Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Pesa Pesa

manusia biasa

AFF Cup U-19: Laga Ketat dan Melelahkan, Indonesia Sikat Myanmar 2-1

HL | 12 September 2013 | 22:28 Dibaca: 1630   Komentar: 33   6

13790183401240205260

Ilustrasi/ Admin (Kompas.com)

Indonesia malam ini kembali menunjukkan keperkasaannya di AFF Cup U-19 dengan mengalahkan Myanmar 2-1. Dengan komposisi yang sama seperti di laga perdana melawan Brunei Darussalam termasuk AlQomar dan Ilham Udin yang mengalami cedera di laga perdana, timnas mengawali laga dengan baik. Baru beberapa menit berlangsung, Evan Dimas dengan dingin menceploskan gol ke gawang Myanmar.

Diawali pergerakan lincah Evan Dimas dari sisi tengah, kapten timnas ini lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Myanmar. Dengan tendangan terukur yang tidak terlalu keras, Evan Dimas melambungkan bola dari luar kotak pinalti ke arah gawang. Penjaga gawang Myanmar yang tidak dalam posisi ideal berusaha menggapai bola yang melambung tinggi tapi tidak bisa ditepisnya. Gooolll…skor 1-0 untuk Indonesia.

Laga kali ini benar-benar ujian sebenarnya dari timnas Indonesia, Myanmar benar-benar tampil ngotot baik menyerang maupun bertahan. Tanpa kenal lelah terus menggempur pertahanan Indonesia. Sehingga merepotkan skuad Indonesia. Umpan satu dua Maldini cs yang sebelumnya menyihir para penggemar Indonesia, kali ini sangat jarang terlihat.

Beruntung Indonesia masih tetap bisa menyerang dan bertahan dengan baik di babak pertama. Dalam satu momen akhirnya Indonesia menambah pundi-pundi golnya kala Putu Gede menceploskan gol ke gawang Myanmar memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan Evan Dimas. Gooolll…Indonesia unggul 2-0.

Sayang, belum reda rasa senang dengan lahirnya gol kedua, Myanmar dengan cepat membalas gol melalui kaki Hyeh Sang Aung dari serangan cepat melewati bek-bek yang terlihat belum siap mengantisipasi serangan Myanmar. Gooolll..kududukan 2-1 untu keunggulan Indonesia.

Selanjutnya, semua bisa melihat betapa bertubi-tubinya serangan Myanmar menggempur pertahanan Indonesia. Indonesia benar-benar dibuat kewalahan dalam pertandingan kali ini. Beruntung, Indonesia bisa mempertahankan keunggulan 2-1 di babak pertama.

Babak kedua juga sama saja keadaannya, Myanmar tanpa kenal lelah terus memborbardir pertahanan Indonesia. Bukannya tambah surut, fisik pemain Myanmar benar-benar terlihat prima. Alhamdulillah, sampai pertandingan selesai, Indonesia tetap unggul 2-1. Indonesia sementara ini memuncaki klasemen dengan poin 6 dari 2 kemenangan melawan Brunei Darussalam dan Myanmar.

Dari pengamatan saya di laga kali ini, Indonesia seperti kehilangan sentuhan. Umpan satu dua seperti nya tidak jalan. Umpan lambung akhirnya jadi opsi bagi para pemain.

Para pemain belakang Indonesia terkadang kurang bisa membaca kapan harus mendrible di area pertahanan kapan harus langsung membuang bola. Beberapa kali, para pemain belakang kehilangan bola di area pertahanan karena terlalu lama mendrible bola. Dan ini sangat membahayakan gawang Indonesia.

Tiga pemain Indonesia yang menjadi pembeda di laga perdana, kali ini hanya Evan Dimas yang sangat terlihat menonjol. Maldini yang biasanya meliuk-liuk di sisi kiri atau kanan lawan, kali ini sangat jarang terlihat aksi dan kontribusinya. Hingga akhirnya ditarik keluar oleh Coach Indra Sjafrie digantikan kompatriotnya, Dinan Javier. Sedangkan Mukhlis Hadi Ning tidak banyak mendapat kesempatan karena kurangnya suplai bola dan juga penjagaan ketat dari para pemain Myanmar.

Justru yang menjadi pembeda pada laga kali ini adalah sang kiper timnas U-19 Rafi Murdianto yang masih berumur 18 tahun. Dia melakukan setidaknya 2 kali penyelamatan gemilang yang bisa berbuah gol bagi Myanmar jika tidak ditepis olehnya.

PR bagi coach Indra Safrie untuk lebih mempersiapkan skuadnya untuk laga berikutnya. Karena 3 laga tersisa sangatlah berat. Jika kelemahan di laga melawan Myanmar tidak segera dibenahi, bukan mustahil timnas Indonesia akan mengalami nasib buruk.

Laga berikutnya berturut-turut Evan Dimas dkk akan menghadapi Vietnam (14/9), Thailand (16/9) dan menghadapi Malaysia di laga pamungkas penyisihan grup, 18 September 2013 yang disiarkan langsung dari stasiun TV swasta MNCTV.

Mari kita tunggu aksi garuda muda selanjutnya. Semoga mereka bisa memperlihatkan permainan ciamik seperti laga perdana melawan Brunei Darussalam yang mengandalkan umpan satu dua yang enak ditonton.

Salam Olahraga

Wassalam

Tags: timnas u19

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 17 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 18 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 18 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: