Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Jimin Andri Sarosa

Bapak yang bangga punya 5 Anak + 1 Istri

Profesionalisme Belanda Vs Indonesia

OPINI | 23 May 2013 | 09:56 Dibaca: 1014   Komentar: 11   1

Bukti profesionalisme Timnas Belanda adalah ketika kemarin (22/05) arsitek Timnas Belanda Louis van Gaal mengumumkan skuat tim Oranye untuk laga persahabatan melawan Indonesia dan China. Belanda akan bermain melawan Indonesia di Jakarta pada 7 Juni sebelum bertolak ke Beijing untuk berhadapan dengan China, empat hari kemudian.

Daftar nama pemain-pemain ini diumumkan jauh hari jelang laga persahabatan melawan Timnas Indonesia, sehingga pemain-pemain yang dipanggil paling tidak punya persiapan mental untuk bertanding di 7 Juni. Ini menggambarkan, betapa seriusnya saudara tua kita, Belanda yang berperingkat 9 dunia versi FIFA untuk menghadapi negara antah berantah Indonesia yang berperingkat 170 dunia.

**

Bagaimana persiapan Timnas Indonesia?

Senin (21/05) lalu, baru tercapai kesepakatan antara BTN, PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga Super, manajemen Persipura Jayapura, dan pelatih Jacksen Ferreira Tiago bahwa semua pemain akan berkumpul di Jakarta pada 3 Juni. Namun, untuk pemain asal Persipura dan Persija yang dipanggil ke Timnas, diberi kompensasi untuk bisa bergabung keesokannya. Artinya, Timnas Indonesia akan berlatih hanya 3 hari menjelang pertandingan bergengsi ini.

Lalu, siapa saja pemain yang dipanggil masuk kedalam Timnas?

Pelatih Jacksen memilih bungkam dan menyerahkannya kepada BTN, dengan alasan saat ini dia masih menangani Persipura. Sedangkan Ketua BTN La Nyalla malah menyatakan, “Urusan teknis itu ada di pelatih. Silahkan tanya Jacksen”. Lha?

**

Terlihat jelas perbedaan antara profesionalisme manajemen Timnas Belanda dan manajemen Timnas Indonesia yang masih “semi profesional”. Bagaimanapun, jabatan rangkap di manajemen Timnas membuat kerja jadi tidak fokus. Posisi-posisi penting seperti Ketua BTN dan Pelatih Kepala sudah seharusnya tidak dirangkap agar mereka bisa mengelola program-program Timnas dengan baik, sesuai visi PSSI yang ingin mendongkrak peringkat Indonesia.

Melihat kenyataan ini, kemungkinan Timnas Indonesia bakal kalah pada pertandingan nanti. Tapi jika program Timnas berjalan baik, hasil seri bukan tidak mungkin bisa diraih. Hasil seri melawan peringkat 9 dunia, tentu bisa mendongkrak posisi peringkat Indonesia bukan?

**

.

13692777511699764262

Foto: ANTARA/Wahyu Putro A

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Angkuh …

Retna Kusumawati | 7 jam lalu

Transfusi Darah …

Raka Pratama | 7 jam lalu

Agama adalah Kebudayaan yang Disucikan …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

KPK Selamatkan Jokowi dari Intervensi …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Jokowi dan Prabowo, Indonesia Kita …

Awaluddin Madjid | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: