Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Ahmad Yulianto

menuju perubahan lebih baik

Indonesia vs Belanda : Penjajahan Model Baru

OPINI | 07 June 2013 | 15:28 Dibaca: 495   Komentar: 22   0

13705935641221910031

Sepertinya belum puas Belanda menjajah Indonesia, dalam “Laga Persahabatan” antara Indonesia melawan Belanda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, hari ini, terasa sekali keinginan mereka untuk “menjajah” kita kembali.

Aroma penjajahan model baru itu setidaknya terlihat dari 3 kejadian berikut :

1. Dipaksa Menjadi Tamu di Rumah Sendiri.

Dimulai dari skenario Presiden Federasi Sepakbola Belanda (KNVB), Michael Van Praag,dan Promotor mengenai kegagalan tim nasional Indonesia memakai kostum kandang. Padahal Indonesia berhak memakai kostum Merah Putih yang juga melambangkan identitas nasional. Namun, menurut Van Praag, KNVB dan promotor telah melakukan kesepakatan mengenai kostum bertanding. Itu sebabnya, Belanda hanya membawa satu kostum ke Indonesia. Walhasil Indonesia pun mengalah dan harus menggunakan kostum tandang berwarna Putih-Hijau.

Sebagai tim besar kelas dunia, Belanda harusnya mengerti benar regulasi, dan bodohnya PSSI mau saja diperlakukan seperti ini. Padahal itu jelas artinya “Belanda merasa Indonesia adalah tanahnya sendiri” dan karenanya mereka hanya mau memakai kostum kandang, sementara kita disuruh pakai kostum tandang. Aneh, akhirnya kita jadi tamu di rumah sendiri!

2. Timnas Belanda Tidak Mau Datang dalam Jumpa Pers
Tidak cukup membuat malu timnas yang harus menggunakan kostum tandang, perwakilan timnas Belanda juga tidak mau menghadiri jumpa pers. Padahal sekali lagi sebagai tim besar, Belanda seharusnya tahu menghadiri jumpa pers merupakan regulasi sebelum pertandingan. Lagi-lagi kita dibuat tak berdaya sebelum pertandingan sebenarnya.

3. Komentar Ironi
Alih-alih memberi semangat, banyak orang justru memperlemah mental timnas dengan tidak menjagokan mereka untuk bisa MENANG. Lihat komentar-komentar sinis berselimut realistis mereka :

Kami nanti dikasih masukin satu, tapi Belanda masukin tiga. Bukan tidak percaya, tapi mesti realistis juga. Kalau Belanda kalah 0-3 sama kita, kalian pasti bingung. Pasti Belanda ini dikira sengaja mengalah, nanti protes lagi,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta.

Kalau dijajah sama Belanda, dalam konteks apa dulu. Ini kan bola, fair-fair aja dijajah di lapangan hijau. Ini bisa jadi bekal (timnas Indonesia) untuk pertandingan yang lebih serius,” ungkap Raffi Ahmad

Namun apapun komentar mereka, saya mencoba tetap optimis. Kita memang kalah dalam banyak hal tapi kita pernah menang dan mengusir mereka. Ini memang sepak bola, tapi sensitif karena melawan “bekas” penjajah kita. Jangan sampai lupa bahwa kakek buyut kita dulu diinjak kepalanya oleh nenek moyang mereka. Jadi jadikan itu semangat untuk bisa menang. “David dan Goliath” semoga benar-benar terjadi nanti sore. Saya prediksi 1:0 untuk Timnas Indonesia.

lihat juga artikel ini : Jersey Tandang untuk Timnas Belanda

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Surat Kartini yang Membuat Saya Merinding …

Tjiptadinata Effend... | | 21 April 2015 | 07:29

Keterlibatan Menteri Susi pada Tewasnya PNS …

Pebriano Bagindo | | 20 April 2015 | 23:02

[Nangkring] Unboxing Samsung Galaxy S6 …

Kompasiana | | 20 April 2015 | 16:09

Antara Jokowi dan Ridwan Kamil; …

Aang Kunaifi | | 21 April 2015 | 06:07

Kompasiana Nangkring bareng PGN: Kotaku Kota …

Kompasiana | | 11 April 2015 | 00:58


TRENDING ARTICLES

Kisruh PSSI Jilid III …

Andra Flea | 4 jam lalu

Jokowi “Reshuffle” Kabinet yang Mandul …

Imam Kodri | 5 jam lalu

Ada Rasa KIH dan KMP dalam Kisruh PSSI …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Mati Ketawa Cara Korea Utara (Kisah Nyata) …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Membedah Blunder SK Pembekuan Menpora …

Himam Miladi | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: