Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Deni Hamkamijaya

penggemar cerpen, novel, juga puisi. kadang suka nulis, kadang suka protes , ingin menjadi orang selengkapnya

Pengurus PSSI Bergaya Sok Kuasa dalam Laga Persib Bandung Lawan Persiba

OPINI | 08 April 2013 | 14:14 Dibaca: 2100   Komentar: 0   0

“Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan.”

– Aristoteles -

Kenali diri dulu, boleh jadi, langkah pertama yang harus dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin. Begitu pula halnya, kiranya, untuk menjadi seorang kepala daerah setingkat Walikota/Wakil Walikota Kota Bandung.
Kenali diri…,tahan diri …, boleh jadi, sebuah nasehat yang cukup bijak kepada Toni Apriliani,salahsatu bakal calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah kota Bandung dari jalur perorangan atau jalur independen.
Ya, kehadirannya di bench Persib Bandung ketika tim kebanggaan dari kota Bandung itu berhadapan dengan Persiba Balikpapan di Stadion Siliwangi, Bandung, ahad (7/4-2013) dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia telah menimbulkan kehebohan. Kehadirannya dengan rekannya,berjumlah 4 orang, membuat bench Persib — yang biasanya diisi pemain cadangan Persib Bandung dan official tim — kelebihan kuota.
Pengawas pertandingan, Sriyanto ,tidak berkutik, seperti dikutip Simamaung.com,Ia mengatakan tidak dapat berbuat apa-apa sebab orang-orang yang duduk di bench tersebut adalah petinggi PSSI. Yaitu Tony Apriliani (Anggota Komite Eksekutif PSSI), Jafar Sidik (Sekretaris Umum PSSI Provinsi Jawa Barat), serta dua orang ajudan mereka.
Sebuah contoh yang buruk, apalagi, katanya, beredar kabar, kalau mereka (Toni cs.) tidak diperbolehkan duduk di bench pemain Persib Bandung, mereka akan menghentikan laga krusial tersebut. Wooooowwww! Ckckck ….!!!
Baru diangkat lagi menjadi Anggota Komite Eksekutif PSSI sudah berlagak sok kuasa, padahal Toni mencalonkan diri menjadi salahsatu peserta dalam pemilihan kepala daerah kota Bandung. Yang seyogyanya bersikap simpatik dan menarik hati masyarakat kota Bandung. Salah satunya…, ya…, itu tadi…, jangan memaksakan diri menyaksikan Persib Bandung bertanding dengan duduk di bench pemain. Yang tentu saja bertentangan dengan peraturan pertandingan, apalagi sampai melebihi kuota.
Dan inilah penggalan beritanya, dikutip dari www.simamaung.com, senin (8/4-2013), membeberkan kegerahan manajer umum Persib Bandung, H. Umuh Muchtar dengan kehadiran Toni Apriani dan konco-konconya itu.
Keempat orang tersebut sempat diminta oleh manajer Persib Umuh Muhtar untuk tidak menempati bench dan dipersilahkan menonton pertandingan dari tribun kehormatan diatas. Namun Tony dkk bersikukuh untuk terus ada di bench dan mengancam akan memberhentikan pertandingan.

Umuh takut, dengan duduknya Tony di bench Persib dapat menimbulkan kecurigaan di kubu lawan bahwa pertandingan tidak adil. Selain itu supaya kejadin ini tidak menjadi contoh kepada yang lain.

“Saya sudah kasih tahu, mereka malah bilang kalau ada apa-apa ini bisa saya tutup. Malah gitu. Saya jadi aneh, kenapa bisa gitu. Kekuasaannya dia sebagai apa bisa menghentikan pertandingan,” cerita Umuh.

“Saya takut dari Persiba nanti ada yang protes. Kenapa ada petingi PSSI ada di bench. Saya bagaimana nanti? Nanti dianggap berat sebelah,” sambungnya.

Dari awal Umuh mengakui tidak ada konfirmasi dari pihak Tony akan datang untuk menonton pertandingan. Jika dari awal ada pembicaraan, maka panpel akan membuatkan tiket undangan.

“Mereka harusnya tahu diri dan ada tempatnya. Kalau dari awal memberi tahu kita akan kasih undangan.”

“Saya tidak mengerti. Mereka sebagai pengurus harusnya tahu aturan,” ujar Umuh lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Hak Menahan Tersangka, Kartu ATM Polisi …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Jangan Biarkan Sulit Tidur Mengganggu Hidup …

Dr Andri,spkj,fapm ... | 9 jam lalu

Kebohongan Ajudan Nazar Dalam Menjerat Ibas …

Tuty Handayani | 9 jam lalu

Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar, Bikin …

Muhammad Zulfadli | 10 jam lalu

Start Lamban United dengan 3-5-2 …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: