Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Gendeng Irng

seorang penulis pemula

Ketika yang Muda yang Jadi Harapan (Tentang Timnas u-19)

OPINI | 17 September 2013 | 05:42 Dibaca: 574   Komentar: 1   0

empat laga sudah dalam rentang 7 hari dilalui garuda muda dengan tiga kemenangan dan sekali tumbang. ada jalan di depan mata, walau bisa saja terpeleset dan jatuh terjungkal sebelum melaju ke semifinal aff cup.
selamat buat prestasi evan dimas dkk sejauh ini, namun tak lupa rasa terima kasih saya sampaikan pada mnc tv dan para suporter di jawa timur dan jawa tengah yang membuat event ini jadi sebuah event besar yang ramai dan layak diperbincangkan selayaknya aff cup tuk timnas senior.
mungkin di negara lain tak ada stadion yang semeriah saat laga garuda muda kala timnas junior berlaga. lihat saja piala dunia u-23 lalu yang sepi-sepi saja, walau talenta muda dunia beraksi dan pers sedunia menggaungkannya. kali ini bukan u-23 atau u-21 yang tampil, lebih muda lagi: u-19, tapi lihatlah meriahnya suasana di 4 laga mereka.
kenapa bisa? selain masyarakat kita haus tontonan, haus prestasilah yang mengundang mereka datang di stadion atau setidaknya bertahan di chanel mnc tv selama garuda muda berlaga. kemenagan 5 gol di laga versus brunai telah mengundang aroma prestasi. maka laga berikut seolah digaransi akan adanya aksi ciamik. menang lagi atas myanmar kian buktikan itu. namun garuda muda ditohok vietnam di kala ekspektasi sudah demikian besar.
tak apa, toh kekalahan di fase grup adalah sebuah pelajaran, jangan sampai terulang kembali saja. malah jaya di grup seperti timnas di aff 2010 lalu memberi kegetiran kala ekspektasi masyarakat itu baru mendapat cobaan di partai final yang akhirnya menawarkan semua yang tadinya di rasa manis.
thailand pun sukses jadi come back maldini cs. nah, semoga ini jadi semangat menghadapi laga hidup mati kontra malaysia kelak.
yang muda seperti kalianlah yang kini kami harapkan para garuda muda. penuh semangat, determinasi, stamina, plus murni tanpa embel-embel politis dan memikirkan periuk nasi atu mengepulnya dapur karena belum ada tuntutan wajib.
teruslah berjuang dan retas jalan hingga jaya kelak di usia senior. jangan terang seketika namun tenggelam sesudahnya. maju garudaku!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 11 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 11 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

That is How You Kill Me …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Tiga Hal yang Ingin Saya Lakukan di …

Hendra Wardhana | 9 jam lalu

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 10 jam lalu

[Cerminsiana] Candra Buana …

Fadli Hermawan | 11 jam lalu

SBY (Mungkin) Adalah Tipe Orang yang …

De Baron Martha | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: