Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Sepak Terjang Pemilik Chelsea (Roman Abramovich) yang Otoriter

OPINI | 16 April 2013 | 14:46 Dibaca: 362   Komentar: 0   0

Roman Abramovich telah membeli club asal kota London pada Juni 2003 di masa kepemimpinannya tersebut hingga saat ini terdapat tujuh nama yang telah datang dan pergi sebagai manajer club asal kota London tersebut. Di awali dengan dengan kedatangan sang arsitek yang berkebangsaan portugal yaitu Jose Mourinho yang telah mengembalikan kejayaan club asal kota London tersebut hingga di segani oleh club - club Eropa lainnya. Jose Mourinho telah menyambangkan Lima trofi dalam kurun waktu tiga tahun semenjak menjadi nahkoda chelsea.

Jose Mourinho di bajak dari club lamanya FC Porto oleh Roman Abramovich setelah club tersebut menjuarai beberapa gelar,Roman Abramovich memutuis kontrak sang manajer dengan alasan yang tidak logis karena berbeda pendapat dengannya.

Avram Grant pelatih kedua Chelsea telah bernasib sama seperti pendahulunya Jose Mourinho yang di pecat oleh Roman Abramovich karena ketidakpuasan sang pemilik oleh hasil yang di dapat oleh asal kota london tersebut.Begitu juga dengan pelatih Luiz Felipe Scolari,Guus Hiddink,Carlo Ancelotti,Andre Villas - boas,dan Roberto Di Matteo adalah pelatih terakhir Chelsea yang di pecat oleh Roman Abramovich setelah mempersembahkan Liga Champion.

Roman Abramovich pemilik Club Chelsea asal Rusia tersebut sangat haus gelar prestasi sehingga dia menggunakan berbagai cara hal yang instan untuk mencapai prestasi tersebut. Dengan Power yang dia miliki saat ini dia mampu berkuasa dengan berbagai macam cara. Apabaila berbeda pendapat dengan dia maka dengan kekuasaannya dia tidak segan - segan untuk memecat orang tersebut dan Manajeman Club.

Dengan gaya kepemimpinannya tersebut Roman Abramovich dianggap oleh banyak kalangan sebagai pemimpin yang berkuasa dan ini bukan jiwa pemimpin yang tegas melainkan bersifat Otoriter.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: