Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Tempebacem

hidup untuk memberi. bukan menerima.

DU LPI : Persenga vs Persis Rusuh

REP | 07 May 2013 | 19:12 Dibaca: 1063   Komentar: 28   0

Metrotvnews.com, Nganjuk: Pertandingan antara Persenga Nganjuk melawan Persis Solo di Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Ricuh, Ahad (5/5). Kericuhan dalam laga divisi utama Indonesia Premier League (LPIS) itu dipicu pemain Persis yang memprotes wasit karena memberi tendangan pinalti pada Persenga.

Kericuhan yang terjadi pada menit ke-60 tersebut bermula ketika pemain Persis Solo melakukan handball. Tidak terima karena kesebelasan lawan mendapat hadiah tendangan pinalti, pemain Perisis Solo pun mengejar wasit Rahmat Heri dan menendangnya.

Situasi semakin tidak terkendali ketika suporter Persis Solo memprovokasi timnya dengan masuk ke lapangan. Kericuhan baru mereda, setelah polisi menghalau suporter agar keluar lapangan.

Polisi juga menangkap seorang suporter Persis Solo yang diduga sebagai provokator. Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk tim tuan rumah Persenga Nganjuk.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/mobile-site/read/newsvideo/2013/05/06/176761/Pertandingan-Persenga-Lawan-Persis-Diwarnai-Kericuhan

=========================

Saya yakin metro pasti salah berita nih. Bagaimana mungkin di liga IPL yang dikenal bersih, santun, anti kekerasan, jujur, profesional, ramah lingkungan, tidak sombong dan rajin menabung di pertandingannya terjadi kerusuhan?

IPL kan liga paling bersih di dunia akhirat. Pemainnya juga pemain paling santun se-dunia bahkan dunia dalam berita. Wasit pun wasit terbersih di seluruh jagat dan luar angkasa. Masa iya wasit disogok sama tuan rumah, sampai-sampai bisa kasih penalti tuan rumah, dan diberi tendangan sama tim tamu?

Aya-aya wae nih metro.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ma’nene, Ritual Pembersihan Mumi di …

Armin Mustamin Topu... | | 29 August 2014 | 01:17

Mafia Migas di Balik Isu BBM …

Hendra Budiman | | 29 August 2014 | 00:55

Tantangan Pembangunan Kesehatan Jokowi 01: …

Suprijanto Rijadi | | 29 August 2014 | 07:45

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | | 29 August 2014 | 08:03

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 4 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 7 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 8 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi Amanat Konstitusi …

Hendra Budiman | 7 jam lalu

Di Bawah Tekanan …

Avenir Luna | 7 jam lalu

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | 7 jam lalu

Sudah Saatnya Anak Berkebutuhan Khusus …

Lifya | 8 jam lalu

Delft, Kota Pelajar yang Menjanjikan …

Christie Damayanti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: