Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Muhammad Jazari Ichsan

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI B 2013 | FAKULTAS ILMU SOSIAL & HUMANIORA | UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA |

“Fellaini Muslim Ketiga MU”

OPINI | 07 September 2013 | 11:05 Dibaca: 7894   Komentar: 23   3

1378529043621195551Transfer Musim panas ini boleh dibilang sebagai transfer terburuk bagi juara bertahan liga Inggris, Manchester United dalam perekrutan pemain sejak beberapa tahun terakhir. Setelah gagal membawa pulang Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Kegagalan juga dialami dalam perekrutan pemain top seperti yang diberitakan di berbagai media akhir-akhir ini, diantaranya Thiago Alcantara, Mesut Oezil, Luka Modric, Daniele De Rossi, Samuel Eto`o, Cesc Fabregas, hingga terakhir sempat pula bek Los Blancos Fabio Coentrao yang disangkutkan sebagai bidikan.

Namun dilain itu semua ada buah keberhasilan yang di raih MU dalam melakukan perekrutan pemain, Guillermo Varela yang dibeli dari CA Penarol Montevideo seharga 2,8 juta euro, Marouane Fellaini yang diboyong dari Everton dengan banderol €32.5 juta. Dan terakhir Saidy Janko dari FC Zurich senilai £ 700.000 (ada yang mengabarkan bahwa pemain keturunan Suriah ini memeluk agama islam, namun dalam kebenarannya masih dipertanyakan).

Ada fakta unik dari pembelian Fellaini. Dimana pemain yang bernama lengkap Marouane Fellaini Bakkioui merupakan pemain muslim ketiga MU sepanjang sejarah klub. Sebelumnya ada 2 pemain MU yang berkeyakinan memeluk islam, yang pertama yaitu Mame Biram Diouf, pria kelahiran Dakar, Norwegia 16 Desember 1987, merupakan pemain yang dibeli dari Molde, Norwegia di tahun 2009. Yang kedua adalah Adnan Januzaj, lahir di Belgia 5 Februari 1995 silam, dan dibeli dari Anderlecht, klub di Liga Belgia pada tahun 2011.

Marouane Fellaini yang lahir di Etterbeek, Belgia, 22 November 1987 lalu, adalah seorang pesepakbola Belgia yang berposisi sebagai gelandang. “KIBO”, atau nama panggilan kesayangan David Moyes kepada Fellaini ini lahir dari orang tuanya yang merupakan keturunan Maroko. Ayahnya, Abdellatif adalah mantan penjaga gawang yang pernah membela klub lokal Maroko, Raja Casablanca dan Hassania Agadir. Ketika masih muda Fellaini bermain di level junior untuk Mons, Francs-Borains dan Charleroi, tetapi ia pertama kali menjadi seorang atlet pada cabang lari 10,000 meter. Namun karena ayahnya adalah pesepakbola maka pada akhirnya Fellaini dimasukan ke akademi sepak bola Anderlecht. Ia mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, mencetak 26 gol di musim perdana dan 37 gol di musim keduanya. Padahal dia berposisi sebagai seorang gelandang. Fellaini bergabung pada 2006 dengan tim profesional Belgia, Standard Liege. Dua tahun di Divisi Satu Belgia, ia berhasil mendapatkan gelar Ebony Shoe pada 2008. Ebony Shoe, adalah penghargaan untuk pemain keturunan Afrika terbaik di Belgia.Tampil sebegitu fantastis membuat beberapa klub besar Eropa seperti MU, Aston Villa, Madrid, Spurs dan Munich tertarik untuk merekrutnya kala itu. Aan tetapi Fellaini lebih memilih bergabung ke Everton pada September 2008, seharga 15 juta euro. Di Goodison Park, Fellaini dikenal dengan rambut “kribo” yang fenomenal itu.

Gaya bermain yang ulet dan merupakan predator duel udara ini, menjadikannya lirikan tim-tim elite liga Inggris. Seorang Arsene Wenger pun pernah menyatakan keinginannya untuk menggaet Si Kribo ini dari Everton pada transfer musim panas kali ini. Namun pada akhirnya Fellaini lebih memilih Manchester United sebagai pelabuhan karirnya tepat di menit-menit terakhir sebelum transfer musim panas ini resmi ditutup. Seperti yang di lansir oleh MUTV, bahwa sejak kecil memang Fellaini sudah bermimpi untuk bisa bermain membela The Red Devils. Selain mimpi itu kali ini tercapai, kepindahannya ke MU merupakan reuni bersama sang pelatih David Moyes yang musim lalu berkendara bersama Everton dan ikut andil dalam membesarkan namannya selama 5 tahun di klub yang bermarkas di Goodison Park.

Tentunya dari banyak kalangan berharap agar kelak Fellaini menjadi pemain muslim yang bisa disejajarkan dengan dengan nama besar seperti Zinedine Zidane, Frank Ribery, Mesut Oezil dan pemain muslim top lainnya. Dengan umur yang masih cukup muda, tentu jalan untuk menuju kesuksesan sebagai pesepak bola terbaik dunia sangat terbuka lebar bagi Fellaini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: