Back to Kompasiana
Artikel

Bola

He Man

I'm the special pake telor

Rahasia Sepak Bola Indonesia Hancur

OPINI | 19 June 2013 | 10:44 Dibaca: 765   Komentar: 16   1

Salam salam an

Ah elah, masih manyun aja om, mikirin hasil konggres kemarin. Santai aja om, gak usah dipikirin. Saya aja nyantai liat hasil dagelan konggres PSSI kemaren. Kenapa? Karena rupanya ini sudah diatur oleh Tuhan.
Coba aja baca dialog dibawah ini :

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat
sebuah olah raga favorit lewat akal manusia yang baru saja diciptakan-
Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru
saja Engkau ciptakan, Tuhan?” “Lihatlah, Aku
baru saja menciptakan sebuah olah raga favorit
yang bernama sepak bola,” kata Tuhan kepada malaikat. Tuhan melanjutkan, “Ini
akan menjadi olah raga yang luar biasa dari
yang pernah Aku ciptakan. Di planet ini,
segalanya akan terjadi secara seimbang”.
Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat
tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara,
Tuhan menciptakan negara yang sangat mencintai sepak bola seperti Inggris, dan Perancis. Tetapi di daerah itu,
Tuhan juga membuat kesialan yang membuat ke 2 negara tadi tidak terlalu banyak meraih gelar sepak bola.
Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan
masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol
dan Portugal, tetapi banyak talenta pesepak bola yang bersinar seperti sinar matahari.
Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan
sambil berseru, “Lalu daerah apakah itu
Tuhan?” “O, itu,” kata Tuhan, “itu Indonesia.
Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di
planet bumi. Ada jutaan bakat penggemar bola fanatik yang
telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan bakat pesepak bola yang siap panen. Penduduknya Ku
ciptakan ramah tamah, suka menolong, dan mempunyai jiwa olah raga yang kuat. Mereka
pekerja keras, siap hidup sederhana dan
bersahaja serta mencintai sepak bola.”
Dengan terheran-heran, malaikat pun protes,
“Lho, katanya tadi setiap negara akan
diciptakan dengan keseimbangan. Kok
Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak
keseimbangannya? “
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris,
“Wait, until you see the idiots I put in the
Federation” (tunggu sampai Saya menaruh
‘idiot2′ di federasinya).

Nah gimana? Skg om2 semua udah paham kan, kenapa prestasi bola bangsa ini terus2an nyungsep.

Ah elah, senyum dong om. Biar mirip kambing senyum saya.

Salam salam an

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kamar Operasi (OK) : Mengamati Sepenuh Hati …

Rinta Wulandari | | 17 April 2014 | 21:30

Baru Capres, JKW Sudah Banyak yang Demo …

Abah Pitung | | 17 April 2014 | 22:13

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 12 jam lalu

Demo Jokowi di ITB Salah Sasaran dan …

Rahmat Sahid | 17 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 21 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: