Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Ramadhan Nugroho

I Like History, Football, Liverpool, Roma, Batistuta and Mourinho. Twitter : ern_5_kudo Blog : ernkasparov.blogspot.com selengkapnya

Dari Skotlandia untuk Setan Merah

OPINI | 22 May 2013 | 05:21 Dibaca: 381   Komentar: 0   0

Manchester United merupakan salah satu klub besar yang dimiliki oleh Britania Raya. Klub ini telah berdiri lebih dari satu abad dan memiliki kisah tentang jatuh bangunnya untuk bertahan dalam sepakbola professional. Berawal dari sebuah depot kereta api Lancashire dan Yorkshire di Newton Heath, klub sepak bola terbentuk. Nama klub sepak bola tersebut adalah Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C) yang beranggotakan para pekerja depot kerata api tersebut sebagai pemainnya. Klub inilah yang merupakan cikal bakal dari klub yang saat ini dikenal dengan Manchester United.

Pada tahun 1902 Newton Heath LYR FC mengalami kesulitan keuangan dan terancam bangkrut. Berbagai upaya dilakukan untuk menggalang dana menyelamatkan klub tersebut. Salah satu yang unik adalah menggunakan anjing bernama Major. Major adalah anjing milik kapten Harry Stafford. Major anjing penghibur yang setiap pertandingan berkeliling ke bangku penonton untuk mengumpulkan sumbangan dana dari para penonton dengan membawa kantong di pundaknya. Namun hal itu tidak dapat menyelesaikan masalah keuangan klub tersebut. Kemudian muncullah sosok john Henry Davies seorang direktur perusahaan bir Manchester Breweries yang tertarik dan berniat membeli major. Namun sang pemilik Harry Stafford awalnya tidak setuju, tetapi setelah dilakukan negosiasi akhirnya ia setuju. Dalam kesepakatan tersebut John Henry Davies akan menginvestasikan dana untuk Newton Heath.

Pada pertemuan dewan klub setelah John Henry Davies menginvestasikan dana ke klub, diusulkan untuk mengganti nama klub. Nama Manchester Central dan Manchester Celtic sempat diajukan. Namun salah satu dewan klub asal Italia Louis Rocca mengusulkan nama Manchester United dan disetujui oleh sebagian besar dewan yang hadir. Akhirnya resmilah pada 26 April 1902 Newton Heath berubah nama menjadi Manchester United hingga sekarang.

Semenjak berdiri hingga sekarang Skotlandia memiliki arti yang sangat penting dalam kejayaan Manchester United. Pada tahun 1910 Manchester United berpindah markas menuju Old Trafford yang terletak di Manchester Barat. Stadion baru tersebut dibangun pada tahun 1909 oleh arsitek asal Skotlandia Archibald Leitch. Stadion megah tersebut akan menjadi saksi jatuh bangunnya klub Manchester United dalam meraih kejayaan.

Manchester United harus bersabar lama untuk memulai masa kejayaan. Awal era kejayaan pertama dimulai pada tahun 1954. Saat itu klub menunjuk seorang asisten manajer dari klub Liverpool, Matt Busby, untuk dijadikan manajer klub. Langkah ini sangat tepat. Selama di tangan manajer asal Skotlandia, Manchester United menjadi tim papan atas Inggris gelar-gelar domestik berhasil diraih. Puncaknya pada tahun 1968 Manchester United berhasil meraih Piala Champions setelah mengalahkan klub raksasa Portugal, Benfica dengan skor 4-1 di partai final. Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang meraih gelar Piala Champions. Setelah itu Matt Busby dianugerahi gelar ”Sir” dari Ratu Inggris.

Pada era Matt Busby sempat terjadi tragedi yang sangat memilukan yang dikenal sebagai Tragedi Muenchen (Tragedy Munich). Pada 6 Februari 1958, sebuah pesawat Twin Engined Elizabethan milik British European Airways (BEA) gagal terbang dan meledak. Peristiwa tersebut menewaskan hampir seluruh punggawa United dan Matt Busby menjadi salah satu dari punggawa United yang selamat. Pada saat itu menjadi era duka bagi United. Peristiwa tersebut tidak hanya membekas bagi pendukung United saat itu saja, melainkan bagi dunia dan dari generasi-generasi pendukung Manchester United.

Setelah meraih gelar Piala Champions pertamanya, Sir Matt Busby memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan manajer setan merah. Keputusan ini sungguh mengejutkan karena para pendukung merasa Sir Matt Busby tak tergantikan. Namun, keputusan telah dibuat dan Busby tetap pergi dari Old Trafford. Sepeninggal Busby benar saja prestasi Manchester United pun menurun. Selama lebih dari satu dekade United minim prestasi. Bahkan United sempat turun kasta ke divisi dua pada tahun 1972.

Butuh waktu lama Manchester United menanti sosok yang pantas menangani tim menuju kejayaan. Penantian itu berujung pada penunjukan manajer asal Skotlandia Alexander Chapman Ferguson pada November 1986. Alex Ferguson datang ke Old Trafford dengan prestasi cukup cemerlang. Pada 11 Mei 1983 merupakan hari bersejarah bagi Ferguson. Pada hari itu Ferguson berhasil membawa Aberdeen menjuarai Piala Winners dengan mengalahkan klub raksasa Spanyol, Real Madrid 2-1. Prestasi tersebut melambungkan nama Ferguson. Pada tahun 1985 Ferguson ditunjuk sebagai pelatih sementara Timnas Skotlandia menjelang Piala Dunia 1986 di Mexico karena Jock Stein pelatih Skotlandia sebelumnya meninggal dunia.

Ferguson datang ke Old Trafford dengan kondisi tim yang kacau. Pemain tidak disiplin dan pecandu alkohol. Hal ini yang awalnya dibenahi oleh Ferguson. ”Roma tidak dibangun dalam waktu semalam”, pepatah tersebut sangat cocok dengan kiprah awal Ferguson di Manchester United. Butuh waktu empat musim untuk Ferguson melabuhkan gelar pertamanya bagi United. Dibawah bayang-bayang pemecatan, Ferguson melabuhkan Piala FA musim 1989/1990 ke Old Trafford. Gelar tersebut seakan kunci untuk membuka pintu menuju gelar-gelar berikutnya. Jelas saja ketika liga berubah format menjadi Liga Primer Inggris pada musim 1992/1993 laju Manchester United tidak tertahankan. Puncak era Ferguson adalah pada musim 1998/1999 ketika membawa United meraih treble winner. United meraih gelar juara liga, Piala FA, dan Liga Champions dengan mengalahkan Bayern Muenchen dalam final yang dramatis dan dianggap salah satu final terbaik abad 20. Pada musim 2009/2010 juga merupakan musim terbaik Ferguson karena berhasil membawa United menyamai gelar terbanyak Liga Inggris milik Liverpool sebanyak 18 trofi. Pada musim berikutnya United melampaui Liverpool dengan 19 gelar juara.

Pada akhir musim 2011/2012 Ferguson tertahan tetangga United yaitu Manchester City dalam perebutan gelar liga. Namun Ferguson tetap menciptakan rekor tersendiri. Dia berhasil melampaui rekor Sir Matt Busby dengan menjadi manajer setan merah selama 25 tahun. Selain itu juga pada 23 November 2004 ketika menjamu Olympique Lyonnais di ajang Liga Champions Ferguson merayakan pertandingan ke-1000 sebagai manajer Manchester United. Tidak mudah mencapai angka tersebut dalam satu tim. Tidak heran jika Ferguson menjadi legenda di Theatre of Dreams. Para pendukung tidak akan risau pemain-pemain bintang pergi dari Old Trafford selama Ferguson masih duduk sebagai manajer.

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Ferguson untuk pensiun sebagai manajer Manchester United. Namun nama-nama tenar sudah dimunculkan untuk menjadi suksesor sang manajer, dari sang anak Darren Ferguson, Jose Mourinho, Pep Guardiola, hingga sang mantan assisten Carlos Queiroz. Nama David Moyes manajer Everton asal Skotlandia sempat dianggap paling pantas menggantikan peran Ferguson di Manchester United. Moyes dianggap memiliki konsep dan kedisiplinan yang sangat mirip dengan Ferguson. Namun itu semua baru spekulasi hingga Ferguson benar-benar mengucap selamat tinggal pada kursi manajer sepak bola. Hal yang tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dia akan pensiun. Pintu rekor akan terus terbuka untuk Ferguson.

”Saya pikir bekerja adalah sesuatu yang penting dan saya hidup untuk bekerja. Beberapa orang menginginkan tidak bekerja, tetapi saya ingin terus bekerja selama saya hidup.” (Sir Alexander Chapman Ferguson)

[ERN ; 4-8-2012 ; 18:04]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 15 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 16 jam lalu

Australia Siaga Penuh …

Tjiptadinata Effend... | 16 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 18 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34


Subscribe and Follow Kompasiana: