Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

La Nyala M, Komitmen Paradigma Baru, Pertahankan Indra Syafri Pelatih TimNas U19.

REP | 23 September 2013 | 20:12 Dibaca: 4255   Komentar: 35   13

13799418711283207334

sumberfoto,www.seputartimnas.com

.

Juara Piala AFF U-19, BTN Perpanjang Kontrak Indra Sjafri

Indra Sjafri: Tidak Ada Pemain Bintang

La Nyala: Pemain Timnas U-19 Dijauhkan dari Infotainment

Angin segar tertiup di atmosphere sepakbola Indonesia, mengiringi keberhasilan TimNas U19 yang dipimpin oleh pelatih Indra Syafri menjuarai Piala AFF U19 2013 yang diikuti oleh TimNas Negara Negara tetangga, yang sudah lebih maju dan teratur, serta tak mengalami gangguan apapun dalam pembinaan sepakbolanya.

Sementara Indonesia sedang menghadapi perubahan atmosphere sepakbola yang mau tidak mau pasti memberikan pengaruh besar kepada pembinaan sepakbola Indonesia.

Perubahan paradigma dan perubahan visi yang tak bisa dihindari ketika lengsernya Nurdin Halid dari tampuk pimpinan, sekaligus menghadirkan pemikiran baru dan perubahan visi dan paradigma dalam menangani sepakbola Indonesia.

Carut marut pengurusan sepakbola menjadi semakin terbengkelai dengan masih terikutnya upaya menguasai sepakbola, untuk kepentingan kelompoknya, namun hal itu ternyata tidak mudah dan menemui jalan yang buntu, dan tembok tebal pertahanan masyarakat sepakbola.

Independensi sepakbola masih menjadi harapan dan dambaan seluruh masyarakat sepakbola, dan membawanya kepada habitat pertumbuhan sepakbola yang lebih kondusif, dan memperoleh dukungan yang menyeluruh dari seluruh Rakyat Indonesia.

Era politisasi kini mulai menemui jalan buntu dan secara realistis mesti mengakui kebersamaan dan persaudaraan dalam wahana sepakbola dengan menanggalkan kepentingan kelompok dan golongan.

Perubahan Visi dan paradigma adalah hal biasa dalam perjalanan suatu masyarakat, termasuk dunia sepakbola kita. Oleh karnena itu tak perlu menjadi geram dan gusar yang tak akan memperoleh manfaat apapun.

Benar kata Indra Syafri, bahwa pada usia menginjak dewasa ini, belumlah bisa dikatakan atau disebut sebagai bintang, semua masih dalam taraf perkembangan yang mesti dijaga dan menemukan jalan menuju puncak.

Justru kini sedang menapak kelevel, yang akan menemui banyak halangan dan rintangan yang bersifat individu, dan tentu akan sangat mempengaruhi karakter dan karier pemain dimasa depan. Pelatih dan juga Pengurus PSSI hanyalah memberikan wahana yang kondusif untuk mereka bisa berkembang.

Oleh karena itulah, seluruh pemain harus terus mengasah diri untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada agar memperoleh tempat dalam skuad yang akan disusun pelatih untuk pertandingan dan turnamen berikutnya.

Semua bisa saja terjadi, kali ini ada beberapa pemain yang menonjol namun bisa jadi pada tim skuad berikutnya, ternyata justru anjlok kondisinya yang tak memungkinkan untuk mampu bersaing dengan pemain lain.

Tentu saja perubahan dan perkembangan ini selalu ada dalam pantauan dengan penilaian secara obyektip yang benar benar difahami oleh semua pihak.

Pada turnamen Piala AFF U-19, muncul nama-nama pemain yang digadang-gadang menjadi bintang di masa mendatang seperti penyerang sayap Ilham Udin Armaiyn, gelandang Muhammad Hargianto, penjaga gawang Ravi Murdianto, dan kapten Evan Dimas Darmono.

Dari semua itu kali ini, yang paling menonjol adalah Evan Dimas dan kemudian Ilham udin, namun semua itu tidak menjamin seratus prosen untuk memperoleh tempat dimasa datang, kalau tidak bisa mempertahankan kondisi dan kemampuannya pada level yang kompetitip dalam Skuad yang akan disusun.

Seperti yang dinyatakan oleh Indra syafri, “Nggak ada pemain inti atau pemain bintang di tim saya. Siapa Evan? Dia belum jadi apa-apa. Masih perlu waktu membuktikan dirinya. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh pemain dan ini baru awal. Jalan mereka masih panjang,” kata Indra kepada Berita Kota Super Ball menjelang laga final Piala AFF U-19 kontra Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9).

Prinsip kepelatihan Indra syafri yang begitu impressif, telah membuka cakrawala baru dalam menyusun satu TimNas yang selalu kompetitip dalam pertandingan dan turnamen, dimanapun dan kapanpun, karena selalu didasarkan kepada kesiapan pemain saat itu juga.

“Filosofi saya sederhana. Sepak bola adalah permainan tim. Seluruhnya bertautan. Saling berhubungan. Dan Indonesia memiliki banyak pemain bagus kalau seleksi benar-benar merambah ke daerah. Ada banyak bintang dan semestinya setiap pemain menjaga perilaku sikap di dalam serta luar lapangan untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama,” tambah pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu.

Hasil yang menggembirakan dari Indra Syafri sebagai pelatih yang selama 2 tahun, membuktikan hasil tangan dinginnya telah memberikan kesadaran baru, bagi Pengurus yang selama ini meragukan, kecuali Djohar Arifin yang justru mati matian mempertahankannya, agar terus melanjutkan program yang telah disusun sejak 2 tahun yang lalu.

Mengejutkan tanggapan positip yang di apresiasikan oleh La Nyala ketua BTN kepada Indra Syafri, atas keberhasilan melaksanakan program Djohar Arifin, yang nyata nyata telah memberikan Visi dan Misi baru serta merubah Paradigma dari pengurus lama.

La Nyala M dengan mantab kini ikut mendukung sepenuhnya program pembinaan dengan cara berjenjang, dengan meninggalkan program instant yang terbukti telah tertumbangkan dengan keberhasilan TimNas U19 menjuarai Piala AFF U19 2013 .

Bahkan dengan perhatiannya Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti menitipkan, pesan kepada pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri untuk memproteksi Evan Dimas dkk dari kegiatan non sepak bola yang menyebabkan mereka jadi bahan ekspolitasi media.

“Jangan dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Terlalu dini,” ujar La Nyalla dalam rilis yang diterima wartawan.

Kegemilangan Timnas U-19 di ajang Piala AFF U-19 di Jawa Timur membuat para pemain menjadi populer. Beberapa stasiun televisi meminta anak-anak untuk hadir di acara hiburan maupun entertainment.

Namun La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai, cara seperti itu bisa merusak mental anak-anak. Seharusnya pemain fokus saja di sepak bola.

“Beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio. Masa anak-anak mau diboyong kesana –kemari, itu bisa merusak mental anak-anak. Mereka harus fokus, masa depannya masih panjang,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

Perhatian yang begitu baik dari seorang La Nyala memberikan indikasi kuat akan terjadinya perubahan yang mendasar dalam kepengurusan sepakbola Indonesia dimasa depan.

Nilai nilai obyektip, sportifitas dan fairplay, dengan pembinaan berjenjang, yang harus diusung dan diperjuangkan, dengan sekaligus meninggalkan paradigma lama dengan system pengaturan dan pola pembinaan Instan adalah kemajuan yang perlu kita sukuri.

Karena dengan komitmen menjalankan paradigma baru dengan visi dan misi baru, maka semua akan kembali kepada pembinaan yang mengikuti pola system dan prosedur manajemen yang sesuai dengan aturan yang ada.

Terbukti dengan keputuan BTN dengan memperpanjang kontrak dan mempercayalan kembali TimNas U19 kepada Pelatih Indra Syafri, dengan segala konsekwensinya.

“Indra Sjafri telah mampu memenuhi target BTN memboyong trophy AFF U-19. BTN memberikan kepercayaan kepada Indra untuk terus memimpin anak-anak di laga selanjutnya,” ujar Ketua Umum BTN, La Nyalla Mahmud Mattalitti, dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (23/9/2013).

Yang selanjutnya , TimNas U 19, Evan Dimas dkk akan menjalani laga selanjutnya di babak kualifikasi Piala Asia U-19 Grup G, dimana Indonesia akan bertemu dengan Korea Selatan, Laos, dan Filipina. Pertandingan dilangsungkan di Jawa Timur pada 8 – 12 Oktober.

Apabila berhasil melaju ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar, menurut La Nyalla, Indra Sjafri akan dipercaya menangani tim sampai SEA Games tahun 2017.

“Saya berharap Sea Games 2017, anak-anak ini menjadi skuad inti dan dipimpin oleh Indra Sjafri. Semoga saja,” ujarnya.

Komitmen yang melegakan dari seorang La Nyala Matalitti, telah membuka selubung terjadinya rekonsiliasi menyeluruh, untuk segera bersama sama membangun sepakbola dengan memgumpulkan segala potensi yang ada.

Semoga merupakan awal masuknya era sepakbola, dengan visi dan misi yang berdasarkan atas paradigma baru, seperti yang di canangkan oleh Djohar arifin ketika menggantikan rezim yang lama.

Seluruh komponen bangsa akan segera ikut serta menangani dan memikirkan dengan sepenuh hati, apabila PSSI mengurus sepakbola dengan obyektip sesuai dengan kaidah2 sportifitas, fairplay dan untuk kepentingan masyarakat.

Menanggalkan kepentingan golongan dan kelompok demi kemaslahatan seluruh bagsa Indonesia, dalam membawa misi kehormatan bangsa Indonesia di kancah International.

PSSI seharusnya diurus dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan dari seluruh kekuatan yang ada dari seluruh bangsa, demi memperoleh kebersamaan dan persaudaraan seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampau merauke.

Tanggalkan kepentingan pribadi dan golongan, selama terjun dan berada didalam wahana Sepakbola.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta 23 September 2013

.

Zen Muttaqin

.

Tags: garudamuda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: