Back to Kompasiana
Artikel

Bola

ISL 2013/2014 Tetap Bergulir Tanpa Peserta IPL

REP | 22 June 2013 | 13:11 Dibaca: 3141   Komentar: 16   0

Rencana univikasi liga Indonesia yang direncanakan PSSI di musim 2013/2014 kembali terancam gagal, kenyataan ini terjadi berdasarkan lambannya pelaksanaan Indonesian Premier League (IPL) yang dilaksanakan PT LPIS. Sementara Liga Super Indonesia (LSI) akan menyelesaikan seluruh pertandingan pada bulan Agustus mendatang.

Banyaknya pertandngan tunda serta jeda panjang ditengah kompetisi membuat jarak akhir liga menjadi sangat jomplang, padahal penentuan peserta dari IPL adalah 4 peringkat akhir klasemen. Sementara itu Liga Indonesia hasil univikasi kemungkinan besar akan terjadi pada paling lambat bulan November 2013.

“Ya kemungkinan besar waktu paling lambat bergulirnya ISL 2013/2014 hasil univikasi liga bulan November 2013” ujar Ainul Ridha salah satu personel PT Liga Indonesia.

Menurut Ainul percepatan bergulirnya Liga Indonesia ini berdasarkan padatnya agenda nasional 2014, diperkirakan pemilu legislatif akan dilaksanakan bulan April dan Pemilu Presiden bulan September akan mengganggu perizinan pertandingan oleh karena itu liga akan digulirkan lebih cepat agar klub-klub tidak keteteran dengan panjangnya jadwal kompetisi.

“kalau kami mulai Januari 2014 maka waktu efektif untuk melaksanakan liga hanya bulan 2 bulan saja, Januari dan Februari, sementara Maret dan April itu waktunya kampanye pemilu 2014 dan kemungkinan besar kita akan sulit memperoleh perizinan” Tambah Ainul.

Oleh karena itu Ainul memperkirakan akan sulit menyatukan agenda jika LPIS tidak menyelesaikan IPL se segara mungkin.

“Kami akan lanjut tanpa menunggu peserta dari IPL, tidak mungkin kami mengorbankan 18 anggota kami demi mengunngu 4 anggota mereka” lanjut Ainul.

Oleh karena itu Ainul berpendapat seharusnya LPIS harus tegas pada anggotanya yang selalu minta jadwal ulang, jika benar mereka ingin dilibatkan pada unifikasi liga.

“Kasihan Semen Padang yang sudah dari tahun kemaren ingin bergabung dengan kita jika kinerja LPIS sangat lamban begini” Tutup Ainul.

Sementara itu berdasarkan lansiran dari beberapa media pada minggu lalu Perseman Manokwari menyatakan kesiapannya bergabung dengan ISL walapun harus memulai dari Divisi Utama, opsi ini diperkirakan untuk mengatisifasi kemungkinan molornya pelaksanaan Indonesian Premier League.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 8 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: