Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Achmad Suwefi

You will never walk alone

Kala Para Mantan Pemain Timnas Indonesia Merintis Masa Depan untuk menjadi Pelatih

OPINI | 08 May 2013 | 12:22 Dibaca: 1327   Komentar: 2   1

Salam sepakbola nasional,

Pemain sepakbola tidal selamanya akan terus bermain dilapangan hijau dan menjadikannya sebagai sumber keuangan yang menjadi mesin penghasil uang untuk mereka. Perlu mulai memikirkan apa yang harus dilakukan kelak ketika mereka akan pensiun dari lapangan hijau.

Banyak contoh mantan pemain Timnas Indonesia yang berusaha memulai bisnis baru dengan tabungan hasil dia bermain sepakbola, seperti Nur Alim yang berbisnis angkot dan kontrakan. Atau juga tetap bergelut dilapangan hijau dengan beralih profesi menjadi pelatih klub. Aji Santoso, Nil Maizar, merupakan beberapa mantan pemain yang juga mantan pemain Tim nasional yang menjadi pelatih klub dan timnas Indonesia.

Keinginan menjadi pelatih sebuah klub sepertinya menjadi sebuah keinginan dari beberapa mantan pemain Timnas untuk ikut serta dalam kursus pelatih lisensi C AFC yang diadakan mulai 5-18 Mei 2013 di Kompleks Stadion Bea Cukai, jakarta.

Kursus kepelatihan kali ini didominasi oleh hampir mantan pemain dan mantan pemain timnas Indonesia era 2000-an seperti : Kurnia Sandy, Eko Purjianto, Yeyen Tumenan , Dwi Priyo Utomo, Indriyanto Nughroho (yang juga lulusan primavera Italia), Hendro Kartiko, Nur Alim, I Putu Gede. serta juga beberapa pemain yang masih aktif, Ponaryo Astaman, Mukti Ali Raja dan Nova Ariyanto. Serta beberapa mantan pemain lain seperti Firmansyah, Charis Yulianto, Aris Indarto.

Bagi sebagian mantan pemain kesempatan mengikuti kursus lisensi pelatih C AFC adalah sebagai jembatan untuk meniti karir sebagai pelatih klub sepakbola serta keinginan hati yang tidak bisa jauh dari kehidupan lapangan bola juga dijadikan sebagai kesempatan untuk bernostalgia antara sesama mantan pemain Timnas Indonesia.

“Sejak awal setelah memutuskan pensiun, saya memang ingin jadi pelatih. Ada tantangan tersendiri untuk bisa sesukses ketika saya menjadi pemain ,” ungkap I Putu Gede yang juga mantan pemain Timnas era 2000-2006 serta mantan gelandang Persebaya Surabaya

“Saya sudah lama tidak ketemu mereka.Kami sering kontak tapi jarang bertemu muka. Beda rasanya kalau ngobrol lewat telepon dan bertemu langsung, ya kami ngobrol-ngobrol tentang masa lalu,” lanjut I Putu Gede. (sumber : harian top skor)

Sesuatu yang dirasakan sama oleh semua mantan pemain Timnas yang mengikuti kursus lisensi pelatih C AFC. berkumpul kembali dengan rekan satu angkatan seakan menjadi nilai tambah bagi mereka dalam mengikuti kursus kepelatihan tersebut.

Selamat mengikuti kursus untuk semua mantan pemain serta pemain Timnas, semoga kelak kalian akan dapat melatih klub ataupun Timnas serta membawanya berprestasi maksimal seperti yang pernah kalian tunjukkan untuk Timnas saat menjadi pemain Timnas Indonesia.

Semoga kedepan, makin banyak pelatih muda yang bermunculan dengan konsep serta sistem kepelatihan yang baru sehingga menjadi nilai tambah persepakbolaan nasional.

Salam Sepakbola nasional,

Wefi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: