Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Maulana Rejeki

anda ingin berbisnis? silahkan dengan saya hub: nandamaulana123@gmail.com dijamin sama sama untung asal sesuai dengan selengkapnya

Telah Lahir Juara Muda Baru U19

OPINI | 21 September 2013 | 12:55 Dibaca: 2679   Komentar: 5   0

Ada saja keraguan sebagian orang Tim Garuda U19 pada piala AFF bakalan memenangkan pertandingan melawan Vietnam. Bahkan hanya sedikit orang berani bertaruh bahwa Tim kesayangan tanah air ini bisa mengangkat trofi pada puncak laga ‘balas dendam’ melawan Vietnam. Padahal tim Garuda kali ini memiliki bintang Timnas U19 sedang bersinar di tahun 2013 dan dapat diamati,  dengan adanya Kapten yang pandai meracik permainan yang apik dalam setiap permainan.

Pemain Tim Garuda ‘on Fire’ sekarang ini dengan menilik nama-nama yang memiliki faktor yang mendukung untuk memenangkan pertandingan final minggu 22 September 2013, antara lain:

  • Indra Sjafri, pelatih ini meski berbadan tambun namun memiliki ketajaman dalam membaca kelemahan Tim anak asuhannya dan berusaha mengarahkan saat ruang ganti dan sebelum pertandingan dimulai. Melihat kemampuannya mempelajari kelemahan lawan pada pertandingan peak perform mereka, sehingga tidak salah dalam menghitung kekuatan tim lawan.
  • Evan Dimas Darmono, pemain yang sempat dilatih oleh Pep Guardiola ini selain memiliki ketajaman dalam mengolah bola serta dapat berkordinasi dengan kawan-kawan sesama pemain dengan sangat baik. Dalam perjalanan hidupnyapun sebagai orang awan yang belum pernah menyukai bola akan melihat factor X yang terdapat dalam dirinya dan ini dapat menyebarkan keberuntungan kepada para pemain yang lainnya.
  • Ilham Udin Armayn, pemain yang memiliki kecepatan dan pandai membaca arah bola umpan kawan serta memiliki ketajaman melihat peluang ruang  arah tembak dalam menggolkan bola.
  • Maldini Pali, pemain sayap ini bisa diandalkan dalam menggiring bola dengan kemampuan individu yang cukup baik. Koordinasi antar kawan dapat terjaga dengan baik meski terlihat kadang berada pada posisi sendirian pada pertahanan lawan.
  • Rafi Murdianto, penjaga gawang harapan tim Garuda muda yang memiliki ketajaman menahan laju bola dan arah tembak lawan yang tepat.
  • Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Striker dengan kecepatan menggiring bola dan kerjasama yang dikembangkan bisa menghasilkan pertandingan yang lebih tajam. Meski ketajaman tembakan tidak konsisten, terkadang bagus dan terkadang tidak sesuai dengan keinginan dirinya sediri.

Melihat pertandingan awal melawan tim Vietnam terlihat jelas, Tim Garuda Muda bukan dalam puncak permainannya. seakan tidak lepas, serba-salah dan sering membuat kesalahan sendiri. Hal wajar karena begitu banyaknya tekanan untuk memenangkan pertandingan disetiap pemain muda kesebelasan tanah air. Beban itu sekarang terasa ringan ketika yang ditemu di final adalah tim kesebelasan Vietnam. Seakan sarana pembuktian bahwa babak penyisihan kami boleh kalah, tapi kami akan membuat perhitungan balas dendam yang terkordinir. Perbaikan dan mengasah ketajaman menggolkan bola ke gawang lawan  terus di asah tanpa melupakan pertahanan serapat mungkin.

Permainan ini terlihat dari kacamata pengamat bola, pemain tetap menyajikan penekanan serangan awal tanpa memberi ruang gerak bagi pemain lawan mendapat bola. Tak akan ada lagi pemain yang berlama-lama memainkan bola tanpa konsentrasi penuh. Dapat diperkirakan pertunjukan akan menarik sekali, sebab begitu dominannya pemain Indonesia memainkan bola tanpa sedikitpun kesalahan dalam babak final kali ini. Puncak penampilan ada pada Tim kesebelasan Garuda U19 dengan permainan strategi yang jitu serta ketajaman menghasilkan gol disebabkan oleh penurunan penampilan tim lawan yang mengalami tekanan yang luar biasa dari serangan pemain garuda dan penonton. Kembali ‘Factor L ‘ada pada TIM GARUDA MUDA RI. Selamat juara baru  anda kami tungu menggapai trofi kebanggaan sebagai hadiah yang lama kami nantikan.

NB :  Menurut Prakiraan Shio ‘Jenggot’ pemain Timnas hanya memperoleh ‘cukup’ untuk memenangkan trofi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: