Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Balya Nur

yang penting menulis, menulis,menulis. balyanurmd.wordpress.com ceritamargadewa.wordpress.com bbetawi.blogspot.com

Jebreet… Goaaaaal

OPINI | 23 September 2013 | 08:25 Dibaca: 722   Komentar: 0   0

Jebreet..Goaaal…Lapar dan haus juara telah hilang lenyap, kemenangan telah Engkau berikan. Teriakan kegembiraan seluruh masyarakat Indonesia serempak bergema di langit Indonesia setelah tendangan pinalti Ilham Udin Armain menjebol gawang Vietnam. Labil prestasi sepak bola selama 22 tahun terbayar lunas oleh garuda muda “ 19 my age.”

Pembinaan sepak bola Indonesia telah berjalan pada jalur yang benar. Mulai dari pencarian bakat, menyeleksinya dengan ketat, tanpa intervensi para pertinggi. Murni untuk prestasi di tangan orang yang mengerti. Perjalanan mulai dari penyisihan group sampai ke final murni untuk prestasi tanpa selebrasi ke televisi, tanpa bertamu ke para petinggi negeri ini, tanpa arak-arakan keliling kota, karena memang juara belum di tangan. Pelatih Sjafri Indra juga jauh dari pancitraan. Di kepalanya hanya ada satu kata ”kemenangan”

Di Babak final juga tidak dihadiri oleh pejabat, tapi oleh dukungan murni masyarakat yang tanpa henti memberi semangat hingga seolah tanpa lelah garuda muda tidak kehabisan nafas bergerak lincah selama 120 menit.

Aset berharga ini mesti terus dijaga. Kemenangan, kepopuleran terkadang memabukkan. Kita telah belajar dari “ kasus” Kurniawan DY dan kawan-kawannya semasa kejayaannya. Kepopuleran telah merubah pola hidup mereka. Virus selebritis telah mengikis sedikit demi sedikit prestasi Kurniawan CS. Ini pelajaran berharga.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya yang terbaca di lapangan, kemenangan tidak membuat garuda muda ini mabuk, Nampak ketika selebrasi saat menjembol gawang lawan. Para pemain dan pelatih tidak lupa sujud syukur, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Tuhan. Mereka telah memberi pelajaran kepada para seniornya, bahwa rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan adalah hal yang harus diutamakan, hingga kita tidak terjerumus pada kesombongan.

Belum lagi intervensi para petinggi yang konon banyak mencampuri urusan tim pelatih. Perjalanan masih panjang. Di televisi Menpora berjanji pada pelatih Indra Sjafri akan menjaga intervensi itu. Kita lihat saja nanti. Kita tunggu jebretan jebretan berikutnya. Goaaaaal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tour ke Kantor Pusat Perserikatan …

Faizal Amin Haderi | | 19 April 2015 | 09:35

Kisruh PSSI, Dari Pembekuan Hingga Dukungan …

Hasto Suprayogo | | 19 April 2015 | 09:39

[ACEH] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

Presiden Tertukar “Kang Emil” …

Axtea 99 | | 19 April 2015 | 04:21

Kompasiana Nangkring bareng PGN: Kotaku Kota …

Kompasiana | | 11 April 2015 | 00:58


TRENDING ARTICLES

Premium Diganti Pertalite Akal-Akalan …

Ashwin Pulungan | 7 jam lalu

Kenapa Kursi untuk Jokowi Putih dan Kepala …

Imam Kodri | 12 jam lalu

Pasca Dibekukan, Kompetisi ISL Bakal …

Himam Miladi | 15 jam lalu

Di Balik Sengketa Izin Reklamasi Pantai …

Daniel H.t. | 16 jam lalu

Rencana Pembunuhan Jokowi, Krisis Demokrasi …

Christian Kelvianto | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: