Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Jimmy Haryanto

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat selengkapnya

Arsenal Terlalu Tangguh Bagi Indonesia Dreaming Team!

OPINI | 05 July 2013 | 05:54 Dibaca: 703   Komentar: 2   1

Kabar gembira kembali mewarnai sepak bola Indonesia dengan kehadiran tim kuat dari Inggris “Arsenal” tanggal 13-14 Juli 2013. Walaupun tim yang berada di urutan ke-4 Liga Inggris dalam musim kompetisi 2012-2013, bukan lawan seimbang Tim Indonesia Dream Team, namun yang pasti begitu peluit pertandingan dimulai skornya pasti masih 0-0!

Arsenal Football Club dibentuk para pekerja pabrik senjata Dial Square di Woolwich untuk membuang rasa jenuh bekerja di pabrik dan Tim Arsenal pertama sekali melakukan pertandingan melawan klub Eastern Wanderers tahun 1886 sehingga Arsenal sudah berusia 127 tahun.

Arsenal Crest

Simbol klub Arsenal yang indah (Sumber: www.arsenal.com).

Arsenal sebagaimana tujuan klub dibentuk, membuat penggemarnya di mana pun di dunia ini bangga. Mungkin itulah yang membuat Wojciech Szczesny dan Lukasz Fabianski tidak akan membiarkan bola bundar masuk ke jaring gawang yang dijaganya. Semangat untuk tidak mengecewakan penggemarnya itu tentu saja sangat memotivasi Lukas Podolski, Oliver Giroud, Theo Walcott, Ju-Yung Park, dan Gervinho untuk menghasilkan gol ke gawang lawan.

Itu tentu sudah dibuktikan Arsenal ketika melumat Loughborough Town tahun 1900 dengan selusin gol tanpa balas atau ketika mengalahkan Blackburn di Stadion Emirates dengan skor 7-1 tanggal 4 Februari 2012, atau ketika mengalahkan Everton 7-0 tanggal 11 Mei 2005, dan mengalahkan Middlesbrough tanggal 14 Januari 2006 juga dengan skor 7-0.

Prediksi skor pertandingan Arsenal dan Indonesia Dream Team? Bagi Indonesia ada yang lebih penting dari pada skor pertandingan yaitu pengalaman bermain sekaligus belajar dari kesebelasan yang bukan tim lemah yang musim lalu berhasil memetik 21 kali kemenangan, 10 kali seri, dan hanya 7 kali kalah.

Para pemain Indonesia juga dapat menjajal kemampuannya ketika berhadapan dengan tim yang diasuh Arsene Wenger yang pernah melatih klub Nagoya Grampus Eight di Jepang itu tahun 1995-1996. Indonesia, yang merupakan penggemar terbesar Arsenal di Asia, beruntung kebagian Tur Asia Arsenal tahun ini bersama Vietnam dan Jepang.

Para pemain “Indonesia Dream Team” seperti Kurnia Meiga, Rivki Mokodompit, I Made Wirawan, A.A.Ngurah Wahyu, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy, M.Roby, Victor Igbonefo, Raphael Maitimo, Toni Sucipto, Ruben Sanadi, Imanuel Wanggai, Yustinus Pae, Hasim Kipuw, Vendri Mofu, Ahmad Juprianto, Boaz Solossa, Rizky Ripora, Ian Louis Kabes, Firdaus Ramadhan, Sergio Van Dijk,Rizky Pellu, Stefano Lilipaly, dan Titus Bonay bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan pemain-pemain hebat dari Arsenal.

Selamat Datang Arsenal di negeri penggemar terbesarmu di Asia yang kebetulan warna kostummu selaras dengan bendera merah putih Indonesia. Ah gaya kalian memainkan gamelan Jawa juga tidak kalah hebatnya ketika tampil di lapangan hijau mempermainkan si kulit bundar.

13729411591161500564

Sumber: Admin/Dok. Arsenal

Untuk Indonesia Dream Team, ingat begitu peluit wasit dibunyikan tanda pertandingan dimulai skor masih 0-0! Contoh jugalah Arsenal, jangan pernah mengecewakan penggemarmu di mana pun mereka berada! Bermainlah dengan sportif dan penuh semangat. Ingat, Indonesia sudah pernah masuk Piala Dunia di Perancis tahun 1938, yang dicatat FIFA sebagai wakil Asia pertama dengan menggunakan nama Hindia Belanda atau East Indies yang dimotori Achmad Nawir, Anwar Sutan, Hans Taihitu, Isaac Pattiwael, Tan Mo Heng, Tan See Han, Tan Hong Djien, dan Suvarte Soedarmadji. Indonesia juga pernah tampil di Olimpiade 1956 di Melbourne. Tahun-tahun 1956-1959 banyak Tim Eropa ingin bertanding persahabatan dengan Timnas kuat Indonesia!

Jadi harus percaya diri bahwa gawang Arsenal bisa dijebol. Ricardo Salampessy, Toni Sucipto, Imanuel Wanggai, Boaz Solossa, Titus Bonay dulu Indonesia punya Andi Ramang yang ditakuti lawan-lawan karena kemahirannya main bola. Kalian tunjukkan jugalah kepada pemain-pemain hebat dari Arsenal itu bahwa Indonesia juga bisa main bola!

Arsenal ternyata terlalu kuat bagi Indonesia Dream Team yang tenyata hanya bermimpi. Skor 7-0 tanpa balas menunjukkan betapa kuatnya Arsenal atu lemahnya Indonesia Dream Team atau tepatnya Dreaming Team. Indonesia harus belajar dan berlatih lebih giat lagi. Jangan cepat merasa sudah hebat!

Kalau Timnas belum bagus, lain kali kalau ada Tim tangguh seperti Arsenal atau Tim Belanda, maka tim tamu itu cukup dengan delapan atau sembilan pemain saja. Atau alternatif lain Timnas dengan dua belas atau tiga belas pemain. Belum tentu menang juga, dan ini hanya petandingan persahabatan saja.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah Bantuan Sangat Mendesak yang …

Siwi Sang | | 18 December 2014 | 09:08

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | | 18 December 2014 | 00:46

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59

Membangun Bangsa dari Pabrik Fillet Patin …

Indar Wijaya | | 18 December 2014 | 08:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 3 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 4 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 6 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: