Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Andriy Shevchenko

uang maha penting tapi uang bukan segalanya

Fakta Sejarah Kisruhnya Persebaya

OPINI | 04 April 2013 | 00:37 Dibaca: 2084   Komentar: 0   1

1364982655648705759

www.aseanbet.com

salam olahraga,,

Selamat sore kompasiana, kami sebagai penulis akan memberikan pencerahan tentang klub asal surabaya, PERSEBAYA secara gamblang.

Persatuan Sepak bola Surabaya (disingkat Persebaya) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Persebaya saat ini bermain di Liga Primer Indonesia . Pada akhir tahun 2010, seiring dengan kontroversi penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI), Persebaya pecah dan akhirnya melahirkan Persebaya 1927.

Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.

Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.

Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.

Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.

Persebaya juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional Indonesia baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Abdul Kadir, Rusdy Bahalwan, Rudy Keltjes, Didiek Nurhadi, Soebodro, Riono Asnan, Yusuf Ekodono, Syamsul Arifin, Subangkit, Mustaqim, Eri Irianto, Bejo Sugiantoro, Anang Ma’ruf, Hendro Kartiko, Uston Nawawi, Chairil Anwar, dan Mursyid Effendi merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persebaya dan ada satu lagi pemain Persebaya yang sekarang Mamang terkenal walaupun kecil tapi larinya sangat kencang siapa siapa yang tidak tahu dengan nama Andik Vermansyah.

Salah satu yang cukup dikenang adalah Eri Irianto, pemain timnas era 1990-an yang meninggal dunia pada tanggal 3 April 2000 setelah tiba tiba menderita sakit saat Persebaya menghadapi PSIM Yogyakarta dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Eri Irianto meninggal di rumah sakit pada malam harinya. Nama Eri kemudian dipakai sebagai nama Wisma/Mess Persebaya yang diresmikan pada tanggal 25 April 1993.

Persebaya pernah mendapat pemain yang sangat berkualitas di ajang Liga Djarum 2005, pemain itu bernama Zeng Cheng ia berposisi sebagai Kiper. Zeng Cheng berasal dari China dan bagusnya ia membela Timnas U-20 China sebagai Kiper Cadangan. Dan sekarang, Zeng Cheng masuk daftar Kiper ketiga di Timnas Senior China.

Kejadian kontroversial

Selain itu, dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah “sepak bola gajah” karena mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan saingan mereka PSIS Semarang yang pada tahun sebelumnya memupuskan impian Persebaya di final kompetisi perserikatan. Taktik ini setidaknya membawa hasil dan Persebaya berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1988 dengan menyingkirkan PSMS 3 - 1

Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke divisi I. Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, skorsing diubah direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia.

Perpecahan dan mundur dari Liga Indonesia

Pada akhir tahun 2010, Persebaya terpecah menjadi dua tim. Satu tim dengan manajer Wisnu Wardhana tetap ikut Divisi Utama Liga Indonesia. Sementara tim lainnya, Persebaya di bawah Saleh Ismail Mukadar mengikuti Liga Primer Indonesia. Persebaya yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia akhirnya berganti nama menjadi Persebaya 1927.[1] PT Pengelola Persebaya Indonesia didapuk menjadi pengelola konsorsium untuk PT Persebaya Indonesia. PT Pengelola Persebaya Indonesia didirekturi oleh Llano mahardhika, seorang mantan pegawai BLI. Walaupun akhirnya berhasil menjuarai Liga Primer Indonesia, namun manajemen PT Pengelola Persebaya tetap menimbulkan polemik karena kurangnya sosialisasi terhadap suporter, walaupun program yang dijalankan sangat bagus.

create by : http://id.wikipedia.org/wiki/Persebaya_Surabaya

Dan kronologi kisruh PERSEBAYA akan kami paparkan sebagai berikut :

1. Eng ing eng, berhubung tentang Persebaya sedang ramai dibicarakan di media cetak sampai ke Jakarta, saya akan bahas ttg klub ini

2. Twit ini jg kami dedikasikan terhadap legenda Persebaya yang juga hari ini, 13 tahun yg lalu meninggal di lapangan hijau, Alm Eri Irianto

3. Untuk mengenang dan menolak lupa terhadap pemutarbalikan sejarah yang dilakukan oleh La Nyalla cs, simak twit ini…

4. Polemik di Persebaya dimulai sejak ISL 2009/2010 dimana ketika itu Persebaya dipaksa degradasi krn melawan thd rezim Nurdin Halid

5. Ketika itu, Persebaya didegradasikan juga untuk menyelamatkan Pelita Jaya yg notabene klub milik Nirwan Bakrie, waketum PSSI ketika itu

6. Ketika pertandingan menyisakan 1x antara Persebaya menghadapi Persik Kediri, disinilah kecurangan dimulai

7. Persik Kediri yang tidak dapat menggelar 3x pertandingan berturut-turut di Kediri dan Jogja, mestinya harus kalah WO dg Persebaya

8. Namun, PT Liga malah menggelar ulang ptd Persebaya-Persik utk keempat kalinya di Palembang. Persebaya merasa dipermainkan

9. Jadilah Persebaya tak datang ke Palembang utk melakoni pertandingan tsb. Persik menang, namun kedua tim tetap terdegradasi

10. Reaksi keras muncul dari Surabaya. Memang ketika itu Persebaya sengaja didegradasikan krn melawan rezim Nurdin

11. Dan yang bikin pecinta bola geram adalah ketika Pelita Jaya terselamatkan dari degradasi krn Pelita ini notabene klub milik NDB

12. Ketika itulah timbul perlawanan untuk melawan rezim Nurdin yang berkuasa. Langkah awalnya adalah dgn menggelar bbrp terobosan

13. Terobosan pertama adalah ptd eksebisi antara Garuda Merah dan Garuda Putih yg digelar di Surabaya dan Malang. Lumayan sukses

14. Hingga akhirnya lahirlah LPI pada akhir 2010 dengan 20 klub termasuk 5 dari ISL yakni Persebaya, Arema, Persema, Persibo, dan PSM

15. Namun, pada akhir 2010 itu pula, Nurdin Halid mulai mengancam klub yang ikut LPI dengan dikeluarkan dari PSSI. Namun 5 klub ttp kukuh

16. Ketika LPI mulai mengagendakan bbrp uji coba, Nurdin Halid mengirim surat kpd Wisnu Wardhana, ketua DPRD Surabaya asal Demokrat

17. Surat itu berisikan bahwa BLI dan PT Liga menunggu kesiapan Persebaya utk berlaga di Divisi Utama LI 2010/2011

18. Gayung bersambut. Wisnu menghubungi Wastomi yang merupakan tokoh YSS (Yayasan Suporter Surabaya) utk membentuk Persebaya DU

19. Padahal, Persebaya sendiri sudah mulai bersiap utk menghadapi LPI yg akan kick off di Januari 2011. Wastomi tetap kukuh bentuk Psby DU

20. Manajemen Persebaya DU kemudian dibentuk dalam sekejap mata, berisi Wisnu, Wastomi, dan bbrp org La Nyalla dan YSS

21. Karena waktu sangat telat utk membentuk kerangka tim, Wisnu dan Wastomi kemudian membajak pemain Persikubar Kutai Barat

22. Persikubar ini sebelumnya adalah tim DU yang sementara bermarkas di Std Angkatan Laut Bumimoro Sby, pemain2nya anak buah Vigit

23. Karena Persebaya DU ini jg dapat restu Vigit, akhirnya dipakailah juga pemain2 yg masuk dalam kartel mafia Vigit Waluyo-Wastomi Suhari

24. Launching tim Persebaya DU pun dilakukan sederhana di Balai Pemuda Sby dgn diselingi dangdut. Saya hadir di sana hehe

25. Namun, karena peranan Wisnu sangat besar, Persebaya DU telah dapat ijin tanding terlebih dahulu dari kepolisian Surabaya

26. Ini yg menyebabkan ptd eksebisi LPI antara Persebaya lawan Indo-Holland tak diperbolehkan pakai nama Persebaya

27. Sehingga Persebaya akhirnya berganti nama menjadi Persebaya 1927 dalam mengarungi kompetisi LPI yg akhirnya jd juara paruh musim

28. Di akhir musim, prestasi Persebaya DU justru merosot menjadi degradasi krn memainkan pemain ilegal melawan Perseru Serui

29. Persebaya DU memainkan Sulkhan Arif yg seharusnya akumulasi. Sesuai peraturan, seharusnya Persebaya DU degradasi ke Divisi I

30. Oh iya, Arema dulunya adalah salah satu kontestan LPI, namun mundur setelah gerbong Abriadi cs tak diikutkan M Nur di fase berikutnya

31. Ketika rezim berganti, polemik kembali terjadi. Persebaya DU yang harusnya merger dgn Persebaya 1927 malah tak mau dan menarik diri

32. Mengpa? Karena merger ketika itu sangat tdk menguntungkan Persebaya DU yg sdh berganti milik La Nyalla dkk

33. Persebaya DU (sampai skrg) didomplengi oleh perusahaan bernama PT Mitra Muda Inti Berlian dgn CEO Diar Kusuma, anak buah LNM

34. PT MMIB ini dahulunya adalah perusahaan kontraktor, namun entah kenapa berbalik arah di th 2011 mjd perusahaan jasa/olahraga

35. Sedangkan Persebaya 1927 dimiliki oleh PT Persebaya Indonesia yg dikelola oleh PT Pengelola Persebaya Indonesia (Konsorsium MBI)

36. Dan dari 30 klub anggota (internal) Persebaya, pecahlah menjadi 23 dukung Persebaya 1927, 7 klub dukung Persebaya DU

37. Saya masih ingat ungkapan Ferryl Raymond Hattu (pembina klub internal psby) bahwa sampai kpnpun klub anggota ttp dukung Persebaya 1927

38. Hingga pada akhirnya di tahun 2011, 23 anggota klub internal Persebaya menandatangani kesepakatan bahwa akan mendukung Persebaya 1927

39. Persebaya tetap eksis di IPL, sementara Persebaya DU yg mestinya degradasi ke Div-I tiba2 muncul lagi di DU PT LI. Lucu hehe

40. Usut punya usut, ternyata manajemen Persebaya DU telah banyak berubah. Hampir kesemuanya adalah orang-2 La Nyalla

41. Utk menarik minat suporter, La Nyalla menjanjikan saham sebesar 2% (kalau sy tdk slh) kpd YSS. Mengapa YSS? Krn YSS buatan LNM

42. La Nyalla juga mensubsidi YSS agar jadi suporter dan dukung Persebaya DU sekaligus dirinya agar lancar kudeta PSSI

43. Itulah mengapa para ‘prajurit’ dan loyalis La Nyalla yg tergabung di YSS seperti Khamim lebih mendukung Persebaya DU. Krn ada duit! Hehe

44. Terlebih ketika org2 LNM ada di manajemen Persebaya DU seperti Bambang Pramukanturo, Diar, Gangsar Yudi, dll

45. Sementara Persebaya 1927 malah berhasil tanding lawan beberapa tim internasional. Yg paling gres tentu saja lawan QPR

46. Saya sempat mendengar bahwa bbrp elemen suporter Bonek membuat perjanjian utk hanya mendukung Persebaya 1927 di IPL di tahun 2011

47. Namun entah mengapa YSS dan PFC tak setuju dgn perjanjian tersebut. Dari sini saja sdh kelihatan belangnya hehe

48. Di tahun ini, Persebaya DU dijanjikan dan hampir pasti akan promosi ke ISL bersama PSIS Semarang. Sudah bisa diprediksi hehe

49. Itu akan mjd akar kuat La Nyalla dlm menyebut Persebaya DU adalah Persebaya asli. Solusinya: lawan! Ini penghapusan sejarah namanya

50. Demikian kultwit tentang Persebaya 1927 dan Persebaay DU yg aba;-abal, semoga dpt mencerahkan. Terima kasih, #sekian

create by : @footballnesia

Yang diatas tidak akan pernah tidur, katakan yang benar adalah benar dan katakan yang salah adalah salah, dan kami mengkopas ini semua tentu memakai logika tidak serta-merta like atau dislike. kebenaran itu sulit diraih tapi kami menyakini masa itu akan datang cepat atau lambat.

#ForzaIndonesia

salam kebenaran, salam kejujuran, salam kedamaian

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: