Back to Kompasiana
Artikel

Bola

Ken Hirai

Bukan writer, bukan trainer juga bukan public speaker, hanya seorang petualang yang sedang mencari jalan selengkapnya

Caretaker Pengprov Sebuah Pencerahan

OPINI | 17 March 2013 | 14:13 Dibaca: 1099   Komentar: 0   3

Wow…lagi dan lagi, hanya kata itu yang bisa saya katakan ketika membaca komentar maupun tulisan tentang polemik caretaker pengprov. Rupanya banyak yang tidak paham apa yang dimaksud dengan caretaker dan apa yang dimaksud dengan pejabat definitif. Kini tulisan ini pun kembali akan memberi pencerahan, seperti tulisan-tulisan sebelumnya yang mampu memberi pencerahan tentang BTN dan pencerahan tentang Hak Veto ketua umum.

Ketika itu banyak komentar dan tulisan yang sangat menyesatkan tentang BTN dan Hak Veto, sehingga saya pun harus bekerja keras meluruskan pemahaman dan menjelaskan yang gamblang dan terang benderang apa yang dimaksud dengan BTN, bagaimana proses pembentukannya dan seperti apa strukturnya, lengkap dengan aturan-aturan pendukungnya.

Begitu pun dengan pencerahan tentang Hak VETO, banyak yang berkomentar dan menulis bahwa Hak VETO adalah hak super power yang absolut dimiliki ketua umum. Seakan-akan menjadikan seorang ketua umum bebas melakukan apapun juga. Sungguh pendapat yang sangat menyesatkan.

Dan kini kembali informasi sesat beredar di kanal bola berkaitan dengan Caretaker pengprov.

OK masbro, mari kita awali dulu tulisan ini dengan definisi atau pengertian caretaker. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang dimaksud dengan caretaker adalah orang yang ditunjuk untuk menempati jabatan untuk sementara waktu karena pejabatnya belum ada atau belum dipilih.

Jadi kata kunci caretaker adalah pejabat sementara karena pejabatnya belum ada atau belum dipilih. Jika kita sudah paham yang dimaksud dengan caretaker, maka mari kita lihat 18 pengprov PSSI yang dituding sebagai pengprov caretaker.

Benarkah 18 pengprov tersebut adalah pengprov caretaker?

Jawabannya TIDAK, karena ke-18 pengprov tersebut telah melakukan pemilihan pejabat definitifnya melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Karena telah melakukan pemilihan resmi melalui Musprovlub, maka pejabat yang terpilih adalah pejabat definit terbukti dengan adanya pelantikan dan Surat Keputusan (SK).

Ingat masbro, yang namanya caretaker itu TIDAK ADA PELANTIKAN DAN SK-nya, karena hanya ditunjuk oleh ketua umum. Tapi pejabat definitif yang dipilih secara resmi melalui Musprovlub pasti punya SK dan harus DILANTIK oleh ketua umum.

Semoga tulisan yang gamblang dan terang benderang seterang matahari di siang hari ini bisa mencerahkan. Jangan sampai karena fanatisme buta, sehingga sulit untuk menerima kebenaran.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 7 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 7 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 8 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: