Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Hery

Banyak baca dapat menambah cakrawala pola pikir kita....suka bola & balap..he..he

La Nyala: Jaksen Pelatih Timnas “Semoga Ada Keajaiban”

OPINI | 18 April 2013 | 20:24 Dibaca: 1439   Komentar: 33   0

Satu lagi dagelan dan bahkan blunder baru diciptakan PSSI yang semakin nyata PSSI rasa KPSInya, Bagai mana tidak …?? Itu semua dibuktikan dengan digelarnya Rapat  di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/4). Dimana pada rapat tersebut juga dihadiri para pemerhati sepak bola seperti Sarman Panggabean, Tommy Welly, Andi Darusalam, bahkan mantan pelatih timnas Nil Maizar. Mereka diundang sebagai penasihat untuk menentukan pelatih.

Pada rapat itu diputuskan Jacksen yang akan menjadi pelatih kepala timnas senior untuk Pra-Piala Asia 2015. Seperti yang diungkapkan Ketua Umum PSSI ? De Fakto saat ini Mr La nyala “Posisi pelatih timnas senior kami percayakan kepada Jacksen F Thiago,” kata La Nyalla kepada wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (18/4).

“Pertimbangannya karena kami melihat duet kemarin, RD dan Jacksen, mereka sudah cukup bagus. Tetapi karena RD sudah menjadi pelatih timnas U-23, maka kami serahkan kepada Jacksen, meski dia belum pernah menangani timnas. Karena persiapan kualifikasi Piala Asia 2015 tidak lama lagi, semoga ada keajaiban.”


Jadi menyangkut berita yang kita tunggu-tungu bersama mengenai siapa yang akan mengisi posisi pelatih timnas senior terjawab sudah. Yang mana PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Thiago.

Dimana dalam rapat tersebut yang katanya sempat terjadi perdebatan di tubuh PSSI mengenai posisi pelatih. Antara Wakil Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang tetap ingin mempertahankan pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco sesuai komitmennya dulu dengan pemerintah dimana seperti kita ketahui penunjukan belanco ada kaitannya dengan kebijakan antar dua Negara Indonesia dan Argentina, dilain pihak  sebagian besar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menginginkan untuk kembali menjadikan Alfred Riedl sebagai pelatih.

Melihat situasi itu, Sang Ketua Umum PSSI De Fakto …ha..ha La Nyalla akhirnya memutuskan untuk tidak memilih Blanco ataupun Riedl supaya tidak ada perdebatan. Nama Jacksen pun akhirnya disetujui La Nyalla setelah mendapat dukungan dari para pemerhati sepak bola yang hadir dalam rapat tersebut.

Sementara itu, terkait posisi blanco  BTN akhirnya memutuskan Blanco bertugas menangani timnas U-19. Dan sekaligus juga meminta Blanco memaparkan programnya kembali khusus mengenai timnas U-19. Yang secara otomatis dengan keputusan ini PSSI membuat posisi Blanco turun Jabatan dari semula yang diproyeksikan melatih timnas senior turun ke Tmnas U-19. Menarik untuk kita tunggu apa komentar Blanco terkait penurunan posisinya….???

Jacksen memang seperti yang kita ketahui sebelum ini pernah juga menangani timnas. Saat itu berduet dengan Rahmad Darmawan. menangani Garuda Senior di partai Kualifikasi Piala Asia melawan Arab Saudi. Yang berakhir dengan kekelahan buat PSSI dengan skor akhir 2-1 untuk Arab Saudi.

Selanjutnya rapat tersebut juga menghasilkan beberapa keputusan mengenai pelatih dan Staf Pelatih Timnas di Berbagai Kelompok Umur


Timnas Senior
Pelatih: Jacksen F Tiago
Asisten: ?

Timnas U-23
Pelatih: Rahmad Darmawan dan Aji Santoso
Asisten: ?

Timnas U-19
Pelatih: Luis Manuel Blanco (Tentatif)
Asisten: Indra Syafrie

Dan yang membuat kita bertanya-tanya dengan pemilihan pelatih ini adalah peran Djohar Arifin yang sebagai Ketua Umum PSSI sepertinya telah tergantikan dengan sang baginda Raja La Nyala yang kalau boleh dibilang mengambil dari istilah yang diciptakannya sebelum ini, yaitu secara de Fakto La Nyala saat ini memang sudah merupakan ketua Umum, dan itu sangat terlihat dari segala kebijakan yang diambil terlihat La Nyala lebih dominan dari pada sang Ketua Umum PSSI Djohar Arifinj.

Yang membuat kita heran juga adanya kehadiran Nil Maizar yang nota bene pelatih yang diturunkan kok malah hadir sebagai penasihat seperti yang diungkapkan LA Nyala mengenai posisi Jaksen sebagai pelatih Timnas,

“Hanya untuk kualifikasi Piala Asia. Tapi, kalau memang hasilnya bagus kenapa tidak diteruskan? Sudah tidak ada calon-calon lain, calonnya banyak tapi kami lihat dari segi pengalaman. Itu pun Nil (yang merupakan mantan pelatih timnas, red) juga turut memberi persetujuan.”

Yang pasti dengan adanya pemberitaan mengenai terpilihnya Jaksen Tiago sebagi pelatih Timnas senior ini tentu akan menimbulkan gejolak baru dalam persepakbolaan di Indonesia dan semakin terlihat tak henti-hentinya PSSI menciptakan Blunder yang tentunya pada saatnya nanti akan membuat semuanya menjadi jelas apa yang diinginkan pengurs PSSI saat ini yang tak lain adala PSSI rasa KPSI.?

Borneo 18 April 2013

Salam Olah Raga

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 8 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: