Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Achmad Suwefi

You will never walk alone

Piala Eropa U-21 Tetap Digelar, Walau Mendapat Penolakan Terhadap Israel

REP | 03 June 2013 | 18:53 Dibaca: 826   Komentar: 5   0

1370261084105872689(logo Piala Eropa U-21 / www uefa.com)

Salam Olahraga,,

Kemarin saya terkejut saat melihat acara TV disebuah TV Swasta, terdapat running text dibagian atas tentang UEFA Under-21 Championship antara Inggris lawan Italia, kamis dinihari nanti (06/06) jam 01.30 WIB. Tergerak saya untuk mencari lebih detail terkait pelaksanaan Piala Eropa U-21 tersebut.

Piala Eropa U-21 yang akan digelar Israel 5-18 Juni 2013 merupakan gelaran ke-19 sejak Piala Eropa U-21 digelar tahun 1978 dengan Yugoslavia sebagai juara untuk pertama kalinya. Distribusi gelar Piala Eropa U-21 yang pada gelaran terakhir 2011 dimenangkan oleh Spanyol lumayan merata.

Italia menjadi tim dengan peraih gelar terbanyak sebanyak 5 kali (1992,1994,1996,2000,2004), lalu Belanda, Inggris, Spanyol, Uni Sovyet yang meraih masing-masing 2 gelar, dan Yugoslavia, Rep Ceko dengan raihan 1 gelar.

Dalam putaran final Piala Eropa U-21 telah lolos delapan tim termasuk tuan rumah Israel yang terbagi dalam dua grup.

Grup A : Israel, Norwegia, Inggris, Italia

Grup B : Spanyol, Rusia. Belanda, Jerman

Bila melihat komposisi diatas jelas grup B akan menyajikan partai keras antar tim yang pernah juara Piala Eropa U-21, nama-nama seperti Isco, David de Gea, Tello, Alvaro Morata, Thiago Alcantara akan menghiasi line Spanyol, beradu kekuatan dengan nama-nama seperti Emre Can, Lewis Hotyby (Jerman) serta Kevin Strootman (Belanda) untuk dapat lolos dari hadangan grup maut, Grup B.

Grup A mungkin hanya akan menyisakan persaingan antara Italia dan Inggris saja, di Italia sendiri akan ada nama Borrini, Lorenzo Insigne, MAttia Destro yang akan beradu teknik dengan Jack Butland, Jordan Handerson, Jojo Shelveym Wilfried Zaha dari skuad Inggris asuhan Stuart Pearce.

Penolakan terhadap Israel mengemuka

1370261053894698169(pamflet berisi penolakan terhadap Israel/ www.change.org)

Bagaimanapun penunjukan Israel sebagai tuan rumah Piala Eropa U-21 menimbulkan resistansi dikalangan sepakbola dunia, aksi pendudukan terhadap Negara berdaulat Palestina jelas mengundang reaksi dari berbagai pihak, salah satunya dari peraih nobel perdamaian 1984 Desmond Tutu.

Penolakan Desmond Tutu langsung mendapat respon dari berbagai pihak seperti Kanoute pesepakbola muslim asal Mali, yang menganggap UEFA tidak empati dan mengabaikan perasaan masyarakat Palestina yang tertindas lantaran tindakan-tindakan Israel.

Tetapi sayang, UEFA selaku otoritas tertinggi bal-balan di Eropa tetap keukeuh dengan keputusannya terkait penunjukan Israel sebagai tuan rumah Piala Eropa U-21. UEFA menganggap keputusan sudah abash dan tidak mungkin memindahkannya ke tempat lainnya.

UEFA memang sudah memutuskan, walaupun saya pribadi sangat menyayangkan penunjukkan tersebut. Bagaimanapun UEFA yang begitu kuat menyerusakan gerakan kick out racism from football, lalu fair play on game, serta menolak adanya diskriminasi ternyata untuk kasus Israel tidak mencerminkan hal diatas.

Yang bagi Desmond Tutu, UEFA tidak peka dengan masalah yang ada didepan mata yaitu intimidai Israel terhadap olahragawan asal Palestina.

Back to gelaran Piala Eropa U-21 yang tetap digelar oleh UEFA di Israel, saatnya kita menanti aksi terbaik dari calon pemain bintang di Eropa mendatang.

Layak ditunggu aksi Isco (yang menjadi incaran Man City dan Real Madrid), Kevin Strootmant, Wilfried Zaha, Emre Can dalam puataran final Piala Eropa U-21.

Selamat menikmati tontonan Piala Eropa U-21 di RCTI.


Salam olaharaga,

Wefi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 6 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 11 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: