Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Apresiasi buat Klub IPL dan Divisi Utama LPIS…

OPINI | 27 May 2013 | 16:04 Dibaca: 1733   Komentar: 19   2

Salam Sepakbola…

Pasca KLB 17 Maret yang menghasilkan keputusan dalam penyatuan liga, dimana dalam pengambilan keputusan tersebut para voter telah memilih PT LI dengan ISL-nya, sebagai kasta tertinggi kompetisi musim depan dengan penambahan 4 tim dari IPL. Hasil ini memang membuat klub-klub yang bernaung di PT LPIS merasa kecewa karena menilai konsep penyatuan liga ini tidak memberikan rasa keadilan sesuai dengan semangat rekonsiliasi, yang terjadi terkesan adanya aroma ‘balas dendam’.

Tapi keputusan sudah dibuat dan hendaknya setiap anggota harus mematuhinya. Begitupun klub-klub yang sekarang ini bernaung di PT LPIS mau tidak mau suka tidak suka harus mematuhinya. Hal inilah yang membuat saya patut memberi apresiasi buat klub-klub tersebut yang tetap komitmen untuk terus melanjutkan kompetisi, ditengah “ketidakadilan” yang mereka rasakan. Padahal jika mau, mereka bisa menghentikan kompetisi. Apalagi FIFA masih tetap memantau kondisi sepakbola Indonesia pasca KLB. Mungkin inilah bentuk tanggung jawab pengurus klub terhadap sponsor atau supporter sehingga terus komit untuk melanjutkan kompetisi.

Sayangnya komitmen klub-klub tersebut tidak di imbangi dengan “keprofesionalan” PT LPIS yang sekarang malah terkesan lepas tangan, banyak klub-klub di IPL maupun Divisi Utama yang kecewa akan kinerja PT LPIS.  Hendaknya setelah ada komitmen ini, kinerja PT LPIS harus bagus setidaknya untuk meninggalkan citra yang baik di mata klub-klub tersebut. Sayangnya PT LPIS tidak bisa memberikannya.

Patutlah saya apresiasi buat klub-klub IPL dan Divisi Utama akan komitmennya meneruskan kompetisi musim ini sampai berakhir, karena bagaimanapun saat ini IPL dan turunannya masih tetap menjadi bagian sepakbola Indonesia. Harapan kedepannya semoga tidak ada lagi dualisme kompetisi yang bisa menyebabkan kisruh lagi. Sehingga para pengurus (PSSI dan Klub) bisa berkonsentrasi untuk memajukan klub-klub di negeri ini kearah profesional sesuai dengan arahan AFC. Jangan sampai jauh tertinggal dengan negeri tetangga.

Semoga….

Opini penikmat bola…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 12 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 17 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 20 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 23 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Aku Muak!!! [Lisal] …

Singgih Swasono | 10 jam lalu

Kalau di Tokyo Berada di Stasiun yang Salah …

Andre Jayaprana | 10 jam lalu

High Lifestyle, Low Happiness …

Azzahra Khairunnisa | 10 jam lalu

Is It Date? di Rumah Sakit? …

Irma Sri Nurwati Ut... | 10 jam lalu

Uang Penglaris …

Isti | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: