Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Primata Euroasia

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Rahmad Darmawan: Permainan Timnas U-19 Mirip dengan Tim Asuhannya

REP | 23 September 2013 | 07:52 Dibaca: 2402   Komentar: 23   2

Euforia keberhasilan timnas U-19 merebut gelar Piala AFF U-19 masih terus berlanjut. Dan, sebagaimana kata pepatah ada gula ada semut, keberhasilan anak didik pelatih Indra Sjafrie mengundang berbagai pihak untuk ikut berkomentar dan mengucapkan selamat. Tak terkecuali pelatih timnas U-13 yang sampai saat ini masih juga melatih tim Arema Cronous, Rahmad Darmawan.

Menurut RD, gaya permainan atraktif yang ditunjukkan Evan Dimas dkk mirip dengan pola permainan anak asuhnya saat berlaga di Sea Games 2011 lalu. Saat itu, RD mampu membawa anak didiknya mencapai babak final, namun sayangnya gagal merebut medali emas usai kalah adu penalti melawan Malaysia.

“Dua tahun lalu permainan tim saya kan seperti itu. Jadi itu bukan hal yang baru. Kalau sekarang kebetulan terlihat dominan karena mereka punya usia yang sama dengan pemain lawan dan mereka memiliki persiapan yang cukup lama dengan hanya sedikit pemain keluar masuk tim,” ujar Rahmad.

Pelatih yang akrab disapa RD itu menambahkan cara bermain dengan bola-bola pendek, dan selama mungkin melakukan penguasaan bola memang yang paling pas untuk ukuran postur pemain di Indonesia. Apalagi, para pemain Indonesia biasanya memiliki kelebihan kecepatan dalam berlari jarak pendek.

Sayangnya, RD mungkin lupa atau pura-pura lupa, disaat dia menangani timnas saat ini, pola permainan tim berubah drastis dengan lebih banyak mengandalkan long pass jauh ke depan. RD sendiri beralasan, agak sulit untuk menyeragamkan pola permainan antar pemain karena setiap pemain datang membawa filosofi permainan dari masing-masing klubnya. Sehingga pelatih di timnas membutuhkan waktu lagi untuk menyamakan visi bermain para pemainnya. “Menurut saya, seharusnya sudah diseragamkan,” pungkas mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Jika sudah menyadari filosofi permainan tiap pemain berbeda, dan butuh waktu untuk menyamakan visi, maka seharusnya RD sadar, bahwa persiapan timnas dalam menghadapi setiap permainan butuh waktu yang lama juga. Tidak seperti yang dilakukan BTN, PSSI dan juga pelatih timnas sendiri, dimana persiapan timnas selalu singkat. Dan akhirnya kambing hitam ¬†yang selalu muncul adalah “kurangnya persiapan”.

Tags: garudamuda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: