Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Justin Doank

"aku mengenalmu sampai ke dalam hatimu.. engkau mengenalku sampai ke dalam hatiku.. maka kita saling selengkapnya

Hebatnya Pemain Timnas U19 Indonesia di Mata Pelatih Myanmar…

OPINI | 13 September 2013 | 10:43 Dibaca: 11436   Komentar: 28   5

13790387241314451219

gambar dari republika.co.id

Hebatnya Pemain Timnas U19 Indonesia Di Mata Pelatih Myanmar

Para pecinta Timnas pastinya sudah mengetahui baik dari berita, nonton langsung atau nonton lewat layar kaca MNC TV, ketika Timnas U19 Indonesia sukses melibas Myanmar dengan skor 2-1, diubah dari rencana semula 3-1 kerana pertimbangan bobot peta taruhan. Berbagai reaksi,ulasan, penilaian bermunculan baek di kanal bola kompasiana atau media lainnya. Dengan torehan kemenangan ini maka Indonesia untuk sementara sukses memuncaki klasemen…

Selain ada yang memuji dengan cara unik sehingga terkesan melecehkan kalo dibaca sekilas, dua kilas atau tiga kilas, lebih banyak lagi yang melontarkan apresiasi atas perjuangan para pemain di lapangan. Salah satu pihak yang menerbangkan pujian itu adalah Mr. Gerd Zeist yang notabene adalah pelatih tim Myanmar yang baru saja dijungkalkan Garuda 19.

“Indonesia punya pemain yang kuat. Skill mereka berada di atas pemain Myanmar. Kami juga salut dengan penonton Indonesia, yang fantastis dalam memberikan dukungan,” kata Gerd, usai pertandingan.

“Permainan sangat bagus, suasana kompetitif yang sportif juga tampak di lapangan. Hanya karena finishing yang tidak sempurna, kami harus mengakui kemenangan Indonesia,” kata Maung Maung Soe,kapten Myanmar yang sepanjang pertandingan beradu level permainan dengan Evan Dimas, kapten Garuda 19 yang juga calon pemain klub kebanggaan bonek, Persebaya 1927 kalau jadi…

Lepas daripada semua pujian, kritikan atau apresiasi yang disampaikan dengan cara unik, para pecinta timnas tentunya mengharapkan level permainan Garuda 19 akan semakin meningkat dari pertandingan ke pertandingan guna berjuang merengkuh gelar juara satu yang sudah jadi momen langka di dunia bal-balan nasional ini. Beberapa catatan kecil ini mungkin diperlukan supaya level permain bergerak naik didukung oleh ketahanan fisik yang tetap prima dan kesatuhatian bermain sebagai sebuah tim bisa terwujud:

Satu: mutlak diperlukan rotasi pemain, mengingat jadwal padat yang menuntut sebuah tim bertanding hanya selang satu hari, toh kemampuan para pemain inti dan cadangan relative merata.

Dua: kegemaran hampir seluruh pemain untuk mendribel bola entah itu pemain depan, tengah bahkan pemain belakang musti dihilangkan. Cukup dua atau tiga pemain saja seperti Evan Dimas,Maldini atau Paulo Sitanggang yang diberi kebebasan supaya bisa bermain efektif.

Tiga: Persatuan Indonesia!

Empat: Sesekali masih ada kesan pakem bahwa nendang bola itu musti kudu ke arah depan sehingga masih terjadi bola yang dengan susah payah direbut akhirnya dibuang percuma.

Lima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia!

Nantikan besok siang: prediksi hasil pertandingan Indonesia vs Vietnam langsung dari jalurnya mafia…

Heu heu heu…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 12 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Peniti Community, Wadah Kompasianer …

Isson Khairul | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: