Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Denovan Satriandika

REAL MADRID ! bermimpi sebagai Jurnalistik handal

Sepak Bola Pragmatis Adalah Sepakbola Saya

REP | 29 May 2013 | 23:29 Dibaca: 849   Komentar: 0   0

Halo football lovers ! bertemu lagi dengan saya Denovan dalam sebuah artikel olahraga. Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba membuat tulisan yang sedikit serius di banding tulisan sebelumnya, jika di beberapa tulisan sebelumnya saya membahas tentang hal yang teraktual dan terkini dalam sepakbola beda halnya dengan tulisan ini karena pada kesempatan kali ini saya ingin membahas salah satu genre dalam sepakbola.

Tidak sedikit genre yang terdapat dalam permainan sepakbola mulai dari Cattenacio, Kick And Rush, Jogo Bonito, Total Football, Direct Football, Tiki Taka dan masih banyak lagi genre lainnya, namun dari sekian banyak gaya permainan dalam sepakbola, ada satu gaya permainan yang mulai menghiasi belantika sepakbola dunia dalam 1 dekade terakhir, yaitu Pragmatisme Of Football atau yang fasih dan lazim di kenal dengan sebutan sepakbola Pragmatis, jenis permainan ini sebetulnya banyak di kecam oleh halayak umum di karenakan genre ini menganut sepakbola anti strategi, mereka bermain aman dengan menjaga kedalaman dan melancarkan satu buah serangan balik cepat yang mematikan, sehingga mereka menyebut sepakbola ini sepakbola yang membosankan. So apa yang di maksud dengan sepakbola pragmatis, siapa yang menganut sepakbola ini dan adilkah jika sepakbola ini mendapat kecaman ?.

Menurut hemat saya sepakbola pragmatis adalah perpaduan antara sepakbola Cattenaccio dengan sepakbola Kick And Rush dan Direct Football. Ketika bertahan bek  mereka bahu membahu menggalang pertahanan dengan di bantu 2 sampai 3 Holding Midfielder yang bertugas memutus alur serangan lawan hal ini di maksud agar para gelandang lawan sulit bahkan tidak dapat menembus lini suci mereka yaitu 4 bek mereka itu sendiri, 2 hingga 3 Gelandang ini dengan segala cara bermain rap rap, mempressure lawan sehingga serangan pun hanya berujung di lini tengah tidak sampai menyentuh batas suci yaitu kotak 16, mungkin bisa di bayangkan mungkin oleh pembaca seperti apa ilustrasi saya tersebut, biasanya pemain seperti John Obi Mikel, Sami Khedira, Anderson hingga Daniele De Rossi adalah pemain yang biasanya bertugas sebagai Holding Midfielder. Untuk kuartet beknya pun bukan pemain sembarangan, mereka haruslah mempunyai keseimbangan dalam hal menyerang apalagi dalam keadaan bertahan selain itu kekompakan dalam menjaga kotak 16 sangatlah di perhatikan karena mereka di tuntut untuk berkonsentrasi menahan gempuran lawan sepanjang laga, maka biasanya tim yang menganut sepakbola ini mempunya bek four yang prima layaknya Pepe, Sergio Ramos, David Luiz hingga Ashley Cole. 3 orang gelandang selanjutnya di fokuskan untuk menyerang biasanya 1 orang di antara 3 gelandang itu adalah seorang Playmaker yang bertugas mengatur serangan dan membagi bola kepada 2 sayap mereka, artinya gelandang tersebut haruslah mempunyai daya jelajah tinggi seperti Mesut Ozil, Tom Cleverley, David Silva, Andres Iniesta hingga Shinji Kagawa, mereka dengan kecepatannya di haruskan membagi dan melancarkan bola hanya dalam tempo 8 sampai 15 detik ! hal ini bertujuan untuk membangun satu buah skema serangan balik cepat nan mematikan yang di harapkan menghasilkan sebuah Gol,  ketika Holding Midfielder mampu merebut bola si pemain haruslah dengan cepat membagi bola tersebut kepada playmaker yang nantinya akan di seleseikan oleh striker atau pun 2 sayap yang ada di kiri dan kanan. Dalam sepakbola ini tidak ada kata tiki taka atau pun mendelay bola, mereka haruslah dengan cepat membangun serangan yang mematikan sehingga tidak ada space maupun waktu bagi lawan untuk bisa menutup pergerakan pemain kita, jadi efesiensi serangan sangatlah di junjung tinggi dalam permainan ini karena kita tidak mencari keunggulan Ball Possesion, Shoot atau pun data statistik lainnya, yang kami cari hanyalah kemenangan, tidak peduli seperti apa data statistik selama tim kita bisa mencetak gol lebih banyak dari tim lawan kita akan senang. Sepakbola ini juga bisa di sebut sepakbola yang memacu adrenalin karena mereka membiarkan lawan memainkan bola, menyerang, tapi ketika tim kita mampu merebut bola, hanya dalam tempo 8 hingga 15 detik sebuah gol bisa kita dapat di karenakan serangan balik yang cepat tadi, lini pertahanan lawan pun akan kelimpungan dalam menahan serangan kita karena di saat tim lawan asyik menyerang dan hampir semua pemainnya naik kedepan, hanya dalam sekejap tim lawan balik di tekan oleh 3-5 orang pemain kita, jadi bisa di bayangkan bagaimana kesulitannya lawan dalam membaca serangan kita.

Mungkin tidak banyak pelatih yang menganut gaya permainan seperti ini, Jose Mourinho, Bert Van Maarwijk hingga Carlos Dunga adalah 3 pelatih yang hadir dengan PRAGMATISME OF FOOTBALL, pembaca bisa lihat bagaimana pertahanan grendel Inter Milan era Mou saat menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions 2009-2010 justru membawa Internazionale meraih Treble Winners, lalu bagaimana final Copa Del Rey 2010-2011 saat itu Pepe sukses menjalankan instruksi Mourinho dalam merancang strategi pragmatis, bisa di lihat bagaimana Barcelona akhirnya bertekuk lutut 0-1 dari Real Madrid, pun dengan Van Maarwijk dan Dunga mampu membawa Belanda ke Final piala dunia 2010 dan Brazil juara Copa Amerika 2007. Bahkan apa yang dilakukan Van Maarwijk dan Dunga lebih fulgar, mereka mengubah Belanda yang lekat dengan total football dan Brazil yang terkenal dengan jogo bonitonya menjadi suatu tim yang tampil pragmatis.RESPECT buat kalian !!.

Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah strategi ini sah dan tidak curang ? saya rasa tidak karena bagi saya yang bercita cita sebagai pelatih saya pun akan memakai strategi ini dalam kepelatihan saya nanti, so ini bukan strategi yang curang ! why ? curang dalam sepakbola adalah ketika suatu tim melanggar rule of the game, dan adakah dari strategi ini yang melanggar rule of the game ? silakan anda jawab sendiri. Mungkin sebagian orang berbicara bahwa strategi ini melanggar esensi dan etika sepakbola, nah justru saya ingin berbalik bertanya bahwa adakah esensi dalam aturan dan rule of the game ? esensi sepakbola adalah aturan yang tidak tertulis dan itu hanyalah di buat oleh orang orang yang mengharapkan suatu hiburan dari tontonan sepakbola, lebih dari itu apakah rule of the game yang di atur fifa mengharuskan suatu tim bermain menghibur atau pun aturan Fifa melarangkan strategi ini di gunakan ? sekali lagi biarkan pembaca sendiri yang menjawab

MUNGKIN SAYA TIDAK BISA MEMBERI TONTONAN YANG MENGHIBUR JIKA SAYA SUATU HARI NANTI MELATIH, NAMUN SAYA AKAN MEMBERI SUPORTER TIM YANG DI LATIH SAYA DENGAN SUATU HAL YANG BUKAN MENGHIBUR TAPI MEMBANGGAKAN DAN AKAN DI TULIS DALAM SEJARAH YAITU GELAR JUARA BESERTA PIALANYA ! serta satu hal yang harus pembaca ketahui bahwa orang yang menginspirasi saya untuk bermain pragmatis bukanlah Jose Mourinho, tapi orang itu adalah Bert Van Maarwijk karena ia orang yang dengan berani mengubah citra menyerang tim yang ia latih dengan strategi pragmatis, LUAR BIASA !!

Akhir kata dari saya adalah apapun strategi dalam sepakbola selama tidak melanggar aturan tolonglah di hargai sebab saya sebagai penganut pragmatis amat sangat Respect kepada genre sepakbola lain, jangan sampai hanya karena gaya permainan, ada suatu strategi dalam sepakbola menjadi dikerdilkan

SALAM OLAHRAGA ! SAY NO TO RASIS !

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 10 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 11 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 12 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: