Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Atm0

I am what I eat

AFF U-19: Fakta-fakta Tidak Benar mengenai Timnas U-19

OPINI | 23 September 2013 | 08:13 Dibaca: 10106   Komentar: 8   0

Akhirnya AFF U-19 pun selesailah sudah dan Indonesia dengan Timnas U-19 nya pun menoreh kebanggaan dengan memenangkan turnamen tersebut walau dengan susah payah. Jebreeet…..begitu gol kemenangan Ilham terjadi kegembiraan dan kebanggaan pun terasa memenuhi dada segenap para pendukung Timnas Indonesia, seakan-akan lambang garuda menjadi besar di setiap dada penduduk INDONESIA. Marilah kita menenangkan diri sejenak dari euforia manis ini dengan menganalisa fakta-fakta yang tidak benar mengenai timnas U-19 ini.

-

Fakta 1: Timnas U-19 ini adalah berisi pemain-pemain naturalisasi, terbukti timnas ini dibentuk pada saat Indonesia gencar-gencarnya membuat kebijakan naturalisasi, maka secara diam-diam Indonesia menaturalisasi para bocah-bocah keturunan Indonesia yang ada di Luar negeri dan disamarkan sebagai penduduk asli Indonesia. Tidak percaya?? lihat apakah selama ini Timnas Indonesia mampu bermain all out attack selama 90 menit lebih tanpa adanya cedera atau kelelahan (kram). Bukankah selama ini Timnas Indonesia di babak kedua selalu tidak mampu menyerang dengan efektif sehingga banyak gol tercipta oleh lawan di babak kedua?? jadi cuma ada satu jawaban…Timnas U-19 bukanlah orang Indonesia asli.

-

Fakta 2 : Turnamen AFF U-19 adalah turnamen kelas dua, karena yang bermain adalah para pemain amatir atau junior. AFF yang asli atau yang kelas utama adalah AFF yang pemainnya adalah para pemain Liga terbaik atau liga kasta tertinggi di negara ASEAN. Tidak mungkin kemampuan para junior dan amatir bisa disamakan dengan Para pemain liga terbaik. Jadi kesimpulannya, ini adalah turnamen junior atau turnamen kelas dua yang kurang berarti.

-

Fakta 3: Kemenangan Indonesia di Piala AFF U-19 ini sudah di-set dari awal, karena lokasi turnamen di Indonesia jadi mudah untuk mafia bergerilya. Karena tidak mungkin secara logis bahwa kemampuan anak kemaren sore melebihi kemampuan para pemain Liga terbaik yang selama ini belum pernah menang di piala AFF yang sebenarnya (tanpa embel-embel U). Jadi, buat apa kemenangan kalau ternyata hanya buah dari mafia bola.

-

Fakta 4: Kemenangan ini adalah mutlak hasil kerja keras PSSI, coba apabila PSSI melalui BTNnya tidak mulai mencari bibit-bibit pesepakbola yang bagus, tidak mungkin pelatih Timnas bisa memiliki pribadi-pribadi yang sekarang ini menjadi Timnas U-19. Jadi, Timnas ini ada karena mutlak kerja keras PSSI, sehingga PSSIlah penentu juara AFF U-19.

-

Nah, kira-kira demikianlah fakta-fakta mengejutkan yang tidak benar mengenai Timnas Indonesia untuk piala AFF U-19 ini. Memang kegembiraan, sukacita dan asa yang besar telah memenuhi hati para penikmat bola kaki di Indonesia. Memang jujur, masih banyak kelemahan dan kekurangan di dunia sepak bola kita, akan tetapi walaupun demikian marilah kita sejenak tersenyum dan tertawa atas hasil yang luar biasa ini.

Bravo TIMNAS,

-

Penulis

-

-

-

PS : kedamaian, kebahagiaan, dan kegembiraan bukanlah hasil dari sebuah kemenangan, karena hasil dari kemenangan adalah perjuangan untuk bertahan lebih lama. Maka, lakukanlah itu selama engkau berjuang maka kemenangan akan terasa lebih “MANGTABS”

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 6 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 7 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 8 jam lalu

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: