Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Primata Euroasia

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Menanti Kiprah Garuda Muda di AFC Cup U-19

REP | 26 April 2013 | 21:13 Dibaca: 3479   Komentar: 15   2

Skuad Garuda Muda U-19 dipastikan harus melalui jalan terjal untuk meraih mimpi tampil di putaran final AFC Cup U-19 di Myanmar Oktober 2014 nanti. Dalam undian yang dilakukan di markas AFC hari ini, Indonesia tergabung di grup G bersama juara bertahan Korea Selatan, Laos, Guam dan Filipina. Korea Selatan adalah pemegang rekor juara terbanyak, yakni 12 kali semenjak turnamen ini pertama kali digulirkan di tahun 1959.

40 negara Asia akan berpartisipasi dalam kualifikasi AFC Cup u-19 kali ini. Dibagi dalam 9 grup, hanya juara grup yang akan masuk putaran final bersama dengan 6 tim terbaik serta tuan rumah Myanmar. Pertandingan kualifikasi ini akan diselenggarakan di 9 negara, termasuk Indonesia yang terpilih jadi tuan rumah kualifikasi grup G. Tuan rumah lainnya adalah Qatar (A), Yordania (B), Irak (C), Iran (D), Palestina (E), Hongkong (F), Thailand (H), dan Cina (I). Ajang AFC Cup U-19 ini juga dimaksudkan untuk mencari wakil Asia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20. Empat tim teratas di turnamen itu akan mendapat tiket tampil di Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Selandia Baru 2015 nanti.

Selain melakukan undian untuk U-19, AFC juga mengundi negara-negara peserta turnamen AFC Cup U-16. Kembali Indonesia masuk di grup berat. Berada di Grup J, Indonesia Muda tergabung bersama Jepang. Selain itu, ada Vietnam, dan Filipina.

Untuk kualifikasi AFC U-16, hanya juara dari 10 grup bersama lima runner-up terbaik yang bakal lolos dan tampil bersama tuan rumah Thailand di putaran final, tahun depan. Empat tim teratas di AFC U-16 akan mewakili Asia tampil di Piala Dunia U-17, di Cili pada 2015.

PSSI sendiri sampai saat ini masih belum memastikan siapa yang melatih skuad Garuda Muda U-19. Sebelumnya, timnas U-19 dipegang oleh Indra Sjafri. Seiring perkembangan terbaru, posisi Indra Sjafri terancam menyusul penunjukan pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco oleh BTN. Namun, Blanco sendiri menolak karena tidak sesuai dengan klausul awal kontraknya.  Penolakan ini membuat posisi Indra Sjafri dipertimbangkan kembali mengingat prestasinya kala membawa anak didiknya menjuarai turnamen di Hongkong tahun 2012 kemarin.

Semoga saja skuad Garuda Muda Indonesia bisa meraih mimpi tampil di putaran final, mengingat ada keuntungan tersendiri dengan ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah babak kualifikasi. Dukungan suporter yang selalu mengiringi setiap kali timnas bertanding, mungkin bisa menjadi pelecut semangat anak-anak muda itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 11 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 14 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 18 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 19 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: