Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Black Diamond

Warga biasa yang ingin berpartisipasi lewat tulisan

Sebuah Piala untuk Indonesia

OPINI | 29 May 2013 | 01:35 Dibaca: 740   Komentar: 14   2

Mimpi Indonesia untuk ikut Piala Dunia sepertinya masih jauh dari kenyataan.

Meskipun banyak yang bilang Indonesia adalah “Raksasa Sepakbola” yang sedang tertidur, namun sepertinya tidurnya sangatlah lelap.

Bahkan setiap ada yang berusaha membangunkan, tetap saja dia tidak mau bangun. Katanya, “Masih asyik bermimpi indah, nanti kalau bangun, takut mimpinya hilang!” Haha..

Sebenarnya ada cara mudah untuk Indonesia (baca : Raksasa Sepakbola yang tertidur) mengikuti “Piala Dunia”.

Jika kita tidak bisa cepat-cepat ikut Piala Dunia yang sebenarnya, kenapa kita tidak buat “Piala Dunia Mini” duplikatnya Piala Dunia.

Dengan membuat sedikit modifikasi, sebenarnya kita bisa membuat Piala Dunia sendiri. Tentunya sambil berusaha membangunkan sang Raksasa Sepak bola yang tertidur.

Sebelumnya, kita harus memberikan nama untuk Piala Dunia Mini ini, kalau saya sih usulnya Piala “Dunia” Indonesia. (maksain banget ya.. Hihi..)

Kalau ada yang nanya, koq Piala Dunia Indonesia? Emangnya Indonesia itu dunia?

Jawabnya : Dunianya Indonesia itu ya mulai dari Sabang sampai Merauke. Yang isinya ada 33 provinsi. Hehe.. (namanya juga usul. Ngasal dikit kan gak apa apa ya.. Hihi..)

Tapi karena nama tersebut terlalu maksain banget, dan juga nanti dibilang nyontek abis sama Piala Dunia (Padahal memang iya. Haha.. Soalnya negara yang lainnya pasti iri sama negara kita yang punya banyak propinsi dan mereka gak bisa niru Piala Dunia) maka nama itu saya ganti aja, soalnya takut pada protes. Hehe..

Biar lebih menampilkan ciri khas Indonesia, mungkin diberi nama Piala Bhineka Tunggal Ika.

Lho koq dikasih nama begitu?

Ya suka2 gue dong mau kasih nama apa, kan yang bikin usulan gue. Haha… Ups.. Becanda lho..

Pemberian nama ini selain untuk memberikan kesan Indonesia banget, ini juga dapat di artikan “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Maksudnya satu tujuan untuk menjadikan sepakbola Indonesia menjadi diperhitungkan di tingkat dunia.

Lho kan Indonesia memang sudah diperhitungkan oleh dunia? Bahkan menghitungnya pernah sampai banyak banget, yaitu berhitung sampai 170. Hehe..

Maksudnya bukan itu masBro. Maksudnya agar Indonesia bisa menjadi jawara sepakbola dunia (haha.. mimpi kali ye..).

Gak apa2 koq bermimpi, bahkan ada seorang filsuf terkenal yang bilang kemajuan teknologi saat ini berdasarkan mimpi2 masa lalu (gak usah dicari dibuku atau digoogling nama filsufnya, karena ga bakalan ada. Ini bisa-bisanya gue aja, soalnya gue lagi menyamar jadi filsuf terkenal. Hehe..)

FORMAT PIALA BHINEKA TUNGGAL IKA

Piala Bhineka Tunggal Ika adalah format kompetisi tingkat Provinsi.

Dan diikuti oleh semua provinsi di Indonesia.

Sebelum masuk ke Piala Bhineka Indonesia, setiap Propinsi harus melalui Babak Kualifikasi.

Babak Kualifikasi untuk Piala Bhineka Tunggal Ika dibagi menjadi 6 Zona/Wilayah (modifikasi dari Zona Konfederasi FIFA) , sesuai dengan letak provinsi masing-masing.

Adapun Zona yang saya buat adalah sebagai berikut :

ZONA PULAU SUMATERA

1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam

2. Provinsi Sumatera Utara

3. Provinsi Sumatera Barat

4. Provinsi Riau

5. Provinsi Kepulauan Riau

6. Provinsi Jambi

7. Provinsi Sumatera Selatan

8. Provinsi Bangka Belitung

9. Provinsi Bengkulu

10. Provinsi Lampung


ZONA PULAU JAWA

1. Provinsi DKI Jakarta

2. Provinsi Jawa Barat

3. Provinsi Banten

4. Provinsi Jawa Tengah

5. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

6. Provinsi Jawa Timur


ZONA PULAU BALI DAN NUSA TENGGARA

1. Provinsi Bali Ibukota

2. Provinsi Nusa Tenggara Barat

3. Provinsi Nusa Tenggara Timur


ZONA PULAU KALIMANTAN

1. Provinsi Kalimantan Barat

2. Provinsi Kalimantan Tengah

3. Provinsi Kalimantan Selatan

4. Provinsi Kalimantan Timur


ZONA PULAU SULAWESI

1. Provinsi Sulawesi Utara

2. Provinsi Sulawesi Barat

3. Provinsi Sulawesi Tengah

4. Provinsi Sulawesi Tenggara

5. Provinsi Sulawesi Selatan

6. Provinsi Gorontalo


ZONA KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA

1. Provinsi Maluku

2. Provinsi Maluku Utara

3. Provinsi Papua Barat

4. Provinsi Papua

Dari keenam Zona tersebut akan diambil 8 tim terbaik untuk bertarung langsung di babak 8 besar putaran final Piala Bhineka Tunggal Ika.

Adapun distribusi dari kedelapan tim tersebut adalah :

Zona Pulau Sumatera yang berisi provinsi terbanyak, yaitu 10 Provinsi diambil 2 tim terbaik, atau peringkat pertama dan peringkat kedua.

Sedangkan ke lima Zona yang lainnya, diambil masing-masing 1 tim terbaik (juara 1 dari masing-masing Zona).

Untuk satu tempat sisa akan diambil dari peringkat kedua terbaik dari zona Pulau Jawa dan Zona Pulau Sulawesi.

Pemilihan kedua zona ini dikarenakan Zona Pulau Jawa dan Zona Pulau Sulawesi merupakan provinsi terbanyak kedua (6 propinsi) setelah Sumatera (10 provinsi) dari keenam zona tersebut. (lihat zona pulau diatas)

Dan jika nilai peringkat kedua terbaik dari Zona Pulau Jawa dan Zona Pulau Sulawesi sama, maka diadakan play off untuk menentukan satu tempat tersisa dibabak 8 besar.

(Wah.. Seru kan…)

Pada babak kualifikasi, pertandingannya mengadopsi pertandingan kualifikasi pada Zona Konfederasi FIFA di Piala Dunia, yaitu sistem home and away, namun dalam Piala Bhineka Tunggal Ika ini mereka bersaing untuk mendapatkan 8 tempat untuk tim yang berhak mengikuti babak 8 besar.  Dengan zona yang saya buat, biaya perjalanan away dari masing-masing tim akan lebih murah karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Kemudian pada babak 8 besar, akan dilakukan pengundian untuk menentukan posisi dan lawan yang akan dihadapi.

Babak 8 besar hingga final diadakan di provinsi yang dianggap sebagai tuan rumah Piala Bhineka Tunggal Ika. Dan tuan rumah ini bisa juga diadakan di dua tempat seperti halnya di Piala Dunia.

Dan puncaknya, pada Babak Final Piala Bhineka Tunggal Ika, wajib disiarkan secara langsung oleh TVRI saluran nasional.

Biar semua daerah dari Sabang sampai Merauke bisa nonton secara gratis. Hehe..

Sebenarnya sih lebih asik kalau siaran langsungnya mulai dari babak 8 Besar. Hehe.. tapi nunggu banyak sponsor dulu kali ya.. Haha..

Oh ya.. kalau saluran televisi lokal ingin menyiarkan secara langsung Babak Kualifikasi di masing-masing Zona sepertinya juga akan lebih seru deh. Hehe..

Dan nantinya yang nyerahin pialanya haruslah Bapak Presiden yang terhormat. Biar dia menjadi hoby nonton bola, sehingga bisa serius memajukan sepakbola Indonesia. (memangnya kemaren-kemaren tidak serius ya?? Hehe..)

KETENTUAN PIALA BHINEKA INDONESIA

Para pemain yang berhak mengikuti Piala Bhineka Tunggal Ika, hanyalah pemain yang berwarga negara Indonesia. Dan para pemain yang membela provinsi adalah pemain yang berdomisili / bertempat tinggal di wilayah provinsi tersebut.

Jadi kalau ada pemain asing yang mau ikut di Piala ini harus menjadi warga negara indonesia dulu. Hehe..

Pemain sepakbola provinsi diambil dari turnamen sepakbola dibawahnya, mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota sampai akhirnya disaring untuk membela provinsi diajang Piala Bhineka Tunggal Ika.

Turnamen tingkat RT/RW bisa dimulai dari menyambut acara tujuh belasan (17 Agustus/Hari Proklamasi Kemerdekaan).

Para pemain tingkat RT/RW ini gak perlu digaji mahal-mahal ataupun digaji perorangan. Para pemain ini biasanya masih punya semangat tinggi untuk berolah raga.

Jadi dengan hadiah kambing atau domba ditambah Piala Bergilir Bapak Lurah, sudah cukup membanggakan buat mereka.

Kalau pemain sepakbola yang tingkat profesional mah, sepertinya kurang punya semangat olahraga, semangatnya sudah beralih ke uang (begitu kata temen gue yang gak mau disebutkan namanya. Lho koq kaya reportase berita kejahatan aja ya, pake gak mau disebutkan namanya. Hihi..)

Begitu Juara, malamnya para pemain tingkat RT/RW bisa langsung ngerayain tujuh belasan di samping panggung acara tujuh belasan dengan pesta kambing guling di kelurahannya. Haha..

Dari kompetisi tingkat RT/RW dipilih 11 pemain (istilah kerennya “the best eleven”) di tambah beberapa pemain cadangannya yang berhak untuk bertanding mewakili Kelurahannya untuk bertanding di tingkat Kelurahan.

Pemain yang terpilih menjadi the best eleven dapat bonus hadiah (misalnya bonus bermain futsal selama 3 bulan dilapangan futsal depan rumah pak Lurah, atau bonus yang lainnya. Hehe..).

Pembiayaan turnamen tingkat Kelurahan juga sama aja dengan tingkat RT/RW, cuma hadiahnya dibuat agar lebih besar daripada tingkat RT/RW. Misalnya berhadiah Sapi ditambah sejumlah uang dari pihak sponsor plus sebuah Piala Bergilir Bapak Camat. Hehe..

Dari turnamen tingkat Kelurahan juga dipilih the best eleven dan para cadangannya untuk mewakili kecamatannya dan bertanding di tingkat kecamatan untuk memperebutkan Piala Bapak Bupati/Walikota.

Para pemain yang terpilih dalam the best eleven tingkat Kelurahan juga mendapatkan bonus, misalnya bonus berlatih dilapangan futsal selama 3 bulan ditambah mendapat tiket nonton gratis pertandingan sepakbola liga kasta tertinggi selama 2 bulan. (Biar makin menambah motivasi dalam bermain sepakbolanya. Hehe..)

Enaknya sih turnamen tingkat kelurahan diadakan dalam acara perayaan Hari Pahlawan (10 November). Jadi pada saat selesai upacara hari Pahlawan di Kecamatan, para pemain tersebut langsung diberi hadiah sapi dan lainnya.. Asssyyyiiiiikkk….Horee..!!!

Pada turnamen tingkat Kecamatan untuk memperebutkan piala Bupati/Walikota juga hampir sama dengan tingkat dibawahnya. Namun untuk tingkat kecamatan, pemainnya sudah diberi gaji. Tapi gajinya bukan perbulan, cukup dibayar per pertandingan. Bayarannya terserah pak Camat aja mau gaji berapa tuh para pemainnya. Hehe..

Gajinya bisa minta dari donatur ataupun sponsor, atau bisa juga dari uang kas Kecamatan. Yang penting tujuannya untuk kemajuan sepakbola. Tapi jangan dikorupsi ya..!!

Masa, baru jadi pemain tingkat kecamatan aja sudah dikorupsi gajinya. Bisa kualat tuh. Hehe..

Nah untuk juara tingkat Kecamatan diberi hadiah yang lebih besar dari turnamen dibawahnya. Misalnya sebuah tanah Bengkok seperti kepunyaan bapak Kades (kepala desa) yang bisa diambil manfaatnya selama 6 bulan atau satu tahun. Ditambah dengan uang tunai dari sponsor dan juga Piala Bergilir Bupati/Walikota.

Waktu pertandingan untuk turnamen tingkat Kecamatan, bisa dipilih pada hari tertentu, misalnya pada acara menyambut hari Kartini (21 April). Jadinya sehabis ikut karnaval bersama anak-anak TK yang memakai kebaya, dan baju adat lainnya, para pemain langsung berbaur di alun-alun untuk menerima hadiahnya. Hehe.. (Becanda lho.. Hihi..)

The best eleven untuk tingkat Kecamatan mendapatkan bonus berlatih di salah satu klub profesional terdekat dari daerahnya selama 1 minggu plus biaya akomodasinya.

Pemain yang terpilih menjadi the best eleven dan cadangannya berhak mewakili Kabupaten/Kotamadyanya untuk bertanding di turnamen tingkat Kabupaten/Kotamadya untuk memperebutkan Piala Gubernur.

Untuk pemain yang terpilih untuk tingkat kabupaten/Kotamadya berkesempatan diangkat menjadi tenaga honorer ataupun Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD).

Dan untuk menghindari kesenjangan gaji/pendapatan dengan pegawai lainnya, dan juga agar tidak terlalu membebani anggaran, maka sistem penggajian mengikuti sistem gaji Tenaga Honorer ataupun Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) disesuaikan dengan golongannya (maksudnya disesuaikan dengan ijasah sekolahnya).

Untuk pemain sepakbola yang sudah PNS/PNSD dan sudah bekerja di pemerintahan, diberikan bonus rekening tabungan berisi uang halal semampunya disesuaikan dengan kemampuan pemerintah daerahnya.

Dan juga diberi surat tugas mengikuti turnamen jika sedang ada turnamen sepakbola dari Bupati/Walikota, sehingga dapat lebih berkonsentrasi mengikuti turnamen Piala Dunia Indonesia.

Untuk “mengakali” (ups.. bahasa bagusnya apa ya??) agar tidak ada pembayaran gaji yang sia-sia (Makan Gaji Buta), jika tidak ada pertandingan sepakbola maka para pemain sepakbola yang sudah diangkat menjadi tenaga Honorer ataupun PNS, ditugaskan untuk membantu pekerjaan di Instansi Pemerintahan Daerah.

Mau disuruh jadi tukang ketik, ataupun tukang anter surat juga gak apa-apa koq yang penting gajinya lancar tiap bulan. (Itu kata temen gue yang udah ngebet banget jadi PNS. Hehe..)

Nah untuk hadiahnya, tentu harus lebih besar dari semua tingkat dibawahnya. Malu dong jika pak Gubernur hadiahnya kalah sama pak Bupati/Walikota. Hehe.. (Hadiahnya terserah pak Gubernur aja, masa mesti saya juga yang ngusulin. Hehe..)

Nah dari turnamen Piala Gubernur inilah dipilih 23 pemain yang berhak mewakili Provinsinya untuk mengikuti babak kualifikasi Piala Bhineka Tunggal Ika untuk memperebutkan 8 tempat pada 8 besar yang akan dipertandingkan di putaran final Piala Bhineka Tunggal Ika (seperti putaran final Piala Dunia).

Namun bedanya dengan Piala Dunia, pada Piala Bhineka Tunggal Ika ini peserta yang lolos langsung masuk ke delapan besar atau perempat final yang berlangsung disalah satu provinsi yang menjadi tuan rumah Piala Bhineka Tunggal Ika.

Untuk lebih jelasnya lihat kembali FORMAT PIALA BHINEKA TUNGGAL IKA yang tadi saya tulis diatas.

Wah.. Repot amat mas, harus balik lagi baca yang bagian atas tadi..

Biarin aja, kali ini saya ingin ngerjain para pembaca yang make HP touch screen biar geser-geserin layarnya pake jempolnya.

Abisnya kalau gak begitu, tuh HP dekil banget. Hehe..

Dengan menggeser-geser layar touch screen pake jempol, akan membuat HP anda lebih kinclong dan bebas debu. Haha..

Apalagi jika menggesernya dengan cara mengelus yang lembut, siapa tahu akan keluar jin yang dapat mengabulkan tiga permintaan. Hehe…

Perlu ditekankan bahwa para pemain sepakbola yang mengikuti Piala Bhineka Tunggal Ika adalah bukan termasuk pemain bola profesional, maka dari itu sistem penggajiannya pun tidak mengikuti penggajian pemain sepakbola profesional.

Jika ingin mendapatkan gaji yang besar seperti pemain sepakbola profesional, dipersilahkan mengundurkan diri dan masuk kedalam liga sepakbola profesional.

Dengan cara ini mudah-mudahan sepakbola Indonesia akan berkembang pesat dan mendapatkan tambahan alternatif pemain berbakat untuk memperkuat timnas yang dapat berprestasi ditingkat dunia.

Siapa tahu nanti seorang MD dan Pangeran Biru mau ikut turnamen ini mulai dari tingkat RT/RW dan lolos terpilih terus sampai mewakili Provinsi Jawa Barat di babak Delapan Besar.

Atau mas Eduard Blank dan Flea dapat lolos dan bahu-membahu (bukan sikut-menyikut lho..) untuk membela provinsi Jawa Timur.

Begitu juga kompasianer yang lainnya bisa berkesempatan membela daerahnya secara langsung, jadi tidak hanya menulis dikompasiana ini. Hehe..

Meskipun misalnya hanya lolos dari tingkat RT/RW pun sudah menggembirakan. Lumayan bisa ikut berpartisipasi dan ikut pesta kambing guling. Haha..

Dan semoga sang Raksasa Sepakbola akan terbangun dari tidurnya untuk berlari menuju Piala Dunia yang sebenarnya.

Ini cuma utak-atik sepakbola ala BLACK DIAMOND, biar tidak terlalu pusing mikirin pengurus PSSI yang masih juga sibuk memperebutkan pengaruh dan juga kekuasaan sehingga “sedikit” melupakan prestasi sepakbola Indonesia. (emangnya sedikit ya..? perasaan banyak banget lho.. Hihi..)

Jika setuju dengan ide saya ya terima kasih, tapi saya cuma bisa melahirkan ide saja dan gak bisa mewujudkannya seorang diri lho. Hehe…

Paling-paling saya cuma bisa mewujudkannya dengan membuat tim sepakbola dan juga turnamen piala editan di game sepakbola. (bisa gak ya..?)

Nanti kalau saya mengedit pemain dan tim sepakbolanya serta turnamen pialanya di game sepakbola punya saya, selain yang saya sebutkan diatas, Uda Manly saya masukkan di tim sepakbola Provinsi Sumatera Barat, pak Otto di provinsi Jawa Barat, mas Benjo saya masukkan di Provinsi Papua, dan kompasianer lainnya juga saya masukkan supaya lebih rame.

Tapi mohon maaf, mungkin mas Aldi Doank gak bisa saya ikutkan untuk di edit membela Sumatera Selatan, karena nanti malah aneh karena ada gambar monyet ikut main bola.

Nanti malah gak seperti main di turnamen sepakbola, tapi malah seperti film keluarga yang diluar negeri sana. Haha.. (Becanda lho.. Hihi..)

Kalau tidak setuju dengan ide saya, jangan marahi saya ya Om.. Apalagi memaki-maki saya. Hehe..

Namanya juga usulan, sedikit ngasal gak apa-apa khan..?

Kata mas Pesa Pesa : Salaman aja ya.. Hehe..

Udah ah.. Ngantuk. Mau tidur dulu..

Pesan sebelum tidur :

“Bhineka Tunggal Ika”. Biarpun berbeda-beda tim yang dipuja tetaplah satu tujuan jua, yaitu untuk memajukan sepakbola Indonesia agar dapat berprestasi ditingkat dunia.

Jauhkan pertengkaran antar suporter sepakbola, apalagi sampai tawuran, mari bersama menjadikan sepakbola Indonesia menjadi lebih baik.

Salam Hormat dari Black Diamond untuk Kompasianer semua TANPA KECUALI.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 7 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 11 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: