Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Achmad Suwefi

You will never walk alone

Kabar Timnas Sepakbola Indonesia

REP | 10 April 2013 | 12:12 Dibaca: 3123   Komentar: 0   0

Salam Sepakbola Nasional,

Setelah berakhirnya KLB PSSI (17/03) dan sekarang sedang berlangsung rapat kedua Exco PSSI di Surabaya, Jawa Timur. Arah pergerakan PSSI kedepannya pun sudah ditentukan apalagi dengan kondisi Exco yang solid karena berasal dari dan untuk kepentingan yang sama sehingga menampakkan pengurus PSSI ditingkat EXCO sepertinya sudah kuat.

Riak-riak pun bermunculan, tetapi bagi saya pribadi dimata EXCO PSSI sekarang semua hanyalah angin lalu saja, seberapapun kuat tuntutan yang ada atau ketidakpuasan di tingkat bawah hanyalah masuk kuping kiri keluar kuping kanan, istilahnya kalau “you mau aman” yach simple saja, ikut saja gerbong yang sekarang berjalan, menikmati kenyamanan dan previlage seperti yang pernah dinikmati saat PSSI NH.

Disinilah saya mencoba melihat konsep dan system pembinaan yang ditawarkan oleh PSSI “rasa KPSI” berkaitan dengan pembinaan berkesinambungan menuju pembentukan Timnas Indonesia disemua level usia sehingga mampu menciptakan sebuah Timnas yang kuat dan mampu berprestasi, minimal adalah mengembalikan kembali hegemoni Indonesia di persepakbolaan Asia Tenggara.

Dengan kegagalan menembus Piala Dunia 2014 ataupun berkaca dengan peluang kita di Piala Asia 2015 (walau masih ada tetapi tetap harus realistis) bahwa kita harus mulai memikirnkan opsi lainnya.

Yach, PSSI harus mulai mengubah paradigma dalam pengelolaan Timnas bukan sekedar pencitraan buat Pengurus saja tetapi juga harus mulai berpikir untuk meremajakan Timnas Indonesia untuk tujuan yang lebih real tentunya, seperti Juara Piala AFF 2014 yang akan diadakan di Singapura dan Vietnam. Itulah ajang yang paling realistis untuk Timnas Senior Indonesia meraih prestasi maksimal, karena dua tahun kedepan hanya ajang prestise itu yang bisa dijadikan tujuan keberhasilan Timnas Indonesia.

Selain itu ada beberapa agenda Timnas Indonesia disemua level umur yang akan digelar ditahun 2013 ini, dan saatnya kita melihat kinerja PSSI dalam mempersiapkan Timnas ke ajang internasional yang saying kalau dilewatkan. Karena diajang itulah kita dapat melihat kemampuan Timnas kita dibanding dengan Timnas Negara lain, sehingga kita dapat membaca kekurangan yang ada sebagai bahan rujukan untuk membuat konsep dan system pembinaan yang tepat serta terarah.

Timnas Indonesia U-23 jelang Sea Games 2013 Myanmar

Kalau melihat persiapan Timnas Indonesia U-23 jelang Sea Games 2013 memang dapat dikatakan terlambat, dulu saat masih diarsiteki coach Aji Santoso, PSSI berencana untuk menyekolahkannya di akademi La Masia tetapi gagal karena faktor dana dan sebagainya. Lalu muncul wacana menitipkannya ke Persiraja Banda Aceh ternyata hanyalah kabar simpang siur belaka. Hingga akhirnya terjadilah dualisme dalam hal pihak yang harus menangani Timnas Indonesia U-23 di Sea Games 2013 apakah PSSI atau Satlak Prima dibawah KONI Pusat.

Memang bila dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Thailand Negara Asia Tenggara yang secara tradidi berprestasi di level Asia Tenggara kita jelas tertinggal dalam hal persiapan. Dan itu PR yang harus segera dikejar dari segi persiapan.

Setelah Djohar, selaku Ketum PSSI memasrahkan Timnas U-23 ke Satlak Prima karena bagaimanapun KONI Pusat melalui satlak prima mempunyai kepentingan dalam pembentukan Timnas jelang Sea games 2013,sebagaimana halnya Cabang Olahraga lainnya.

Satlak Prima melalui sang ketua Surya Dharma, juga sudah mengajukan dua nama sebagai Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Rachmad Darmawan sebagai Pelatih kepala dan Aji Santoso sebagai Asisten Pelatih.

SK-sendiri akan dikeluarkan Satlak Prima apabila PSSI telah memutuskan pelatih yang akan menangani Timnas U-23 dan setelah rencana Pelatnas Timnas U-23 pun dapat dibuat dan dijalankan termasuk juga anggaran selama Pelatnas yang dianggarkan sebesar 16 milyar rupiah, sebagaimana yang dikonfirmasi oleh manajer timnas Edi Nurinda Susila

Alokasi angka tersebut sebagai rencana ujicoba dengan tim lokal dan luar negeri sebanyak 8-10 kali dan menurut rencana Pelanatnas Timnas U-23 akan dimulai bulan Mei 2013 dengan memanggil 70 pemain dan dipusatkan di Malang. Sehingga dengan waktu yang ada serta rencana mengikuti International Solidarity Games 2013, Timnas Indonesia U-23 akan terbentuk Oktober – November 2013.

Kepastian Timnas Indonesia U-14 mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-14

Timnas Indonesia U-14 memiliki agenda dibulan Mei 2013 yaitu mengikuti kualifikasi Piala Asia 2013, dimana Indonesia bergabung di grup F bersama Laos, Bangladesh, Kamboja, Singapura dan Thailand yang diadakan di Myanmar dengan partai perdana melawan Thailand 28 mei 2013, di stadion Zeyar Thiri, Nay Pyi Taw.

Untuk dapat tampil diputaran final Piala Asia U-14 tahun 2014 nanti, Timnas Indonesia harus mampu menjadi juara grup F sebagi syarat untuk mengikuti putaran final di tahun 2014.

Persiapan seleksi Timnas U-14 sebenarnya sudah berjalan selama hampir sebulan dengan dipimpin oleh mantan pelatih Persibo Bojonegoro, Paulo Camargo. Tetapi dalam perkembangan terkini apalagi sejak KLB PSSI (17/03) posisi Camargo kembali diperdebatkan dan PSSI melalui Djohar mengkonfirmasikan tidak tahu menahu mengenai perkembangan persiapan yang sudah dilakukan oleh Timnas U-14.

Posisi Paulo Camargo yang sudah melakukan seleksi selama sebulan pun menjadi simpang siur, karena PSSI melalui Djohar berencana untuk segera melakukan pemilihan terhadap pelatih yang tepat untuk menukangi Timnas U-14 .

Jawa Timur terpilih sebagai tuan rumah Piala AFF U-19

Dalam keikut sertaan Djohar dalam rapat dengan federasi sepakbola di Malaysia, juga dibahas mengenai kesiapan Piala AFF U-19 yang menurut rencana akan digelar di Indonesia.

Dan salah satu hasil keputusan rapat EXCO PSSI di Surabaya, adalah memutuskan Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan Piala AFF U-19 yang akan diselenggarakan pada 21-28 September 2013, dengan mempersiapakn tiga stadion yang akan menjadi tempat pertandingan, Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Deltras Sidoarjo dan Stadion Petrokimia Gresik

Menurut rencana Timnas U-18 asuhan Indra Sjafrie yang menjadi juara HKFA Youth Tournament di Hongkong 2012 akan mewakuili Indonesia dengan penambahan beberapa pemain potensial.

“nanti akan diperkuat lagi dengan penambahan beberapa pemain terbaik di Indonesia,” ungkap Djohar (09/04)

Patut kita tunggu langkah progresif pengurus teras PSSI dalam mempersiapkan Timnas Indonesia U-14, U-18 dan U-23 yang akan mengikuti ajang internasional tahun ini.

Apakah akan kembali dengan perencanaan seperti halnya zaman PSSI NH dengan mengandalkan pemain titipan atau menggunakan cara yang sempat berjalan dalam dua tahun terakhir yang melakukan test dengan terbuka (walau masih ada kekurangan yang terjadi), menjadi PR yang harus dilakukan oleh PSSI dalam membentuk sebuah timnas segala umur yang mampu berprestasi maksimal dikancah Internasional.

Saatnya Pembinaan pemain usia dini menjadi panglima dalam membentuk sebuah Timnas dimasa depan, dengan juga memperbaiki level kompetisi yang sudah ada yang lebih mengedepankan sebuah kompetisi yang mampu menghasilkan pemain yang memiliki kesiapan teknik dan mental bukan sebuah kompetisi yang ramai tetapi tidak memiliki output dan kontribusi maksimal untuk timnas dimasa datang.

Once Timnas Indonesia Always Timnas Indonesia, tanpa memandang pemain dan klubnya berasal.

Sportivitas dan kejujura dimulai dari lapangan hijau.

 

Salam sepakbola nasional,

Wefi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: