Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Primata Euroasia

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Menakar Kemampuan Erick Thohir Membeli Inter Milan

HL | 30 May 2013 | 21:48 Dibaca: 24624   Komentar: 35   6

13699331681542314055

Erick Thohir (Kompas.com)

Situs Football Italia memberitakan, pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, sudah siap untuk mengakuisisi saham mayoritas Inter Milan. Kabar tentang adanya pengusaha asal Indonesia yang akan membeli kepemilikan Inter Milan dari Massimo Moratti sejatinya sudah berhembus cukup lama. Namun, sang big boss yang taipan Italia, Massimo Moratti saat itu membantahnya. “Satu-satunya kontak yang dimiliki Inter dengan perusahaan internasional terkait pembangunan stadion baru adalah, pada saat ini, cuma tampilan awal ketertarikan,” terang Moratti di situs resmi Inter. “Saya akan berada pada posisi untuk mempertimbangkan mereka dan ketika ketertarikan itu menjadi lebih konkret, meskipun masalah itu bukan prioritas kami pada saat ini.” “Oleh karena itu, saya cuma bisa membantah laporan yang saya baca pagi ini di media, terkait kemungkinan kesepakatan dengan sebuah grup dari Indonesia, atau salah satu perusahaan lain seperti yang dikutip.”

Namun, saat ini kabar alih kepemilikan Inter Milan makin berhembus kencang. Marco Bellinazzo, wartawan dari harian bisnis ternama di Italia Il Sole 24 Ore, menyebut kalau Erick membidik 80% kepemilikan Inter.Untuk mewujudkan ambisinya itu Erick sudah menyiapkan dana sebesar Rp 3,5 triliun. Dana 3,5 T itu pun hanya untuk kesepakatan awal saja. Dikabarkan Il Sole, Erick Thohir juga bersedia menambahkan dana 100 juta Euro untuk pembelian pemain baru di bursa transfer musim panas mendatang. Dengan menguasai 80% saham Inter, tentu saja akan membuat Massimo Moratti akan kehilangan suara. Namun, Erick dikabarkan akan memberikan jabatan Presiden kehormatan pada Moratti. Demikian diberitakan Football Italia.

Wow, jumlah uang yang sangat mencengangkan untuk ukuran orang Indonesia. Bayangkan, Rp. 3,5 T hanya untuk membeli sebuah klub. Dari segi hitungan bisnis olahraga, khususnya sepakbola, harga yang akan dikeluarkan Erick Thohir-jika jadi membeli- tentulah sepadan dengan nama besar Inter Milan sebagai salah satu klub top Eropa. Tapi, bisakah Erick Thohir memenuhi ambisinya itu?

Dengan total kekayaan mencapai 12 trilyun rupiah, jumlah yang akan digelontorkan Erick Thohir untuk membeli Inter Milan hanyalah sebagian kecil dari total kekayaannya. Apalagi mengingat nama besar Inter Milan. Tentu saja klub ini akan sangat menguntungkan dari sisi investasi olahraga. Namun, harus dilihat, apakah benar Moratti akan melepas begitu saja saham kepemilikannya, dari klub yang diwarisinya dari orang tua? Nilai yang ditawarkan Erick Thohir memang sangat menggiurkan, mengingat Inter Milan saat ini membutuhkan dana segar untuk mendatangkan pemain-pemain baru dan juga untuk pembangunan stadion baru.

Moratti tentu tidak akan melepas saham Inter Milan begitu saja, apalagi jika dia sampai kehilangan hak suaranya. Tapi, kebutuhan akan investor sudah sangat mendesak bagi Inter Milan. Nilai Inter Milan sendiri, menurut Forbes (2012) adalah sebesar 378 juta Euro. Jika Erick Thohir menawar 280 juta Euro untuk 80% saham Inter Milan, Moratti kemungkinan masih akan berpikir ulang untuk melepasnya karena sparenya yang terlalu kecil buat dia. Karena bagaimanapun klub ini adalah klub keluarga yang penuh sejarah. Cerita akan lain jika Erick Thohir berani menaikkan tawarannya melebihi nilai kekayaan Inter Milan. Dikabarkan, Moratti menghendaki dana sebesar 470 Juta Euro untuk mengalihkan kepemilikan inter dari keluarga Moratti. Pertanyaannya, sanggupkah Erick Thohir menyiapkan dana sebesar 470 juta Euro? Atau setara dengan Rp. 6,1 T, yang merupakan separuh dari total kekayaannya?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: