Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Pasha Janziam

Mencari kebenaran di tengah ramainya kemunafikan

Inilah Pahlawan Pembela Pembenaran

OPINI | 21 April 2013 | 11:01 Dibaca: 680   Komentar: 40   0

Kanal bola Kompasiana telah menjadi populer seiring dengan kisruh PSSI yang menahun. Di kanal ini, terdapat 3 kelompok yang saling bertentangan. Melalui artikel tajam dan terkadang hoak, mereka menulis tidak lagi menggunakan etika dan moralitasnya sebagai manusia. Pihak yang sangat keras dan kadang-kadang menulis berita hoak terutama datang dari pihak apa yang dinamakan pendukung jenggala. Adapun orang-orang yang saya maksud yaitu :

1. Zen Muttaqin

Sebagai kompasianer senior, Zen Muttaqin sangat produktif menulis artikel yang pada intinya menyerang para oposan PSSI. Tak tanggung-tanggung, Zen Muttaqin berani menuduh orang-orang KPSI sebagai mafia bola. Celakanya lagi, Zen mengemas artikelnya seolah-olah apa yang ditulisnya adalah sebuah kebenaran yang tidak terbantahkan. Namun akhir-akhir ini, pasca KLB dan surat penegasan FIFA bahwa FIFA hanya mau berkomunikasi dengan Ketum dan Sekjen PSSI, maka Zen perlahan-lahan kabur dari arena kompasiana kanal bola ini.

2. Manly Villa

Kompasianer yang satu ini cukup mengesankan. Artikel yang ditulisnya bisa ditebak. Isinya juga tak jauh berbeda dengan artikel si Zen Muttaqin. Manly Villa begitu percaya diri menulis tentang keburukan KPSI. Artikelnya pun dikemas dengan topeng pembenaran yang sama sekali tidak berdasar.saya akui Manly Villa punya potensi menulis. Namun, Manly punya kemampuan berbahasa Indonesia yang sangat buruk.

3. Sang Juara

Saya tidak tahu persis siapa pemilik akun ini. Karena si pemilik akun tidak punya keberanian untuk menunjukkan identitas aslinya. Sang Juara juga produktif menghasilkan artikel di kanal bola ini. Puncaknya, Sang Juara giat menulis di saat Halim Mahfudz membatalkan secara sepihak MoU di KL yang merupakan perintah AFC. Isi dari tulisan Sang Juara ini juga tidak jauh dari Hoak.

4. Eduardo Blank

EB adalah singkatan nama Eduardo yang sangat populer. EB tidak punya kemampuan menulis yang baik. EB dapat dikatakan sebagai pakarnya membuat spam di kolom komentar. Kata-katanya pun sama sekali seperti orang yang tidak pernah makan bangku sekolahan. Ketika ada artikel dari lawan kelompoknya, maka dia tidak segan membuat spam. EB sangat memalukan.

5. Reza Andretti Wirawan

RAW, orang ini sangat keliatan bodoh sekali. Namun, dia sangat pintar mengelabui pembaca dan “mengolesi” dirinya seperti seorang intelektualis. Tapi pada hakikatnya RAW hanya pecandu internet yang mencoba ingin eksis di dunia maya. RAW juga tidak bisa mengkontrol emosinya ketika artikelnya ditekan oleh para pejuang kebenaran.

6. Suwarno Warno

Suwarno juga sama halnya dengan para pemelintir fakta yang lainnya. Manusia berkepala naga ini juga tidak kenal etika ketika menulis, jadi dia cenderung berkata seenak mulutnya saja.

7. Agil Khair

ABG yang satu ini hanya ingin eksis di Kompasiana, makanya dia mengikuti jejak para pendahulunya yang sangat anti etika.

Masih banyak lagi penulis kacangan yang ada di kompasiana ini. Dan saya tidak bisa mengungkapkan jati mereka satu-satu. Nantinya, saya akan mempublis para pejuang kebenaran di Kompasiana.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 14 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 15 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 19 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: