Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Hendro

Hanya Pensiunan yang hoby menulis cerpen, puisi dan novel selain itu juga menyukai olah raga selengkapnya

Menjelang Laga Bayern Munchen vs Juventus

OPINI | 31 March 2013 | 17:02 Dibaca: 677   Komentar: 0   0

Babak perempat final Liga Champions 2012/13 akan mempertemukan Juventus melawan Bayern Muenchen. Laga ini diprediksi akan ketat dan menarik para penggemar Liga Champions dibandingkan laga-laga antara Tim di Perempat Final lainnya. Pada Leg 1 Juventus akan berkunjung ke Allianz Arena, kandang Bayern Munchen sedangakn pada Leg 2 Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah.di Stadion Delle Alpi Turin.

Mengamati sejarah kedua klub dalam Liga Champions Eropa mereka merupakan klub yang memiliki mental juara baik Juventus maupun Bayern Munchen.

Secara umum, Juventus adalah klub tersukses di Italia dengan raihan gelar 43 gelar nasional di Italia,dan salah satu klub tersukses di dunia,dengan raihan 11 gelar internasional yaitu 9 gelar UEFA dan dua FIFA. Juventus merupakan klub keempat yang sukses di Eropadan juga dunia yang diakui secara pasti oleh UEFA dan FIFA.

Juara Piala Champions (2 kali): 1984-85, 1995-96,dan juara kedua (5 kali): 1972–73; 1982–83; 1996–97; 1997–98; 2002–03

Piala Winners UEFA : Juara (1 kali): 1983-84. Piala UEFA/Liga Europa

Juara (3 kali): 1976-77, 1989-90, 1992-93 dan juara kedua (1 kali): 1994–95.

Piala Intertoto Juara (1 kali): 1999-2000.

Piala Super Eropa Juara (2 kali): 1984, 1996.

Piala Toyota Intercontinental Juara (2 kali): 1985, 1996. Dan juara kedua (1 kali): 1973.

Di Liga domestic, Juventus telah memenangi 28 gelar Seri-A, dan menjadi rekor terbanyak sampai saat ini, dan juga menjadi catatan tersendiri saat Juve mendominasi lima musim berturut-turut Seri-A dari musim 1930-31 sampa i 1934-35.  Juventus menjadi satu-satunya klub sepak bola Italia yang telah mendapatkan dua bintang sebagai tanda mereka telah menjuarai Seri-A lebih dari 20 kali. Bintang pertama mereka dapatkan pada musim 1957-58 ketika Juve berhasil menjuarai Seri-A untuk kesepuluh kalinya, dan yang kedua pada 1981-82 ketika Juve menjuarai Seri-A untuk keduapuluh kalinya. Juventus juga merupakan klub Italia pertama yang memenangi gelar dobel (Seri-A dan Coppa Italia) sebanyak dua kali, yaitu pada 1959-60 dan 1994-95.  Mereka juga telah memenangi Piala Italia Sembilan kali, dan menjadi rekor yang belum terpecahkan sampai saat ini.

Saat ini di bawah asuhan pelatih baru Antonio Conte yang merupakan mantan pemain Juve di masa silam, Si Nyonya Tua kembali menemukan jati dirinya yang hilang dalam beberapa musim terakhir dan keluar sebagai Scudetto di akhir musim 2011-12.  Juventus pun mencatat rekor meyakinkan sampai musim berakhir yaitu tidak terkalahkan sepanjang musim sekaligus menjadi klub pertama dalam sejarah Seri A yang tidak terkalahkan dalam format Seri A yang mengikut sertakan 20 klub.

Dalam kiprah International, Juventus tercatatkan juga sebagai klub pertama dan satu-satunya di dunia yang berhasil memenangi seluruh gelar kejuaraan resmi yang diakui oleh FIFA.  Juve memenangi Piala UEFA tiga kali, berbagi rekor bersama Liverpool dan Inter Milan.

Klub Turin ini menempati posisi 7 —tetapi teratas untuk klub Italia—dalam daftar Klub Terbaik FIFA Abad 20 yang diumumkan pada 23 Desember 2000.

Juventus juga mendapatkan status sebagai World’s Club Team of the Year sebanyak dua kali tepatnya pada 1993 dan 1996 dan menempati rangking 3 dalam Rangking Klub Sepanjang masa (1991-2008) oleh International Federation of Football History & Statistics.

Sementara untuk kawasan Eropa sendiri, rival utama Juventus adalah Manchester United FC dari Inggris dan FC Bayern Munich dari Jerman. Kedua rival tersebut  sangat sering sekali bertemu di ajang Liga Champions Eropa. Satu lagi rival utama Juventus di Eropa adalah Liverpool FC. Jika mengingat klub Liverpool maka para tifosi Juve tidak akan pernah melupakan tragedi kerusuhan Heysel 1985 (final Liga Champions 1985), dimana sekitar 30 orang lebih pendukung Juventus tewas di stadion yang berada di Belgia tersebut.

FC Bayern Munchen

Berdasarkan sejarah Bayern adalah tim paling sukses di sepak bola Jerman, karena mereka telah memenangkan paling banyak kejuaraan dan paling banyak piala. Mereka juga tim Jerman paling sukses dalam kompetisi internasional, setelah memenangkan enam trofi. Bayern merupakan salah satu dari tiga klub telah memenangkan semua tiga kompetisi besar Eropa dan juga klub terakhir yang memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut , mereka berhak memakai lencana multi-pemenang selama pertandingan Liga Champions.

FC Bayern München atau Bayern München adalah klub olahraga terbesar kedua di dunia setelah FC Barcelona dengan 125.115 anggota, mengungguli Real Madrid, Manchester United, AC Milan dan Inter Milan. Klub sepak bolanya telah menjuarai juara Jerman pada tahun 1932 dan liga sepak bola Jerman Bundesliga 21 kali, pada tahun 1969, 1972, 1973, 1974, 1980, 1981, 1985, 1986, 1987, 1989, 1990, 1994, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2005, 2006, 2008, dan 2010. Telah menjuarai Liga Champions sebanyak 4 kali. Pada 22 Mei 2010 di final Liga Champions, FC Bayern München ditaklukkan oleh klub raksasa Italia, Inter Milan, yang membuat Bayern keluar sebagai runner-up. Kemudian 2 tahun berselang yakni pada 19 Mei 2012, FC Bayern München kembali tampil di final Liga Champions yang digelar di kandang mereka sendiri, Allianz Arena yang bertanding melawan Chelsea. Lagi-lagi München gagal juara karena kalah adu penalti dengan skor 4-3 setelah sebelumnya di waktu normal 90 menit hanya bermain imbang 1-1 atas Chelsea. Gelar International yang pernah diraih adalah :

Piala Interkontinental  1977, 2001, Piala/Liga Champions     1974, 1975, 1976, 2001 dan Runner up 1982, 1987, 1999, 2010, 2012

Piala Winners  1967, Piala UEFA       1996

Sejarah Pertemuan Bayern Munchen - Juventus

Semenjak tahun 2004 laga antara Juve versus Bayern telah terjadi sebanyak enam kali.  Pertemuan kedua klub raksasa ini  diawali pada 19 Oktober 2004 saat babak penyisihan Liga Champions, Bianconeri mengalahkan Muenchen di stadion Delle Alpi lewat gol tunggal Pavel Nedved, dua minggu kemudian legenda hidup Juve Del Piero kembali membungkam publik the Bavarians di Jerman 1-0.

Musim berikutnya, 19 Oktober 2005 Bayern Muenchen mengalahkan anak asuh Fabio Capello 2-1 lewat gol Deisler dan Demichelis , sedangkan gol Juve dicetak oleh Ibrahimovic 90′. Sebaliknya di pertemuan kedua 3 November 2005, Juve membalas kekalahan dengan skor yang sama 2-1.

Terakhir pada Liga Champions 2009/10, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di Allianz-Arena, anak asuh Louis van Gaal menghantam Juventus dengan skor telak 4-1 di stadion Olimpico, Turin, hasil ini membuat Juventus tersingkir di babak penyisihan.

Dari total enam kali pertemuan terakhir kedua tim, La Vecchia Signora memenangkan tiga  laga, Bayern Muenchen dua kali unggul, sementara satu sisanya bermain imbang. Saat ini Juventus dan Bayern Muenchen merupakan calon kuat juara liga domestik di negaranya masing-masing.

Melihat statistik pertemuan diantara mereka Juventus masih unggul terhadap Bayern Munchen dengan memenangkan 3 laga sedangkan Munchen 2 laga. Sedangkan dalam sejarah Piala Champion Juventus baru mengoleksi Juara Piala Champions dua kali yaitu pada tahun1984-85, 1995-96 sementara Bayern Munchen mengoleksi gelar lebih banyak yaitu 4 kali menjuarai Liga Champions          pada tahun 1974, 1975, 1976 dan  2001. Di kancah Liga Champions Bayern Munchen boleh unggul namun head to head pertemuan melawan Juventus mereka masih kalah. Melihat jadwal perempat final Liga Champions nampaknya juga lebih memihak pada Juventus karena Juve akan bertanding tandang terlebih dulu. Kunci dalam bertanding tandang adalah tidak kebobolan. Juventus saat ini membuktikan diri sebagai salah satu klub yang paling kuat dalam segi bertahan dengan hanya kebobolan 20 kali, dan menjadi klub terbaik kedua Eropa di musim 2011-12 yang mencatat rekor paling sedikit kebobolan. Jika Juve bisa menahan Bayern Munchen pada Leg 1 di Allianz Arena maka satu langkah kaki sudah masuk ke babak semi final. Namun untuk sukses tersebut, Juve harus bisa belajar dari sejarah pada Liga Champions 2009/10, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di Allianz-Arena, anak asuh Louis van Gaal menghantam Juventus dengan skor telak 4-1 di stadion Olimpico, Turin, hasil ini membuat Juventus tersingkir di babak penyisihan. Apapun yang terjadi nanti laga ini adalah laga Klub Bermental Juara. Jangan-jangan pemenang laga ini adalah calon Juara Liga Champions 2013.

Sumber : Wikipidea Indonesia, tribunnews.com, skalanews.com dan Berbagai sumber

http://footballcornernews.blogspot.com/2013/03/menjelang-laga-bayern-munchen-vs.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Panik Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 9 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 11 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: