Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Pesa Pesa

manusia biasa

Peristiwa-peristiwa yang Terjadi di Awal Tahun 2013 Terkait Kisruh Sepakbola Nasional

REP | 05 April 2013 | 18:32 Dibaca: 1125   Komentar: 0   3

Siang ini, sengaja saya ketengahkan tulisan yang mengumpulkan beberapa kejadian yang terkait kisruh sepakbola nasional dan lika-likunya yang ditulis berdasarkan waktu kejadiannya untuk memudahkan kita melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi selama tahun 2013 ini. Langsung saja, saya ketengahkan runtutan peristiwanya:

10 Januari - Roy Suryo ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Andi Mallarangeng yang mengundurkan diri sebagai Menpora. Roy mengakui, membereskan kisruh internal PSSI merupakan salah satu amanat Presiden.

20 Januari - Resep Roy menengahi drama PSSI adalah dengan menekan tombol “Control+Alt+Delete”. DIa juga mengungkapkan niat menemui Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie.

22 Januari - Tak jua kembali ke pangkuannya, rapat exco PSSI memutuskan untuk memecat 15 klub ISL. “Kesempatan sudah diberikan sejak KLB Palangkaraya” hingga 9 Januari untuk kembali di bawah yurisdiksi PSSI, ujar deputi sekjen Saleh Ismail Mukadar.

30 Januari - Roy Suryo sudah bertemu dengan Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie untuk membicarakan situasi terkini sepakbola nasional. Di hari ini juga, Menpora, La Nyalla dan Djohar Arifin, bertemu dalam acara Mata Najwa yang ditayankan oleh Metrotv yang membahas masalah mafia sepakbola. Dan kita semua mengetahui dari diskusi ini kalau La Nyalla mempunyai pasukan khusus yang dijuluki “pasukan 10 PC” yang menurut penuturannya bertugas untuk membantu dia dalam menghalau mafia wasit dan juga bisa jadi membantu dia menghalau para kompasianer disini.

6 Februari - Mengawali kiprah di kualifikasi Piala Asia 2015, Indonesia dikalahkan Irak 1-0 lewat gol tunggal Younes Mahmoud di Dubai.

7 Februari - Tanpa menunggu kepulangan pelatih Nil Maizar serta melakukan evaluasi, secara mengejutkan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin mengumumkan Luis Manuel Blanco sebagai pelatih baru.

18 Februari - Mengejar batas waktu yang ditegaskan FIFA, Roy Suryo mengumumkan PSSI akan menggelar KLB pada 17 Maret sesuai dengan hasil MOU Kuala Lumpur, Juni tahun lalu. Ketua KOI Rita Subowo turut mendampingi acara pengumuman di kantor Kemenpora itu.

22 Februari - Empat anggota Exco, yaitu La Nyalla Mattallitti, Erwin Dwi Budiawan, Tony Apriliani, dan Roberto Rouw kembali berkantor di PSSI.

27 Februari - Rapat Exco setuju membentuk lagi Badan Tim Nasional (BTN) yang sempat dibubarkan di awal masa kepengurusan Djohar Arifin Husein. Isran Noor dipercaya menjadi ketua dan Harbiansyah Hanafiah sebagai wakil. Namun, tak semua Exco hadir dalam pertemuan itu. Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Widodo Santoso, dan Farid Rahman absen. Rapat juga memutuskan untuk memecat Halim Mahfudz sebagai sekjen. Hadiyandra ditunjuk sebagai pengganti.

9 Maret - Proses verifikasi peserta KLB PSSI selesai dan undangan segera disebar ke 100 peserta. Sempat terjadi perbedaan pendapat tentang penetapan peserta KLB, termasuk beredarnya surat undangan dengan tanda tangan Djohar Arifin Husin yang dipalsukan, tetapi kemudian diredam oleh Roy Suryo.

15 maret - Luis Manuel Blanco sempat mencoret 14 pemain karena tidak mau latihan dengan alasan kecapean, namun hal itu dibatalkan setelah ada protes dari wakil BTN (Badan Tim Nasional), Harbiansyah dan didukung oleh ketum PSSI versi Ancol La Nyalla Mattalitti.

17 Maret - KLB PSSI akhirnya digelar di Hotel Borobudur Jakarta disaksikan perwakilan FIFA Costaskis Koutsokoumnis, Marco Leal, dan Hames Kitching. Enam anggota Exco melakukan walk out karena tidak setuju dengan penambahan agenda berupa penyelenggaraan kongres tahunan.

KLB PSSI kemudian menghasilkan sejumlah keputusan yang akan dilaporkan dalam pertemuan Exco FIFA, 20 Maret:

Pembubaran KPSI.

Menggelar kongres biasa pada Juni.

Jumlah anggota Exco bertambah empat, yaitu Zulfadli, Djamal Azis, La Siya, dan Hardi Hasan. La Nyalla Mattalitti menjadi wakil ketua umum. Total anggota Exco menjadi 15 orang, yang terdiri dari satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota Exco.  Nasib enam Exco yang melakukan walk out akan ditentukan Juni.

Penyatuan kompetisi baru akan dilakukan pada 2014 dengan 18 klub peserta ISL ditambah empat klub IPL dengan syarat bukan klub yang bermasalah dengan dualisme kepengurusan. Sistem degradasi ISL tetap diterapkan musim ini. Untuk berikutnya selama dua tahun sejak 2014 diberlakukan sistem dua promosi dan empat degradasi sehingga jumlah peserta liga profesional hanya diikuti 18 klub. Sistem promosi dan degradasi kembali menjadi tiga degradasi dan tiga promosi.

Amandemen statuta PSSI, seperti pada Pasal 38 ayat 1 yang menjadi pengambilan keputusan Exco dapat dilakukan dengan kehadiran satu per tiga anggota. (sumber: goal.com)

Di hari ini juga 6 exco PSSI selain La Nyalla dan gerombolannya diskors bukan dipecat sebagaimana yang dikatakan oleh LNM. Mereka diskors karena walk out tidak mau meneruskan rapat egenda diluar agenda KLB yang sudah ditetapkan sebelumnya.

18 Maret - Blanco dilengserkan sebagai pelatih Timnas. Posisinya digantikan oleh Rahmad Darmawan, yang didampingi Jacksen F. Tiago. Yang menarik, proses “pembuangan” Blanco sebagai pelatih dilakukan dengan sangat aneh karena Dia tidak bisa menemani sesi latihan timnya karena dia tidak mengetahui pemainnya ada dimana. Menurut Blanco, ia hanya tahu latihan pagi itu disepakati digelar di lapangan Halim. Tapi tanpa sepengetahuannyaternyata tempat latihan diganti di lapangan C Senayan yang dipimpin oleh Yeyen Tumena.

22 Maret - FIFA mengirim surat ke waketum PSSI, Farid Rahman yang menyatakan bahwa FIFA tdk mengakui hasil KLB 17 Maret yg di luar agenda yg ditetapkan. FIFA menolak mengakui penunjukan 4 exco baru dan pengangkatan La Nyalla menjadi wakil ketua PSSI karena diluar agenda KLB.

“Di luar agenda utama FIFA, keputusan-keputusan yang disepakati dalam KLB, dinyatakan tidak sah. Karena itu, kami tengah menunggu notulensi lanjutan dari FIFA terkait hasil KLB 17 Maret,” jelas Sihar Sitorus.

23 Maret - Timnas Indonesia dikalahkan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tim Garuda yang diarsiteki Rahmad Darmawan dan Jacksen Tiago menurunkan seluruh pemain terbaik dari ISL ditambah 1 pemain pengganti diluar ISL, yaitu Irfan Bachdim yang bermain untuk klub Thailand. Pertandingan ini untuk pertama kalinya para pemain ISL kembali memperkuat Timnas setelah sebelumnya dilarang oleh KPSI untuk membela timnas dalam kurun 2 tahun terakhir. Sebelumnya juga ada pemain ISL yang ngotot membela timnas, tapi berakhir tragis karena dipecat oleh klubnya padahal untuk membela negara.

25 Maret - Ketua BTN, Isran Noor menuding Harbiansyah menggelapkan uang saku. Menurut Isran, dana yang sudah diberikan ke Harbiansyah tidak tersalurkan sepenuhnya pada sejumlah 57 pemain yang mengikuti pelatnas. Padahal sudah diserahkan 2 pekan sebelumnya.

“Uang sudah saya kasihkan sebesar Rp 2 miliar ke pak Harbiansyah. Uang itu digunakan untuk biaya harian pemain, obat-obatan, transport, hotel. Ditambah Rp 500 juta untuk bonus Rp 25 juta per pemain,” tegasnya.

26 Maret - Bakriemania, ksatria dari epicentrum pendukung setia Bakrie dan La Nyalla n the gank serta pemilik jurus 10 cc karena seringnya dia merendahkan orang yang kontra dengannya dengan mengatakan volume otak 10 cc padahal volume manusia rata-rata 1300 an cc, berdebat dengan Kompasianer Ken Hirai. Entah malu karena kalah debat atau sedang mencari senjata baru untuk menyerang balik Ken Hirai, sudah 10 hari ini belum kembali ke gelanggang diskusi di lapaknya sendiri.

1 April - Bambang Pamungkas, salah satu striker terbaik yang dimiliki Indonesia mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional lewat twitter. Selama membela Timnas, Bepe sudah mencatat 96 caps dengan torehan 44 gol. Laga terakhir Bepe, dilalui oleh mantan pemain Persija Jakarta tersebut di ajang Piala AFF 2012. Sangat mengejutkan berita pengunduran dirinya ini, bisa jadi karena BP sudah jenuh dan capek dengan kondisi sepakbola Indonesia yang selalu direcoki para perusuh hingga level timnasnya pun juga tetap kisruh. Ditambah lagi dengan gaji dia yang sampai kini tidak jelas pembayarannya, menambah ruwet suasana hati BP. Bisa jadi gitu.

5 April - Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kompasianer semua kejadian-kejadian yang terekam selama awal tahun 2013 ini….:)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 9 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 11 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 13 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 15 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: