Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Selamet Hariadi

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFA'AT. Reseacher-ONLINE selengkapnya

Jersey Tandang untuk Timnas Belanda

HL | 07 June 2013 | 16:00 Dibaca: 1372   Komentar: 31   7

13706033631388232641

Ilustrasi/Admin (Kompas.com)

Setujukah Anda jika Timnas memakai Jersey Tandang saat pertandingan dengan Belanda (Nederland)? Banyak masyarakat Indonesia mungkin menyesalkan kenapa Timnas Indonesia tidak memakai Jersey kebesarannya yakni merah-putih saat pertandingan dengan Timnas Belanda. Sampai-sampai ada yang sudah dapat tiket nonton pertandingan kabarnya dibatalkan untuk datang ke Stadion Utama gelora Bung Karno (GBK). Padahal menurut Peraturan FIFA dalam pertandingan persahabatan (friendly match) Sang Tuan Rumah boleh memakai Kaos Kandang-nya.

13705952622037523903

Jersey Timnas Belanda

Kesepakatan atau Jersey Ketinggalan?

Ada hal unik saat ada berita  bahwa Jersey Timnas belanda yang tandang ketinggalan. Namun jika alasannya Jersey ketinggalan tentunya bisa dibuatkan oleh apparel-nya karena sama dengan apparel Timnas Indonesia.

Cara lain jika memang ketinggalan bisa menggunakan jasa pengiriman/Ekspedisi yang dikirimkan via Pesawat terbang karena waktu terbang Belanda ke Indonesia tentunya tak sampai 2 hari jadi untuk urusan waktu pengiriman tidaklah lama.

Hal lain yang muncul dari perkembangan berita adalah karena kesepakatan Promotor. Kalau sudah soal kesepakatan memang tak serta merta bisa diubah dengan seenaknya, karena layaknya sebuah peraturan maka kesepatakan harus ditaati oleh kedua belah pihak. Nah, yang menjadi hal aneh adalah PSSI seakan tak tahu menahu soal hal ini. Dalam pandangan lain mungkin PSSI masih terlalu sibuk dengan urusan internal  seperti dualisme kompetisi dan mungkin hal lain yang menjadikan PSSI kurang konsentrasi.

1370595583122601931

Aksi Suporter

Belanda Kurang Menghargai Indonesia?

Banyak komentar dari berbagai kalangan tentang Timnas Indonesia yang tak bisa memakai Jersey Timnas Indonesia kebesarannya. Mulai dari berita yang mengesankan “Penjajahan” hingga kata-kata lain yang kurang elok diungkapkan.

Secara historis memang pertandingan dengan Belanda punya gengsi. Hal ini bisa dilihat dari sejarah Indonesia yang dulu pernah terjajah oleh Belanda selama ratusan tahun. Semangat pembalasan mungkin kurang elok sebagai masyarakat yang menjunjung ketuhanan, namun pembalasan di Lapangan Hijau kiranya hal yang terkesan lebih baik daripada secara senjata layaknya penjajahan dahulu.

Sebagai negeri yang besar dan juga Peringkat FIFA yang termasuk diatas, selayaknya Belanda lebih bisa menghargai Indonesia sebagai Tuan Rumah. Memang sudah ada kesepakatan, namun dari kesepakatan ini selayaknya pula Belanda bisa mengerti arti Jersey kebanggaan Masyarakat Indonesia dengan warna Merah-Putihnya. Belanda negara Maju dalam hal sepakbola jadi bisa dikesankan arogan karena ngotot memakai warna Oranye saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Di sisi lain kita bisa melihat betapa lemahnya diplomasi Indonesia dengan negara lain. Meski Petinggi Olahraga di negeri ini menenangkan masyarakat indonesia, mungkin dalam hal rasa akan lebih nyaman jika Indonesia memakai warna Jersey utama saat bertanding sebagai Tuan Rumah. Apakah Indonesia masih dijajah Belanda?

Nanti akan menjadi aneh jika Pendukung menggunakan warna kebesaran merah sedang di lapangan tak ada pemain menggunakan Jersey berwarna Merah? Memang urusan warna Jersey tak bisa secara langsung digambarkan sebagai bentuk nasionalisme. Nasionalisme tentu tak hanya sebatas Jersey, namun dari sini perlu kita pahami bersama bahwa ada sebagian masyarakat Indonesia sangat ingin membanggakan Negara-nya dengan memakai warna kebangaan negeri ini. Semoga PSSI lebih bijak lagi memilih promotor atau membuat kesepakatan bertanding dengan Timnas negara lain. [SH]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 13 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 15 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Hujan Gol Warnai Kemenangan AS Roma dan …

Febrialdi | 7 jam lalu

“Tarian” Ahok dengan Derek …

Bhayu Parhendrojati | 8 jam lalu

Kita dan Lingkungan Hidup …

Alfarizi | 8 jam lalu

Gara-gara Anak Mencuri,Suami-Istri Dipecat …

Andi Akhmad Yusuf | 8 jam lalu

Memahami Cara Kerja Jurnalis …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: