Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Reza Andretti Wirawan

penggemar bola dan film indonesia jadul yg ingin hidup secara damai tanpa merepotkan orang lain.

Benarkah Bayern Munich Bermain Curang?

OPINI | 04 May 2013 | 09:02 Dibaca: 3004   Komentar: 13   0

Artikel yang saya tulis kali ini berdasarkan hasil INVESTIGASI dari saudara ibnu sina meliala dengan judul BAYERN MUNICH ( BAYERN MUNCHEN ) terbukti DOPING.dalam artikel tersebut kasus doping yang dialami klub bavarian itu sudah berada di mahkamah tinggi eropa yang bermarkas di inggris dan hasil resminya baru dirilis pada tanggal 25 mei 2013 dan itu bertepatan dengan babak final liga champion eropa musim 2012-2013 antara bayern munich vs borussia dortmund.

Namun saya sedikit meragukan hasil investigasi tersebut karena banyak sekali kejanggalan demi kejanggalan yang kelihatannya mudah dibaca sehingga memicu pemikiran saya apakah mungkin telah terjadi konspirasi dalam kompetisi liga champion eropa musim 2012-2013 untuk menyingkirkan wakil jerman tersebut demi keuntungan semata secara finansial ? mengingat klub barcelona merupakan klub yang paling banyak menggiring banyak sponsor karena  bernilai tinggi dan sangat bergengsi.oleh karena itu akan menimbulkan rasa penasaran publik atas isu tersebut apakah fakta atau HOAX semata ?

Coba para pembaca perhatikan kalimat yang dimuat dan diberi cetak tebal ini “ Kasus yang menjadi sorotan media-media sekarang ini benar-benar mengemparkan dunia. Seluruh pemain Bayern Munchen terbukti melakukan tindakan tidak terpuji tadi malam, mengalahkan timsuperior asal Spanyol,Barcelona, Hollywood FC disinyalir telah mengkonsumsi “zat terlarang” dan harus menerima hukuman dari mahkamah tinggi Eropa di Inggris pada 25 Mei 2013 mendatang.“Zat terlarang” yang diberikan Jupp Heynckes kepada Philliph Lahm, dkk., membuat seluruh pemain Munchen kecanduan akan sengit dan panasnya Final Liga Champions. Kegagalan Bayern Munchen di final tahun lalu, menyebabkan semakin terangsangnya otak pemain-pemain Bayern Munchen untuk memenangi Liga Champions di tahun ini.Dokter tim menyatakan, kecanduan para pemain Munchen ini menyebabkan stamina para pemain di dua laga melawan Barcelona meningkat drastis. Tak tanggung-tanggung, Barcelona dihabisi oleh Die Roten dengan agregat 7-0.” dalam tulisan yang dimuat oleh saudara ibnu ini tidak dijelaskan zat terlarang jenis apa yang sudah dikonsumsi pemain bayern munich sehingga membuat mereka tampil secara spartan dan superior menghadapi barcelona ? di samping itu kalo ternyata pemain bayern munich terbukti memakai doping seharusnya mereka gagal tes doping setelah pertandingan usai tetapi kenyataannya pihak UEFA menyatakan kalau klub asal jerman tersebut bersih dari doping sehingga layak lolos ke babak final.

Kejanggalan kedua terdapat pada kalimat  ”  Selain “doping” yang diberikan Jupp Heynckes dan staffnya yang memberikan faktor penenang pada otak dan tubuh pemain Munchen, ternyata zat tersebut juga mengandung zat pengembangan tubuh sehingga pemain semakin besar dan kuat. Sama seperti halnya Scott’s Emulsion yang menyebabkan anak menjadi tumbuh besar, pemain Munchen terlihat memiliki fisik yang besar dan kuat. Gol yang terjadi pada menit 76 oleh Muller adalah bukti bagaimana pemain Barcelona, Bartra dan Adriano kalah dalam duel udara dengan Muller.” seharusnya penulis juga tahu bahwa zat penngembangan tubuh banyak sekali contohnya dan diantaranya ada yang bersifat legal maupun ilegal dalam dunia olahraga dan kesehatan sesuai standar IOC dan WHO.sehingga terlihat sekali si penulis tidak mencantumkan nama merk dari obat penenang semacam itu.

Kalaupun masalah yang dialami oleh klub yang berjuluk FC.HOLYWOOD  benar-benar melakukan hal tercela dan sudah mencederai nilai sportivitas alias FAIR PLAY sehingga ini merupakan masalah yang sangat serius, pihak UEFA seharusnya sudah menyelidiki masalah tersebut setelah ada pengaduan dari mahkamah tinggi eropa.apalagi kasus ini terjadi sebelum babak final liga champion eropa musim 2012-2013 sehingga harus melakukan investigasi secara intensif agar tidak ada klub yang dirugikan karena kejadian seperti ini.

Cukuplah olimpique marseille ( perancis ) pada tahun 1993 dan juventus ( italia ) pada tahun 1996 yang merupakan sejarah final liga champion paling kelam karena telah terjadi skandal justru setelah babak final dimana marseile menjadi juara piala champion ( nama dari liga champion ) eropa pada musim 1992-1993 setelah mengalahkan ac milan dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.dan kubu milan protes kepada UEFA karena sang pemilik klub marseille terbukti melakukan korupsi yang membuat klub tersebut di turunkan ke divisi dua tetapi kenyataannya UEFA tidak mencabut gelar juara liga champion meskipun pada akhirnya marseille sempat di DISKUALIFIKASI dari kompetisi eropa tersebut.sedangkan juventus menjadi juara liga champion pada musim 1995-1996 di kota roma dengan mengalahkan klub asal belanda ajax amsterdam melalui adu tendangan penalti.sama seperti milan,ajax pun melakukan protes kepada uefa karena pemain juventus telah mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu sebelum babak final berakhir namun setelah ditelusuri oleh uefa juventus dinyatakan bebas dari tuduhan tersebut sehingga layak mengangkat trofi piala champion a.k.a liga champion pada musim tersebut.

Oleh karena itu berani tidak UEFA melakukan investigasi terhadap klub BAYERN MUNICH setelah ada laporan serius dari pihak mahkamah tinggi eropa sebelum babak final dimulai tanggal 25 mei 2013 di stadion wembley ? mengingat sampai sekarang tidak ada pemberitaan dari media manapun yang memuat berita heboh seperti yang dimuat oleh saudara ibnu sina meliala ini ,baik dari media internasional yang beritanya mengandung sepakbola maupun berita dari internet termasuk situs resmi UEFA yaitu www.uefa.com . selamat berpikir ria,semoga UEFA bisa memberikan jawaban resmi dari kasus ini agar penonton sepakbola di dunia tidak kehilangan gairah untuk menonton bola karena masalah seperti ini.

SALAM MEEEEEOOOOOONNNNNGGGGGGG………..RAW………

artikel terkait :   http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/05/03/bayern-munchen-terbukti-doping-556805.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: