Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Himam Miladi

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Menanti Kiprah Garuda Muda di AFC Cup U-19

REP | 26 April 2013 | 21:13 Dibaca: 3624   Komentar: 15   2

Skuad Garuda Muda U-19 dipastikan harus melalui jalan terjal untuk meraih mimpi tampil di putaran final AFC Cup U-19 di Myanmar Oktober 2014 nanti. Dalam undian yang dilakukan di markas AFC hari ini, Indonesia tergabung di grup G bersama juara bertahan Korea Selatan, Laos, Guam dan Filipina. Korea Selatan adalah pemegang rekor juara terbanyak, yakni 12 kali semenjak turnamen ini pertama kali digulirkan di tahun 1959.

40 negara Asia akan berpartisipasi dalam kualifikasi AFC Cup u-19 kali ini. Dibagi dalam 9 grup, hanya juara grup yang akan masuk putaran final bersama dengan 6 tim terbaik serta tuan rumah Myanmar. Pertandingan kualifikasi ini akan diselenggarakan di 9 negara, termasuk Indonesia yang terpilih jadi tuan rumah kualifikasi grup G. Tuan rumah lainnya adalah Qatar (A), Yordania (B), Irak (C), Iran (D), Palestina (E), Hongkong (F), Thailand (H), dan Cina (I). Ajang AFC Cup U-19 ini juga dimaksudkan untuk mencari wakil Asia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20. Empat tim teratas di turnamen itu akan mendapat tiket tampil di Piala Dunia U-20 yang rencananya akan diselenggarakan di Selandia Baru 2015 nanti.

Selain melakukan undian untuk U-19, AFC juga mengundi negara-negara peserta turnamen AFC Cup U-16. Kembali Indonesia masuk di grup berat. Berada di Grup J, Indonesia Muda tergabung bersama Jepang. Selain itu, ada Vietnam, dan Filipina.

Untuk kualifikasi AFC U-16, hanya juara dari 10 grup bersama lima runner-up terbaik yang bakal lolos dan tampil bersama tuan rumah Thailand di putaran final, tahun depan. Empat tim teratas di AFC U-16 akan mewakili Asia tampil di Piala Dunia U-17, di Cili pada 2015.

PSSI sendiri sampai saat ini masih belum memastikan siapa yang melatih skuad Garuda Muda U-19. Sebelumnya, timnas U-19 dipegang oleh Indra Sjafri. Seiring perkembangan terbaru, posisi Indra Sjafri terancam menyusul penunjukan pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco oleh BTN. Namun, Blanco sendiri menolak karena tidak sesuai dengan klausul awal kontraknya.  Penolakan ini membuat posisi Indra Sjafri dipertimbangkan kembali mengingat prestasinya kala membawa anak didiknya menjuarai turnamen di Hongkong tahun 2012 kemarin.

Semoga saja skuad Garuda Muda Indonesia bisa meraih mimpi tampil di putaran final, mengingat ada keuntungan tersendiri dengan ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah babak kualifikasi. Dukungan suporter yang selalu mengiringi setiap kali timnas bertanding, mungkin bisa menjadi pelecut semangat anak-anak muda itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tentang Keaslian Akun Twitter @jokowi_do2 …

Blontank Poer | | 28 January 2015 | 16:12

Kisah Pencari Logam Mulia di Batu Hijau …

Dhanang Dhave | | 28 January 2015 | 09:59

Esensi “Tongsis” …

Fandi Sido | | 28 January 2015 | 10:42

Harta Karun Tanah Papua …

Rico Tude | | 28 January 2015 | 15:14

Ayah Bunda, Ini yang Sebaiknya Dilakukan …

Achmad Suwefi | | 27 January 2015 | 16:56


TRENDING ARTICLES

Aksi Heroik Raja Salman …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Pencalonan BG Bukan Inisiatif Jokowi! …

Elde | 5 jam lalu

Tim 9 Tidak Independen, Hanya Panggung …

Isson Khairul | 8 jam lalu

Inilah Alasan Effendi Simbolon Menunjukan …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Perlu Contoh Raja Baru Arab Saudi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: