Back to Kompasiana
Artikel

Bola

ISL Musim Depan: Menanti Laga Persebaya vs Arema

REP | 15 September 2013 | 15:02 Dibaca: 3158   Komentar: 26   2

(Doc : Febri Setiadi Hamzah)

Laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di pentas sepakbola nasional disebut-sebut sebagai el clasiconya Indoneisa. Pertandingan sarat emosi kedua tim ini tak jarang berujung pada pertikaian antar kelopok supporter The Jak dan Viking.

Namun sejatinya tak hanya laga Persib dan Persija saja yang layak kita sebut sebagai laga el clasico. Seperti halnya di ujung barat Pulau Jawa , di belahan timur Pulau Jawa terdapat dua klub yang saban bertemu selalu menjanjikan gesekan-gesekan panas antar supporter baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. Kedua kubu saling mengklaim diri sebagai klub dan supporter terbaik di daerahnya. Yap itu dia laga Arema Malang vs Persebaya Surabaya dan Aremania vs Bonek.

Sudah 3 tahun kedua tim ini hampir dapat di katakan tidak pernah bertemu dalam satu lapangan membuat kelompok supporter seolah kurang greget. Barangkali Aremania masih bisa menumpahkan andrenalin mereka kala Arema bertemu Persib Bandung namun tidak demikian dengan Bonek mereka tidak mendapat musuh yang nyata setelah hanya bersaing dengan kelompok-kelompok supporter yang hanya berstatus anaka bawang akibat kompetisi yang mereka ikuti hanya berada di level II setelah degradasi 3 musim yang lalu.

Tentu saja ketidak adanya saingan ini membuat Bonek secam ada benci-benci rindu dengan rival abadi mereka Aremania.

Dengan promosinya kembali Persebaya Surabaya ke kancah sepakbola tertinggi Indonesian Super League tahun depan kemungkinan besar persaingan kedua kelompok supporter akan kembali tersaji di lapangan.

Persebaya Surabaya yang selama dua tahun ini sepi dukungan akibat terjerembab ke kasta ke dua mulai kembali banjir supporter ini terbukti dengan hadirnya hampir 10 ribu Bonek untuk mendukung Persebaya Surabaya dalam laga puncak tadi malam.

Hamin Gimbal ketua Yayasan Suporter Surabaya yang menaungi Bonek Persebaya bahkan rela mencukur seluruh rambut gimbalnya saking gembiranya menyambut kedatangan Persebaya Surabaya pada kancah sepakbola tertinggi Indonesia. Tentu saja hal yang tak kalah penting kembali beradu kreatifitas dengan musuh bebuyutan mereka Aremania.

Semangat persaingan kembali dikobarkan Cak Hamin dan kawan-kawan lewat pesan-pesan yang disebarkan melalui dunia maya yang seolah membalikkan ejekan yang pernah dilontarkan oleh Aremania bahwa Bonek adalah kelompok supporter manja dan terkesan suka gratisan serta ogah berjuang untuk mendapatkan tempat di kasta tertinggi.

“Maaf Kami Juara, Kami Kembali Dengan Tetesan Keringat, Bukan Gratisan Seperti Yang Kalian Tuduhkan “ demkian komentar seorang Bonek di laman FP Aremania.

Tidak hanya Bonek yang rindu rivalitas ternyata Aremania juga benci-benci rindu terhadap Bonekmania, ini dibuktikan dengan ejekan-ejekan “salam jilat ludah” yang di peruntukkan bagi Bonek mulai kembali memberi dukungan kepada Persebaya setelah 3 tahun ogah memberi dukungan. Namun demikian Aremania juga sangat antusias dengan kembalinya Persebaya dan Bonek ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Sementara itu Benny Bonek mania ketika ditemui persiapan konvoi juara Divisi Utama hari ini (15/09) menyambut antusias kembalinya Persebaya ke ISL dia berharap kembali menyaksikan laga penuh emosional di Stadion Gelora Bung Tomo utamanya laga Persebaya vs Arema.

Kami siap memberi dukungan penuh kepada Persebaya baik saat pertandingan kandang maupun pertandingan tandang ISL musim depan ungkap Benny.

So menarik di tunggu…..!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 3 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 8 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 8 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: