Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Console Samurai

orang biasa yang berusaha untuk luar biasa dengan menggunakan console

Indonesia vs Vietnam

OPINI | 17 July 2013 | 23:50 Dibaca: 1446   Komentar: 12   0

Dalam dua hari ini penikmat pertandingan sepak bola di Indonesia dan Vietnam serta pendukung Arsenal disuguhi pertandingan yang sangat menarik. Setelah tiga hari yang lalu Indonesia Dream Team ditundukkan Arsenal dengan hasil akhir 0-7, dan sore ini Vietnam juga ditundukkan Arsenal dengan hasil akhir 1-7, maka sepertinya persepakbolaan negara Asia Tenggara (yang diwakili Indonesia dan Vietnam) ternyata masih jauh ketinggalan dibandingkan dengan sebuah klub Premier League, Arsenal. Sehingga untuk membayangkan dapat bersaing di Piala Dunia atau kompetisi antar negara di tingkat dunia, negara-negara Asia Tenggara (diwakili Indonesia dan Vietnam) masih harus menunggu cukup lama.

Untuk ranah antar negara di Asia Tenggara, Vietnam adalah salah satu lawan yang cukup tangguh bagi Indonesia selain Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pertandingan terakhir Indonesia melawan Vietnam tanggal 15 September 2012, yang dilangsungkan sebagai pertandingan persahabatan di Vietnam berakhir imbang tanpa gol. Mengacu kepada statistik perbandingan antara Indonesia dan Vietnam, Indonesia menang sebanyak 7 kali, 6 kali imbang, dan 4 kali dikalahkan Vietnam. Sedangkan dari jumlah gol, Indonesia lebih produktif dari Vietnam dengan memasukkan 20 gol ke gawang Vietnam, sedagkan Vietnam hanya mampu memasukkan 15 gol ke gawang Indonesia. Akan tetapi dari peringkat FIFA, statistik Indonesia sedikit lebih baik dengan rata-rata peringkat sejak tahun Januari 1993 sampai sekarang adalah 117, sedangkan Vietnam dengan peringkat rata-rata 119.229, walaupun di perhitungan peringkat terakhir Indonesia berada di peringkat 168, sedangkan Vietnam berada 23 peringkat di atas Indonesia yaitu peringkat 145.

Dengan menggunakan analisis matematis, Arsenal dapat dijadikan sebagai pijakan “common denominator”, karena bertanding di waktu yang berdekatan, sebagai tim tamu, untuk membandingkan kekuatan Indonesia dan Vietnam. Maka jika dalam minggu ini diadakan pertandingan antara Indonesia dan Vietnam, Vietnam akan memenangkan pertandingan dengan angka 1-0.

Dari analisis komentator di Arsenal.com, walaupun hasil akhir pertandingan melawan Vietnam tidak begitu berbeda dengan pertandingan melawan Indonesia, komentatornya mengatakan bahwa Vietnam lebih baik dari Indonesia, “… may be the opponent is better, but the score line is not different…”, selain itu komentatornya juga mengatakan gol Vietnam adalah gol terbaik dari pertandingan ini (”it might the best goal of the game”) dan Vietnam sangat layak mendapatkan gol yang ditunggu-tunggu setelah saling menyerang sampai akhir pertandingan.

Dari analisis pribadi, menurut saya Vietnam lebih baik dari Indonesia, terbukti dengan jumlah serangan yang mengancam gawang Arsenal lebih banyak dari pada serangan Indonesia. Serta pemain-pemain Vietnam terlihat masih lincah bergerak sampai akhir pertandingan, dibandingkan dengan pemain-pemain Indonesia yang terlihat sangat lelah dipenghujung pertandingan. Dari pengaturan dan kedisiplinan permainan, permainan Vietnam juga lebih baik dari Indonesia, dengan adanya kombinasi umpan pendek dan panjang, keberanian menahan bola, menekan lawan sewaktu kehilangan bola, dll, dibandingkan dengan Indonesia yang sering kehilangan bola, umpan panjang yang tidak terarah, serta kurang bersemangat dalam menekan lawan sesudah kehilangan bola.

Dari sisi dukungan penonton langsung di stadion, dimana pendukung Vietnam sepertinya tidak pernah lelah mendukung Vietnam dan memberikan dukungan setiap pemain Vietnam menguasai bola. Hal ini tidak begitu terlihat (terdengar) sewaktu pemain Indonesia menguasai bola di pertandingan minggu yang lalu. Serta perbandingan dukungan (sorakan) penonton sewaktu pemain Arsenal menjebol gawang tuan rumah, saya menganggap bahwa dukungan penonton Indonesia lebih banyak dari pada dukungan penonton Vietnam. Sorakan penonton Vietnam jauh lebih banyak ketika pemain Vietnam menjebol gawang Arsenal dibandingkan sorakan penonton Vietnam ketika pemain Arsenal menjebol gawang Vietnam. Apakah mungkin penonton Indonesia datang ke stadion bukan untuk mendukung Indonesia Dream Team tetapi mendukung Arsenal?

Untuk saat ini (minggu ini) saya harus mengakui bahwa tim nasional Vietnam lebih baik dari pada tim nasional Indonesia (Indonesia Dream Team).

Sebagai pendukung Indonesia, saya masih mengharapkan tim nasional Indonesia bisa lebih baik lagi. Dan untuk pendukung tim nasional Indonesia, saya harapkan untuk tidak berpuas diri dengan melihat akhir yang tidak jauh berbeda di pertandingan Arsenal melawan Vietnam.

Semoga tim Indonesia (apapun namanya) yang akan melawan Liverpool dan Chelsea yang akan datang bisa mencontoh semangat dan kedisiplinan permainan dari pemain Vietnam sewaktu melawan Arsenal.

ps. yang tidak setuju boleh protes, tetapi dengan analisis yang jelas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 11 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 13 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 13 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu

Hobi Membaca Mengantarku ke Tanah Suci …

Agung Han | 7 jam lalu

Rumah Transisi, Tim Perumus Atau Tim …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Perubahan Adalah Sebuah Keharusan Puskesmas …

Ramluddin Ram | 7 jam lalu

Sebuah Teks Refleksi Atas Sebuah Teks …

Adica Wirawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: