain, wajar saja, malam ini, markas PSS Sleman itu disulam jadi kandang Persipura.

Menurut MNCTV, berkomitmen menyuguhkan program-program olah raga yang berkualitas khususnya sepak bola di Tanah Air. Kali ini MNCTV menghadirkan friendly match atau pertandingan persahabatan yang berskala dunia antara  klub Indonesia melawan klub internasional. Tiga pertandingan antar benua di dalam   “Battle Of Leagues”  ini  dipastikan berjalan menarik  dan menjadi  pengalaman yang berharga bagi atlet sepak bola kita. Seluruh pertandingan akan disiarkan secara langsung oleh MNCTV.

Pertandingan pertama menghadirkan (Indonesia XI vs Fulham FC U-21),  Selasa, 1 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pertandingan eksibisi antara (Persipura Jayapura vs Santos FC U-23), Kamis, 3 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB. Persipura Jayapura yang tampil sebagai juara ISL-Indonesia Super League 2012/2013 telah membukus kekuatan raksasa asal Brazil, Santos FC U-23 yang telah kita saksikan bersama. Setekah ini, pertandingan selanjutnya mempertemukan antara Arema Indonesia  vs  Eintracht Frankfurt FC U-23, Sabtu 5 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB, diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Arema Indonesia sedianya tampil di hadapan puluhan ribu Aremania akan tampil habis-habisan melawan klub Bundes Liga asal Jerman, Eintracht Frankfurt FC U-23.

Lepas dari pertandingan dengan Santos FC, Persipura telah menunjukan kualitas bermain yang cukup rapih. Sudah bisa dipastikan, bahwa tanpa Jacksen dan Zahrahan, anak anak Papua punya kualitas yang begitu sempurna. Selain menekuni kompetisi musim yang akan datang dan sambut AFC CUP.

Pelajaran bagi Persipura dari Santos FC adalah bagaimana membina para talenta muda, baik di Persipura U-19 maupun U-23. Ini menarik karena pembinaan klub Santos telah mencetak para pemain muda berkualitas dunia. Pembinaan sepak bola perlu di tingkatkan. Santos FC punya pembinaan pemain muda dari usia 12 tahun hingga usia 23 tahun. Persipura juga membina pemain U-19 sampai U-23.

Permainan Persipura cukup menetralkan adrenalin saya yang tak habis pikir dengan praktik korupsi yang menyusup masuk bahkan bersarang pula di tubuh penegak hukum. Kesal, kecewa, marah dicampur apatis pula, tapi kegerian memandang masa depan negri ini, kembali pulih setelah puas menyaksikan kelihaian anak anak Papua menjamu Santos FC. Persipura adalah obat yang cukup mendamaikan pikiran, jiwa dan raga kita semua. Begitu juga perayaan kemenangan bagi hari ulang tahun Persipura yang ke-50. Jayalah Persipura, Indonesia!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 7 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 13 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Air …

Hotman J Lumban Gao... | 7 jam lalu

Penguasaan Sumber Daya Strategis …

Kang Warsa | 7 jam lalu

Ironi Setalah Dialog Kerukunan dan …

Sapardiyono | 7 jam lalu

Kepercayaan untuk Pemimpin Baru …

Kasmui | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: