Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Hery

Banyak baca dapat menambah cakrawala pola pikir kita....suka bola & balap..he..he

Riedl & Misteri Tragedi Bukit Jalil Final AFF 2010

OPINI | 01 August 2013 | 22:30 Dibaca: 2804   Komentar: 38   14

137537085273622182sumber foto : algristian.wordpress.com

Dalam beberapa hari belakangan ini kita kembali diramaikan pemberitaan tentang Opa “Alfred Riedl” yang akan kembali mendapatkan semua hak gaji, yang katanya terhutang oleh PSSI, dan terkait berita ini sudah sempat saya tulis kemaren pada artikel antara-riedl-dan-gaji-pemain-psms-yang-ga-jelasl tapi ada yang menarik dalam membaca komentar dari para sahabat dikanal ini antara lain dari Budi Kristianto@ Riedl jelas lebih penting dibanding pemain psms mas, you know why lah alasannya…. Sai Lupi@ Stadion bukit jalil Malaysia saksinya…. dan terakhir Embun PAgi@ Tisu tutup mulutnya mahal juga ya…hahahaha….pantesan bisa bayar sekarg,…enaknya kursi di PSSI, semuanya merupakan pertanyaan besar bagi kita semua yang sampai saat ini masih belum pernah terjawab ?

Kalau kita melihat ke komen beberapa teman2 itu tentunya terkait dengan apa yang disebut “Tragedi Bukit Jalil di Final Piala AFF 2010” yang sampai sat ini masih menjadi “misteri” yang masih belum terjawab bagi kita semua.

Tanggal 26 Desember 2010 Adalah antiklimaks bagi Tim Nasional Indonesia saat dikalahkann tiga gol tanpa balas oleh Malaysia. Semua itu terjadi dalam laga tandang Indonesia pada final Piala AFF 2010 yang dilangsungkan di Stadion Bukit Jalil, Dimana Malaysia berhasil mencatat kemenangan terbesarnya atas Indonesia sepanjang sejarah, Menjadi antiklimaks karena bila kita melihat kejadian beberapa hari sebelumnya di Jakarta dimana dengan mudahnya Timnas Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor telak 5-1.

Padahal kala itu kita lagi sedang dilanda euforia sepak bola berkat penampilan spektakuler dari tim ”Garuda Merah-Putih” pada Piala AFF yang berhasil melewati babak penyisihan tampa mengalami kekalahan. Antara lain menang melawan Laos 6-0, melawan Malaysia 5-1, melawan Thailand 2-1. Berikutnya melawan Filipina, Indonesia memenangkan pertandingan dua kali dengan skor masing-masing 1-0.

Dan memang harus kita akui bahwa perjalanan kesebelasan Timnas Indonesia waktu itu sangat membanggakan bukan hanya melenggang mulus menuju final,   termasuk juga dalam hal mencetak gol timnas Indonesia sangat produktif dalam menghasilkan gol. Tidak kurang dari 15 gol yang dicetak dalam perjalanan menuju laga final

Tapi apa yang terjadi saat sampai di ajang pertandingan final di Stadion Bukit Jalil,Kuala Lumpur, tim yang kita bangga-banggakan itu dibantai tiga gol tanpa balas, dan kita semuanya kaget tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.  Semua tertegun dan,bertanya apa yang terjadi dengan timnas ini?, Timnas yang sebelumnya tampil spektakuler itu bisa dengan mudah dikalahkan tiga gol tanpa balas?

Berbagai media sibuk memberitakan kekalahan menyakitkan yang diderita timnas Indonesia kala itu dan sempat beredar berbagai issue termasuk dimana saat pertandingan Riedl sang pelatih hanya duduk santai tanpa instruksi dan terkesan tidak memperhatikan jalanya pertandingan. Bahkan saat melakukan pergantian pemainpun Riedl dan Pikal sama sekali tidak memberikan instruksi terhadap pemain yang akan masuk lapangan ?. dan juga berbagai media sempat membahas tentang kemungkinan terjadinya pengaturan skor. Apa mungkin Riedl sudah kalah 3-0 sebelum bertanding? dan benarkah ada sebuah skenario besar yang sedang bermain?

Dan kalau kita kembali pada era konflik PSSI dan KPSI tentunya kita masih ingat dan penasaran dengan atas kegigihan dan kengototan KPSI beberapa waktu yang lalu dalam memperjuangkan Alfred Riedl menjadi pelatih timnas Indonesia ke Piala AFF. Apalagi seperti kita ketahui akhirnya KPSI gagal merealisasikan janjinya untuk menjadikan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia di Pra Piala Asia 2013

Jadi kalau boleh kita menilai apa yang dilakukan KPSSI kala itu sudah merupakan Sebuah kengototan yang diluar kewajaran, bahkan cenderung berlebihan, dan wajar timbulnya berbagai dugaan ada apa semua ini? Apakah ada rahasia besar dibalik semua itu ?, apakah Alfred Riedl yang menyimpan sebuah rahasia besar tragedi Bukit Jalil di final AFF 2010.


Akhirnya semua cerita tentang kegagalan Timnas Kala itu memang menjadi misteri sampai saat ini, dan tentunya kalau ada bukti dan ada yang berani bersaksi, mungkin kasus ini sudah terang benderang. Dan bukan lagi menjadi misteri tapi ok lah…. biarkan semuanya tetap jadi misteri sampai suatu saat atau waktu ada yang akan menguak tabir gelap ini.. Dan tentunya perlu adanya saksi kunci yang bisa membuka semua itu….he…he …silahkan tebak sendiri ?


dan yang pasti kalau kita kaitkan dengan kengototan KPSI” beberapa waktu yang lalu tentunya kita bisa berangapan kasus ini kait berkait …ha…ha…apa lagi seperti kita ketahui saat ini PSSI kembali dikuasai penuh oleh KPSI tentunya semakin mudah merealisasikan semuanya dari pada ….dari pada… ada yang akan buka mulut tentang kejadian Bukit Jalil 2010,….biarlah semuanya menjadi misteri…oh misteri…selamat menikmati.

Borneo 01 Agustus

Salam Olah Raga.



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: