Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Neinjelen

belum sempat minum obat

“Mistik Angka Tiga” Mewarnai Babak Final Piala Konfederasi 2013

OPINI | 02 July 2013 | 01:30 Dibaca: 696   Komentar: 11   2

1372702650479736319

Piala Konfederasi 2013 baru saja berakhir, dan siapa juaranya sudah diketahui. Brazil mengalahkan Spanyol di babak final dengan skor akhir yang cukup telak.

Babak final yang berlangsung tadi pagi (1/7/13) kemenangan Brazil atas Spanyol diwarnai oleh “Mistik Angka Tiga”.

Berikut ini “Mistik Angka Tiga” yang mewarnai jalannya pertandingan babak final Piala Konfederasi 2013 antara Brazil dan Spanyol:

  • Baik Brazil maupun Spanyol menggunakan pola permainan atau formasi yang sama, yaitu 4-3-3. Bisa dilihat angka tiga dua kali muncul dalam formasi tersebut.
  • Tiga gelandang Brazil (Luiz Gustavo, Paulinho dan Oscar) berhasil mematikan tiga gelandang Spanyol yang ketiganya berasal dari klub Barcelona (Sergio Busquets, Xavi dan Andres Iniesta). Pemain Brazil menekan habis ketiga gelandang Spanyol ini dan matinya lini tengah Spanyol membuat aliran bola ke depan atau umpan-umpan yang berbahaya lewat kreasi Xavi dan Iniesta boleh dibilang tidak terlihat sepanjang pertandingan.
  • Tiga gol pun bersarang di gawang Spanyol.
  • Ketiga gol Brazil yang merobek gawang Spanyol cenderung karena kesalahan tiga pemain Madrid (Iker Casillas, Sergio Ramos dan Alvaro Arbeola).
  • Gol pertama Brazil disebabkan kurang refleknya Casillas menangani bola di kaki Fred sehingga Fred lebih cepat menendangnya masuk ke gawang. Ramos pun ikut andil atas terjadinya gol cepat di menit pertama ini karena posisinya sebagai bek tengah tidak berada dalam posisi yang tepat untuk menghalau umpan silang Hulk yang dilepas ke depan mulut gawang. Tendangan pinalti Ramos yang gagal pun meruntuhkan semangat pemain Spanyol mengejar ketinggalan golnya. Bek kanan Arbeola bermain buruk dan tidak sanggup meredam aksi Neymar. Gol kedua Brazil berasal dari sisi sebelah kanan pertahanan Spanyol di mana Arbeola tidak fokus memperhatikan pergerakan Neymar.
  • Tiga pemain Barcelona di lini tengah tidak berkembang dengan baik dan tiga pemain Madrid bermain buruk di lini belakang Spanyol.
  • Brazil pun menang dengan skor akhir 3-0 yang membuatnya menjadi negara pertama yang menjuarai Piala Konfederasi tiga kali berturut-turut.
  • Benarkah angka tiga merupakan angka sial bagi Spanyol?. Tahun ini tahun 2013 angka terakhirnya angka tiga, dan tiga angka lainnya (0, 1 dan 2), jika dijumlahkan tiga juga.

Demikianlah “Mistik Angka Tiga” versi saya yang mewarnai jalannya pertandingan babak final Piala Konfederasi 2013 antara Brazil dan Spanyol.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*****

Sumber Gambar:Kompas.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Bukan Gus Dur …

Hendra Budiman | | 29 January 2015 | 16:02

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo …

Wisnu Aj | | 29 January 2015 | 14:08

Menikmati Pesona Sumatera: (4) Danau Toba …

Ridzki Januar Akbar | | 29 January 2015 | 19:28

Pengaruh Politik pada Kuliner …

Herulono Murtopo | | 29 January 2015 | 20:01

Matinya Seorang Tua berkantung Tebal …

Bowo Bagus | | 29 January 2015 | 09:13



Subscribe and Follow Kompasiana: