Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Ibnu Sina Meliala

Passionate football fan. Part of Indonesian football reformation. The #10. Football writer at bolatotal.com and selengkapnya

Bayern Munchen Terbukti “Doping”

OPINI | 03 May 2013 | 23:13 Dibaca: 6396   Komentar: 9   0

Kasus yang menjadi sorotan media-media sekarang ini benar-benar mengemparkan dunia. Seluruh pemain Bayern Munchen terbukti melakukan tindakan tidak terpuji tadi malam, mengalahkan tim superior asal Spanyol, Barcelona, Hollywood FC disinyalir telah mengkonsumsi “zat terlarang” dan harus menerima hukuman dari mahkamah tinggi Eropa di Inggris pada 25 Mei 2013 mendatang.

Zat terlarang” yang diberikan Jupp Heynckes kepada Philliph Lahm, dkk., membuat seluruh pemain Munchen kecanduan akan sengit dan panasnya Final Liga Champions. Kegagalan Bayern Munchen di final tahun lalu, menyebabkan semakin terangsangnya otak pemain-pemain Bayern Munchen untuk memenangi Liga Champions di tahun ini.

Dokter tim menyatakan, kecanduan para pemain Munchen ini menyebabkan stamina para pemain di dua laga melawan Barcelona meningkat drastis. Tak tanggung-tanggung, Barcelona dihabisi oleh Die Roten dengan agregat 7-0.

Terlihat bagaimana Javier Martinez, Mandzukic, Muller, Ribery, Robben dan pemain lainnya berlari tanpa mengenal lelah. Zat yang diberikan Jupp Heynckes ini pun memberikan efek penenang dalam diri pemain Munchen, seperti ketika Munchen ditekan Blaugrana, para pemain Munchen tidak cepat-cepat membuang bola atau melakukan counter attack dengan long passes.

Efek penenang inilah yang menyebabkan transisi permainan Munchen dari defensive line hingga pemain depan terlihat rapih dan sangat terorganisir ketika melakukan serangan balik. Zat yang membuat otak dan tubuh pemain Munchen rileks dan santai ini, semakin membuat tempo permainan Barcelona naik turun dan merusak permainan Barcelona secara keseluruhan.

Selain “doping” yang diberikan Jupp Heynckes dan staffnya yang memberikan faktor penenang pada otak dan tubuh pemain Munchen, ternyata zat tersebut juga mengandung zat pengembangan tubuh sehingga pemain semakin besar dan kuat. Sama seperti halnya Scott’s Emulsion yang menyebabkan anak menjadi tumbuh besar, pemain Munchen terlihat memiliki fisik yang besar dan kuat. Gol yang terjadi pada menit 76 oleh Muller adalah bukti bagaimana pemain Barcelona, Bartra dan Adriano kalah dalam duel udara dengan Muller.

Dengan terkuaknya kasus ini, tim asal Jerman ini pun harus melakukan sidang yang akan digelar di pengadilan negeri London, Wembley. Jika hakim pengadil menyatakan benar-benar Bayern Muncehen melakukan “doping”, tak segan-segan “hukuman” pidana akan diderita Munchen, termasuk hukuman sosial, mendapatkan gelar yang memalukan, juara Liga Champions ke-5 kalinya. Ja, fünf.

Ditulis oleh: Ibnu Sina Meliala (@ismeliala), penulis sepak bola di @bolarena dan @bolatotal.

Artikel ini ditulis di Bolarena.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 9 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: