Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Aderagata

Penulis tentang apa saja, Sepakbola, Fiksi anak muda, musik dan sosial budaya. Ingin menjadi Inspirasi selengkapnya

Piala AFC U-14 2013 Tanpa Persiapan

OPINI | 14 May 2013 | 23:20 Dibaca: 568   Komentar: 2   0

Tahun ini AFC untuk pertama kalinya menyelenggarakan Piala AFC U-14 yang akan dihelat di Myanmar dimulai pada 28 Mei 2013 ini. Sebelumnya AFC hanya mengadakan Festival Untuk U-14 seperti AFC U14 Festival of Football Kota Kinabalu Malaysia thn lalu kita menjadi Tim terbaik dibawah Pelatih Maman Suryaman - Liestiadi dan Youth Football Festival U14 di Osaka Jepang, kita meraih tempat kedua terbaik dibawah Jepang dengan duet Pelatih Zainal Abidin - Ricky Nelson. Semestinya PSSI menyadari di level usia muda kita masih bisa mengimbangi para negara-negara yang Asia Barat dan Timur Tengah sebagai raja Sepakbola Asia. Ditambah hadirnya Australia dan Uzbekistan masuk di wilayah Asia lengkap sudah persaingan sengit untuk meraih prestasi di U-14. Memang harus diakui situasi PSSI kita dalam kondisi yang luar biasa, dimana saat ini PSSI dikendalikan penuh oleh Tokoh nomor 1 dan jempolan dalam mengelola sepakbola Indonesia yaitu Bapak La Nyala dkk. Entah disibukan dengan konflik yang berkepanjangan atau hanya terfokus dengan Timnas Senior saja, Ketua BTN Bapak La Nyala sampai lupa mendaftarkan nama2 pemain yang akan diikutsertakan dalam ajang Piala AFC U14 di Myanmar. Seharusnya sebagai Ketua BTN (Badan Tim Nasional) dia harus sudah memetakan turnamen apa saja yang harus diikutsertakan dalam Turnamen yang sudah ada dalam kalender AFC. Apakah yg difokuskan oleh bapak-bapak yang terhormat hanya Timnas Senior dan Sea Games 2013 Myanmar? Justru Sea Games tidak termasuk agenda dari Turnamen dari AFC.

Seandainya Bapak La Nyala mengerti pembinaan sepakbola Indonesia, lebih baik dia berikan Jabatan Ketua BTN kepada Orang yang mampu mengelola dan memberikan jadwal, Program-program untuk kesemua timnas disetiap jenjang Usia dari Senior, U22, U19, U16 dan U14. Bukan mengecilkan kemampuan seorang Bapak La Nyala, beliau sudah terlalu banyak menyandang jabatan yang dipegangnya. Dari Ketua Kadin JaTim, Wakil Ketua PSSI, belum di Ormas akan terasa sulit dan keteteran buat beliau jika harus memegang Jabatan Ketua BTN. Dan keputusan yang paling Blunder yang dia ambil adalah mengangkat Mundari Karya sebagai Pelatih Timnas U14 yang akan berlaga di Myanmar 28/5 nanti. Tidakkah dia melihat track Record seorang Mundari Karya? yang pernah membesut Timnas U16 diajang kejuaraan sepak bola ASEAN Football Federation U-16 Championship 2010 di Stadion Manahan Solo, kita menjadi juru kunci dan terakhir kita kalah oleh Timor Leste. Jarang kita kalah oleh mantan Propinsi Indonesia!. Apakah pemilihan pelatih Timnas U14 ini berdasarkan Like and Dislike? tidakkah Mr La Nyala mencoba mempertahankan duet pelatih Zainal Abidin - Ricky Nelson yang pernah memberikan prestasi di Ajang Festival U14 di Osaka Jepang?. Saya bukan tidak suka secara personal terhadap Mundari Karya, tapi kita bicara fakta hasil yang pernah ditorehkan oleh seorang Mundari Karya. saya bukan Peramal, tapi saya prediksikan Untuk Piala AFC U14 nanti di Myanmar kita akan ditekuk Thailand dan dikalahkan oleh Singapore. Kita menempati peringkat ketiga, dan pasti alasan yang utama adalah minimnya waktu persiapan tim utk menghadapi Turnamen ini…..hehehehe KLISE!!!!

@aderagata

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 8 jam lalu

Saatnya Import Substitution Strategy untuk …

Ahmad Mikail | 8 jam lalu

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 8 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 8 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: